Friday, September 8, 2017

Mereka Bertanya ‘Rohingya’

RemajaIslamHebat.Com - Kepada siapa mereka akan berteriak saat penguasa seperti tidak tahu apa-apa dan seperti tidak bisa apa-apa. Maka jangan salahkan jika mereka bertanya, “Apakah pemimpin telah mati ?”

Mereka berteriak, menangis, dan tersiksa, bahkan semua media telah jelas menggambarkannya.  Namun, nampaknya hati kalian telah tiada. Sebab, apa yang kalian lakukan sama sekali tidaklah membawa perubahan pada keadaan mereka.

Ketahuilah...
Mereka tidak butuh kata-kata desakan kalian pada PBB-ASEAN.
Mereka tidak butuh kutukan Arab Saudi  atas kekerasan dan pembantaian.
Mereka tidak butuh desakkan intervensi  dan tuntutan pengembalian hak-hak dasar Rohingya oleh sekjen OKI pada PBB di Myamar.
Apalagi hanya kecaman dan kutukan para cukong dan boneka penjajah seperti kalian.

Mereka tidak butuh, seruan-seruan, tulisan-tulisan, dan pertemuan-pertemuan kalian, jika hukum manusia yang tetap kalian tegakkan.
Mereka tidak butuh petisi, tanda tangan,dan jabatan sebagai dukungan kalian. Sebab, kedudukan keimanan dan ketakwaan mereka lebih tinggi daripada jabatan kalian.
Mereka tidak butuh air mata dan tangisan kalian, jika kalian tetap mengharap pada nikmat dunia. Maka, sungguh mereka telah dijanjikan akan kenikmatan yang besar saat di sana.

Mereka tidak butuh sedekah kiriman pakaian kalian, jika kalian tetap diamkan kehormatan mereka dihancurkan.
Mereka tidak butuh bantuan makanan dan obat-obatan untuk pertahankan kehidupan, sebab sungguh mereka lebih ridho untuk bersegera bertemu Robbnya dari pada hidup bersama kalian manusia pendusta.
Mereka tidak butuh doa dan sholawat untuk mohonkan kekuatan dan pertolongan, jika kalian masih takut pada manusia. Maka, sungguh mereka telah lebih dekat pada Sang Maha Kuasa.

Mereka tidak butuh itu semua. Mereka masih bisa bersabar dengan kondisi yang menimpa mereka sekarang, namun mereka tidak akan rela membiarkan generasinya terus mengulang. Yang mereka butuhkan bukan bantuan dan  solidaritas kalian, namun perubahan yang membawa masa depan. Sebab, pembantaian dan kedzoliman akan tetap berulang  jika manusia adalah penentu hukumnya.

Kecaman, kutukan, diplomasi kalian tidaklah akan merubah keadaan, kecuali hanya untuk pencitraan pada rakyat-rakyat yang kalian bodohkan. Tidaklah berguna apa yang keluar dari mulut-mulut kalian, jika hati kalian telah gelap tertutup hinanya dunia.   Jika kalian sadar bahwa kalian adalah penguasa, maka gunakanlah tangan-tangan kalian, persatukan kekuatan dan turunkan tentara-tentara kalian.

Jika tidak !
Untuk apa ada penguasa, jika hanya diam saat ada ketidak adilan.
Untuk apa ada tentara, jika lebih takut pada jabatan dan kedudukan.
Untuk apa ada para pemuda, jika lebih cinta pada kenikmatan jasmani semata.
Untuk apa ada para ulama, jika ia tidak berani koreksi penguasa.

Maka, dimanakah amanah kalian ?. Saat kekuasaan, jabatan, kekuatan, dan ilmu ada pada gelar kalian.

Sedangkan, pada kalian yang telah mengetahui akan akar permasalah dunia. Yang bukan hanya pada Rohingya, Myanmar ataupun hanya pada umat Muslim. Namun, pada semua manusia umat lainnya dan pada kehidupan semua makhluk di dunia.

Maka, sudah seharusnya semakin menjadikan diri lebih bertakwa dan menyadari dengan posisinya sebagai pelayan untuk kebangkitan umat. Tidak mengambil dunia, kecuali untuk kebutuhan umat. Tidak menambah ilmu, kecuali untuk kecerdasan umat. Tidak menambah kekuatan, kecuali untuk melindungi umat. Tidak tampil kedepan, kecuali untuk penyadaran umat. Tidak menyembunyikan diri, kecuali untuk kebaikan umat.

Sungguh, jika demikian maka patutlah mempersiapkan diri untuk menyambut pada kemenangan yang dijanjikan.
Allahu akbar !

Sumber:

Fb: Uli Nice


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!