Friday, September 8, 2017

Mengumpulkan Sesuatu untuk Tak Digunakan

RemajaIslamHebat.Com - Manusia itu makhluk yang unik sekaligus menggelikan. Tidak seperti makhluk hidup lain yang makan secukupnya dan sewajarnya, manusia adalah makhluk yang suka berlebihan.

Makhluk lain makan secukupnya, setelah itu ditinggalkan segala yang ada. Jika besuk nya masih hidup, mereka cari makan lagi secukupnya. Begitu seterusnya... Tak ada beban... Tidak berambisi, berlebihan, dan memonopoli.

Sebaliknya, manusia inginnya menguasai semuanya, ingin memiliki semuanya, ingin menyimpan semuanya hingga cukup dimakan sampai 1000 tahun.

Umur bisa jadi sdh 50 atau 60 tahun, uangnya sudah milyaran bahkan ratusan milyar. Uang tersebut sebenarnya sudah sangat lebih untuk digunakan sepanjang sisa hidupnya. Tapi tetap saja, manusia merasa kurang. Korupsi tetap menjadi intrik tertingginya. Penipuan tetap menjadi khayalan indahnya. Kerakusan tetap menjadi tabiat alamiahnya. Menjilat tetap menjadi hobinya.

Segala hal dilakukan demi menumpuk pundi-pundi yang diimajinasikan akan abadi selamanya. Halal - haram sama sekali tidak masuk perhitungannya. Merugikan orang lain sama sekali tak jadi perhatiannya. Pokoknya yang diperhatikan hanya uang dan kekayaan yang terus bertambah hingga dikhayalkan cukup unk hidup 1001 tahun lagi.

Padahal, siapapun dia, sekaya apapun dia, setinggi apapun asetnya, sekuasa apapun dia, setinggi apapun jabatannya, dan sehebat apapun dia, manusia akan berakhir dengan kematian, dalam waktu yang singkat. Bahkan tak sampai 0,01 dari waktu hidup yang selalu dikhayalkan.

Manusia akhirnya akan mati, meninggalkan apapun yang dimilikinya dan diusahakan dengan susah payah dan pengorbanan hebat tiada tara.

Segalanya hanya menjadi sesuatu yang tak ada gunanya bagi dirinya. Manusia mengumpulkan dunia dengan tetesan peluh dan rasa nyeri yang selalu menyertainya, tetapi semuanya ditinggalkan sebagai seonggok sampah yang tak berguna.

Tetapi memang begitulah manusia. Itulah sifat alami yang diciptakan Allah padanya. Manusia hanya akan memahami hakikat ini jika mereka mau menundukkan sedikit egonya untuk dibimbing oleh wahyu dari langit.

"Kalian telah dibuat lalai untuk berlomba banyak-banyakan (harta dan pengikut). Hingga (tiba-tiba) kalian mendatangi kuburan. Janganlah begitu, kelak kalian  akan mengetahuinya. Kemudian, janganlah begitu, kelak kalian akan mengetahui.  Janganlah begitu, jika kalian telah mengetahui (yang hakikatnya) dengan pengetahuan yang meyakinkan. Niscaya kalian akan melihat neraka jahim. Sungguh kalian akan melihatnya dengan ainul yakin.  Kemudian, kalian pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang telah diberikan kepada kalian). " (TQS.  At-takasur)

*****
Sebuah nasihat untuk diri sendiri dan para sahabat tercinta. Dapat informasi bahwa malam tadi guru dan senior telah menyelesaikan misi hidupnya di dunia ini. Insya Allah akan dimakamkan siang ini. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan menerima semua amal baiknya.

Kita masih nunggu antrian dan belum tahu waktu dipanggil. Namun yang pasti kita akan dapat giliran, baik kita sudah siap atau belum.

Wallahu a'lam.

Penulis : Ustadz Choirul Anam


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!