Saturday, September 9, 2017

Membaca Buku

RemajaIslamHebat.Com - Di era digital masa kini, semuanya serba di sosmed kan, memudahkan kita mengakses beragam informasi. Entah informasi itu mau sekedar dilihat sekilas, mau digoreng dulu yang setelah matang baru dikunyah, atau malah justru ditelan mentah-mentah. Entah informasi ini bergizi atau malah bisa bikin keracunan, SEMUA itu ada di era digital saat ini. Mau model informasi instan atau yang perlu diolah dulu bisa kita dapatkan dalam Mall besar era digital saat ini.
-
Kemudahan ini patut kita syukuri, walaupun disisi lain kadang malah membuat kita mudah menjadi berpikir dangkal. Karena ada kecenderungan di era sosmed ini orang suka membaca sekilas-sekilas saja dengan mengabaikan pendalaman dari yang sekilas-sekikas itu. Indikasinya like n share sesuatu yang " heboh " yang parahnya like n share itu tidak dimulai dengan pembacaan yang mendalam. Ya memang dalam banjir bandang informasi saat ini, pemungutan kedangkalan informasi ini bisa menimpa saja, bahkan yang sudah terbiasa berpikir mendalam sekalipun.
-
Ada kegatelan dari jari-jari kita untuk sesegera mungkin menshare sesuatu yang kadang kita tidak tahu apa persisnya dari yang kita share itu. Jari-jari yang menggerakkan tentu adalah Akal sadar kita. Yang itu artinya sedikit banyak menggambarkan kondisi alam pikiran kita, sejauh mana kemampuan kita berpikir.
-
Berbeda dengan era digital yang informasinya sekedar berupa lalu lintas informasi yang pendek-pendek, membaca buku melatih kita untuk fokus, melatih kita untuk lebih mendalami lembar demi lembar, termasuk kesabaran dan stamina khusus untuk menyelesaikan buku yang dibaca. Karena agak berat barangkali sebagian dari kita belum sampai selesai lembar terakhir dari buku, kita sudah terbawa di alam mimpi, dan atau buku kita meusiumkan di rak berjajar. Walaupun begitu membaca buku melatih kita untuk lebih mendalam. Dan tentu saja menambah kedalaman dan kewaspadaan dalam melihat situasi sekitar. Termasuk kedalaman dan kewaspadaan ketika dalam menampung beragam informasind8 era banjir bandang informasi ini. Kita jadi sedikit banyak bisa mengidentifikasi mana informasi sampah, mana informasi bergizi, mana yang mentah, mana yang sudah matang. Sehingga akhirnya kita tidak sekedar " waton jeplak ".
-
Dengan membaca buku, kita diajak untuk terbuka memahami sebuah informasi, belajar untuk bisa berempati dalam diskursus ide, yang secara otomatis kemampuan literasi kita meningkat menjadi lebih baik. Namun bukan berarati bahwa rajin membaca buku menjadikan kita sok-sok an, tetapi untuk MELATIH kemampuan berpikir kita. Tidak semua buku yang kita baca kita telan mentah, toh kalaupun barangkali kita tidak sependapat dengan penulis buku, minimal sekali kita bisa memahami alur berpikir yang digunakan oleh seorang penulis. Toh kalaupun kita tidak sependapat dengan isi suatu buku, kita bisa menghargai penulis buku yg sudah bersusah payah menyusun tulisannya dengan bentuk merancang sebuah argumentasi yang tertata pula sebagaimana buku yang kita tidak setujui isinya.
-
Apalagi di Negeri kita saat ini dengan sensitifitas yang meruncing betapa pemikiran mendalam amat ditekankan, sehingga kita tidak terjebak pada slogan-slogan yang kadang kita sendiri tidak bisa menjelaskan apa maksudnya. Disaat dunia hari ini dengan mudahnya menganggap anti ini, anti itu, tidak perlu diskusi dan berbagai ungkapan serupa , menjadi penting untuk meningkatkan kemampuan berpikir.
-
Sehingga nasihat Bung Rocky Gerung ( Dosen filsafat UI ) untuk menaikkan IQ,  saya menilai maksudnya adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kita, dengan tambahan dari saya meningkatkan daya baca kita. Harapannya jangan sampai IQ kita 200 tapi digabung sekolam. Selamat membaca.
-
08/08/'17
-
Pict : Gerakan Wonosobo Seneng Maca, Perpustakaan Wonosobo.

Penulis : Pristian Surono Putro

Sumber:

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10207847638228779&id=1830087963


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!