Tuesday, September 5, 2017

Modal Sebenarnya

RemajaIslamHebat.Com - Pada 17 Desember 1903, Orvilee Wright dan Wilbur Wright berhasil menerbangkan sebuah pesawat untuk pertama kalinya.

Di Kill Devil Hills - North Carolina, keduanya berhasil melalukan 4 kali uji terbang. Uji terbang terlama berdurasi 59 detik dengan tempuhan 852 kaki. Pencapaian ini mengawali revolusi dunia aviasi. Penerbangan dengan awak untuk pertama kalinya

Kita kemudian mengenalnya dengan Wright Bersaudara. Keduanya terkenal atas pencapaian uji terbang pertama di dunia. Namun banyak yang tidak mengetahui sosok rival yang menyaingi mereka pada masa itu. Dialah Samuel Pierpont Langley.

James Tobin menuliskan sebuah buku berjudul The Great Race for Flight. Disana dijelaskan dengan gamblang bagaimana Samuel Langley yang penuh dukungan sana sini kemudian berkompetisi dengan Wright Bersaudara yang beroperasi di bengkel sederhana.

Samuel Langley adalah Sekretaris ke-3 dari Smithsonian Institute. Sebuah institusi dimana para ilmuwan berkumpul dan membangun gagasan besar. Tentu beliau bukan orang sembarangan. Langley juga merupakan fisikawan dan astronom ternama pada masa itu.

Samuel Langley pun diminta oleh Departemen Perang untuk membangun project penerbangan pesawat. Dengan Aerodromenya, Langley telah menghabiskan anggaran negara sebanyak 50.000 USD kala itu. 1800an akhir hingga awal 1900an.

Berbagai percobaan gagal dilakukan oleh Langley. Aerodrome yang dilesatkan dengan ketapel hanya berujung hancur menghantam sungai. Tidak terbang sama sekali.

Adu cepat menerbangkan pesawat ini akhirnya dimenangkan oleh Wright Bersaudara. Pada 17 Desember 1903, disaat Wrights berhasil menerbangkan pesawatnya, Samuel Langley pun menghentikan perjuangannya.

Alih-alih menyempurnakan teknologi pesawat yang dibangun oleh Wright Bersaudara, Langley nampak patah hati dan tidak terdengar lagi dalam sejarah.

*****

Banyak tulisan yang merekam persaingan terbang antara Wright dan Langley. Dari banyaknya literatur yang Saya baca dalam dua hari terakhir, Langley adalah sosok ilmuwan yang didukung dengan banyak dana, para ahli, lab yang canggih dan berbagai dukungan lainnya.

Sementara Wright bersaudara hanya bermodalkan uang yang didapat dari menjual beberapa aset sederhana seperti sepeda. Dari uang itulah kemudian mereka membangun prototype pesawat yang akhirnya bisa terbang dengan manusia didalamnya.

Hampir semua tulisan berbicara tentang obsesi asal. Langley adalah ilmuwan sohor yang ada di Smithsonian. Seorang Samuel Langley sangat ingin sekali namanya termaktub dalam sejarah ummat manusia. Ia ingin namanya mulia seperti Alexander Graham Bell. Obsesi Langley sangat terasa teramat personal.

Berbeda dengan Wright Bersaudara yang hadir apa adanya. Mereka berdua hanya ingin berkontribusi pada peradaban dunia. Jika ada pesawat berawak yang bisa terbang, maka peradaban dunia akan memasuki babak baru yang lebih cerah. Obsesi Wright bersaudara lebih pada kontribusi penemuan pada kemanusiaan.

Wright bersaudara memulai dari alasan mendalam tentang kemanusiaan. Sementara Langley berfokus pada capaian-capaian obsesi pribadi. Disinilah letak perbedaannya.

Modal yang besar, dukungan tekonologi, anggaran pemerintah, sama sekali tidak bekerja efektif dalam menjamu obsesi pribadi seorang Langley.

Berbeda dengan Wright Bersaudara, obsesinya pada peradaban manusia lebih tinggi dan besar. Harusnya keduanya menyerah karena kurang dukungan. Harusnya keduanya lelah karena kurang modal. Tetapi sejarah membuktikan bahwa Obsesi Kemanusiaan adalah MODAL SEBENARNYA.

*****

Hari ini kita bekerja, berbisnis dan berjuang. Terkadang, dalam gerak hari ini, kita suka merasa bahwa kita kekurangan daya dukung dan modal.

Belajar dari Great Race for Flight, harusnya kita menyadari bahwa modal terbesar yang harus kita miliki adalah OBSESI yang benar.

Obsesi tentang kontribusi pada kehidupan manusia.
Obsesi pada makin baiknya peradaban manusia.
Obsesi pada kebermanfaatan yang akan didapat oleh orang lain.

Adapun penghargaan, balasan-balasan, profit, sebenarnya adalah efek samping dari kontribusi yang dirasakan oleh masyarakat. Tidaklah pantas jika kita meletakkan efek samping sebagai Obsesi Utama kita.

Selamat terbang wahai kawan...
Saling mendoakan...

Penulis : Rendy Saputra

Sumber:

Fb: Rendy Saputra


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!