Saturday, September 2, 2017

Meneladani Kekasih Allah

RemajaIslamHebat.Com - Sahabat muslimah, sosok yang akan kita bahas kali ini adalah seornag manusia luaarr biasa. Yang Allah memberikannya berbagai keistimewaan. Dalam sebuah hadits, rasulullah SAW telah melarang ummatnya untuk memberikan nama ‘kholilullah’ (kekasih Allah). Apa pasal? Karena kekasih Allah di dunia hanya satu, yakni Ibrahim as.

Dalam surah Al-Mumtahanah ayat 4, Allah menyebut Nabi Ibrahim sebagai uswah hasanah. Hanya dua usawah hasanah yang Allah sebutkan dalam al-qur’an. Rasul kita Muhammad SAW. (surat Al-Ahzab 21) dan Nabi Ibrahim. Dan pastinya, Allah memilih manusia terbaik untuk dijadikan teladan 0leh hamba-hambaNya, dan hanya sosok-sosok terpilih saja, yang Allah sebut nama beserta kisahnya dalam  kalamNya dan sabda rasulNya yang mulia.

Nabi Ibrahim adalah teladan yang baik. Betapa tidak, al-quran dan hadits banyak menceritakan kisah beliau. Alquran memuat surat yang bernamakan beliau, surah Ibrahim. Bahkan nama beliau disebut sebanyak 96 kali dalam al-qur’an.

Saat kita hendak mengambil ibrah dalam perihal tauhid atau aqidah, Allah menjadikan nabi Ibrahim sebagai contoh dalam surah Al-An’am ayat 75 hingga 80. Melalui proses ‘pencarian’ beliau menuju iman, kita bisa belajar bahwa keimanan pada Allah yang menancap kuat dan shahih harus melalui aqliy. Melalui tafakkur atau berfikir tentang alam semesta, kehidupan dan manusia. Hingga kita yakin bahwa dibalik ketiganya ada dzat yang MAha pencipta, dialah Allah SWT.

Saat kita hendak belajar ketaatan terbaik, kita bisa mempelajarinya dari surah Ibrahim. Bagaimana ia dengan penuh ketundukkan, ketaatan dan tawakkal meninggalkan istri dan anaknya di lembanh gersang, demi mentaati perintah tuhannya. Begitu pula dalam surah Ash-Shaffat, betapa ujian ketaatannya Allah ulangi dengan memerintahkannya menyembelih putra tercintanya.

Saat kita mengalami musibah atau bala’, baik itu berupa teguran atau ujian, mari berkaca pada kekasih Allah ini. Beliau yang mendapat gelar ‘Khalilullah’, namun Allah mengujinya dengan berbagai hal. Ayahnya kafir bahkan memusuhi dakwahnya. Beliau diusir kaumnya bahkan dibakar pemimpinnya karena mempertahankan iman dan mendakwahkan Islam. Saat beliau menikah, hingga beliau diuji dengan tak jua memiliki momongan. Hingga 100 tahun lamanya Allah baru mengkaruniakannya keturunan. Dan ketika Allah memberikannya keturunan seorang putra, Allah mmerintahkannya untuk meninggalkan putranya yang masih menyusu beserta istrinya di lembah gersang tak berpenghuni. Bahkan saat bayi tersebut tumbuh besar menjadi anak tampan nan shalih, Allah memerintahkannya untuk menyembelih putranya. Masya Allah. Beginilah Allah ‘memperlakukan’ kekasihnya. Allah terus-menerus menguji cintanya dengan musibah. Dan nabi Ibrahim benar-benar teruji kecintaannya. Musibah demi musibah, nikmat demi nikmat yang Allah beri, tak membuatnya berpaling dari kecintaan pad RabbNya.

Saat mencari doa-doa terbaik, dalam alquran dan as-sunnah bertebaran doa-doa yang diajarkan beliau. Berdoa meminta anak yang shalih, doa-doa terbaik untuk anak-anak kita, doa untuk negeri dan banyak doa lainnya.

Bagi para ayah, Allah telah menjadikan #Ibrahim as. sebagai teladan terbaik. Bahkan beliau dijuluki Abul Anbiya’, ayahnya para nabi. Kedua putra beliau nabi, cucu-cucu hingga keturunana beliau banyak yang Allah angkat menjadi nabi. Dalam al-qur’an dan as-sunnah banyak tertulis bagaimaan sosok beliau sebagai ayah yang hebat bagi kedua putranya. Mendidik mereka serta mendoakan mereka.

Saat menjadi suami, dalam shahih Bukhari, Rasulullah SAW banyak mengisahkan bagaimana Ibrahim as. mendidik istri-istrinya menjadi wanita shalihah sekaligus ibu yang hebat bagi putra-putranya. Beliau juga mencontohkan dengan cerdas bagaimana memenej perasaan mereka berdua.

Sedangkan keluarga Ibrahim, masya Allah…betapa banyak kemuliaan yang Allah berikan kepada meraka. Betapa banyak pelajaran yang bisa diambil dari kasha mereka. Allah telah memuliakan keluarganya dengan menyebut keluarga beliau as. dalam al-quran, bahkan mengisahkan kisahnya bersama istri-istrinya dan anak-anaknya dalam al-quran dan as-sunnah.

Allah memuliakan mereka dengan memerintahkan kaum muslimin, siang dan petang untuk selalu bershalawat tak hanya kepadanya, beserta keluarganya. Sebagaimana shalawat Ibrahimiy yang telah diajarkan rasulullah SAW dan kita baca dalam tahiyat akhir.

Allah juga mengabadikan pengorbanan yang dilaluinya beserta keluarganya dalam manasik #haji. Dalam rukun-rukun haji. Sa’i, jumrah dan lainnya. Allah juga telah mengabadikan ketaatannya dalam perintah menyembelih anaknya menjadi syariat qurban.

Masya Allah,,,
Sahabat muslimah, mempelajari kisah dan keteladanan beliau seakan tak ada habisnya. Apalagi meneladaninya, mungkin akan sulit bagi kita. Namun begitu, di momen Dzulhijjah yang mulia ini, mari berazam untuk lebih mengenali sosok kekasih Allah yang mulia ini, dan berupaya untuk menaladninya. Sebagiamana seruan Allah dalam Al-Mumtahanah ayat 4. Allahu a’lam bis showab.

Sumber:

Fp: Info Muslimah Jember


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!