Thursday, September 7, 2017

Makin Gelapnya Malam, Tanda Fajar Kan Segera Menjelang

RemajaIslamHebat.Com - Pada akhir tahun ke-6 nubuwwah paman Rasulullah saw, Hamzah bin Abdul Muthalib masuk Islam, yang kemudian diikuti oleh Umar bin Khattab. Dengan Islam nya dua orang kuat Quroisy ini menimbulkan semangat dan optimisme baru bagi kaum muslimin. Rupanya Allah swt mengabulkan doa Rasulullah saw sbgmn diriwayatkan oleh At Tirmidzy dr Ibnu Umar ra. " Ya Allah kokohkanlah Islam dgn salah satu dari dua orang yang paling Engkau cintai, Umar bin Khattab atau Abu Jahal bin Hisyam", dan ternyata Allah swt memilih Umar bin Khattab...

Dan tak berapa lama dari peristiwa ini, maka turunlah QS. Al Hijr 94-96, yang berisi perintah untuk da'wah secara terang-terangan, " Maka sampaikanlah olehmu apa yg telah diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang musyrik. Sesungguhnya Kami telah membalaskan bagimu kepada orang yang suka mengolok-mengolok, yaitu orang-orang yang menjadikan Tuhan lain menyertai Allah, maka kelak mereka akan mengetahuinya "

Konsekuensi dari penyampian da'wah secara terang-terangan ini sangat berat dirasakan oleh kaum muslim. Karena Rasul dan para sahabat secara terang-terangan mengungkap semua bentuk penyimpangan dan kebiasaan yang dilakukan oleh Kafir Quroisy, penyimpangan akidah yang menyembah berhala, penyimpangan moral yang melakukan pembunuhan terhadap bayi perempuan yang tidak diinginkannya, kebiasaan buruk berjudi dan mengundi nasib, mabuk-an dan melakukan aktivitas riba serta segala bentuk kejahilan lainnya....

Dengan tegas dan lugas, Rasul meluruskan hal itu semua, mengajak untuk meninggalkannya dan menerima Islam berikut ajarannya. Lalu bagaimana reaksi Quroisy...??

Berbagai cercaan, hinaan, ejekan hingga kekerasan diberikan kepada Rasul dan para sahabat. Dan tak ketinggalan pula rayuan, ditawarkan jabatan, harta dan wanita, asal Rasul mau meninggalkan da'wah...

Mereka sama sekali tidak ingin menerima da'wah, karena mereka tahu, bahwa Islam akan mengancam eksistensi mereka, Islam akan memaksa mereka utk meninggalkan semua sistem kehidupan yang mereka jalani selama ini. karena itu lah mereka mati-matian menentangnya, memusuhinya, menghasut masyarakat agar antipati dan membenci Rasul dan para sahabat.

Julukan orang gila, tukang sihir, pemecah belah keluarga semua disematkan pada Rasul dan para sahabat, meskipun sejujurnya mereka tahu bahwa Rasul tidak seperti yang mereka tuduhkan. Gila ?, tidak ada tanda-tanda kegilaan, tukang sihir ?, tidak ada aktivitas layaknya tukang sihir, sampai didapat lah julukan yang dirasa tepat, yaitu "menyihir dengan kata". Masyarakat ditakut-takuti agar tidak mendekat kepada Rasul, karena ajarannya mampu menyihir dan memisahkan keluarga (ketika sudah masuk Islam)...

Kehidupan Rasul pun dipersempit, karena tak ada orang yang mau bermuamalah dengan kaum muslim hingga pada puncaknya, di tetapkanlah masa boikot, yang ditandai dengan piagam yang digantungkan di ka'bah, berisi larangan untuk berinteraksi dengan Rasul, bani Hasyim dan bani Abdul Muthalib..

Selama 3 tahun kaum muslim berada dlm kondisi mengenaskan, kelaparan karena hanya boleh keluar rumah dan bermua'malah pada bulan-bulan suci dan ibadah haji...

Di balik segala kesulitan ini, ternyata Allah memberikan secercah harapan, pada rombongan haji dari berbagai daerah yang datang ke Mekkah...

Para jama'ah haji ini, telah mendengar berita tentang Muhammad dan pengikutnya dan segala julukan buruk yg melekat padanya..., namun tak disangka justru semua ini, membuat mereka penasaran dan ingin bertemu Rasul, ingin tahu ajaran apa yang dibawanya?, hingga sangat ditakuti seperti itu...

Mereka ingin tahu, bagaimana figur orang yang dianggap sangat berbahaya ini, orang yang dianggap sebagai pemecah belah dan mengancam eksistensi kaum Quroisy...

Diantata para jama'ah haji ini menyengaja untuk menemui Rasul, yaitu yg berasal dari Yartsib (Madinah), untuk bertanya tentang ajaran Rasul. Akhirnya mereka merasa yakin kebenaran ajaran Rasul ini, dan benar beliau (Muhammad) adalah seorang Rasul sebagaimana yg dijanjikan dalam kitab Taurat dan Injil, Rasul terakhir yang membawa ajaran Tauhid sebagaimana Rasul-rasul sebelumnya, karena itulah rombongan haji dari suku Aus dan khajraj ini tidak ragu untuk memeluk Islam.

Berakhir nya masa boikot pada tahun 10 Nubuwwah, setelah dilakukan protes dati irang-irang yang bersimpati dengan Rasul dan keluarga. Piagam yg tergantung di ka'bah juga telah dimakan rayap, sehingga demgan sendirinya terhapus segala klausul kesepakatan dalam boikot tsb.

Pada tahun berikutnya, setelah memeluk Islam, rombongan haji dari suku Aus dan khajraj ini sebanyak 12 org laki-laki kembali menemui Rasul dan memggoreskan suatu momen penting, yaitu peristiwa Baiat Aqobah (1), yg dilakukan di bukit Aqobah, thn11 Nubuwwah.

Isi baiat ini adalah janji setia untuk tidsk melakukan kemusyrikan, tidak mencuri, tidak mencuri, tidak berzina, tdk membunuh anak-anak, tidak mendatangkan bukti palsu dan tidak melakukan maksiat. Inti baiat ini adalah perjanjian untuk menjalankan ajaran Islam dan mereka bersedia mendapatkan azab, apabila melanggar perjanjian tsb...

Sepulang nya dari Mekkah rombongan haji ini, disertai oleh Mushab bin Umair, yang ditugaskan oleh Rasul untuk mengajak penduduk Madinah masuk Islam dan  membina mereka. Setahun berlalu, sampai hampir seluruh penduduk Madinah telah memeluk Islam, kecuali beberapa dari orang Yahudi...

Satu tahun kemudian (12Nubuwwah), datang kembali rombongan haji dari suku Aus dan khajraj ini sebanyak 75 orang (2 diantaranya perempuan), utk kembali menemui Radul dan melakukan baiat Aqobah 2, yang berisi janji setia untuk mengangkat Rasul sebagai pemimpin mereka dengan resiko pengorbanan segala yang mereka miliki demi mendukung da'wah Rasul. Mereka tahu persis resiko yg akan dihadapi, jika Rasul hijrah ke Madinah kelak dan menjadi pemimpin mereka. karena di saat itulah Rasul akan memimpin mereka dengan syariat Islam, yang tentu saja akan segeraberhadapan dengan kekuasaan suku-suku lain di kala itu yang menentang Islam, tak terkecuali Kaum Quroisy. Namun kaum Anshor ini tak mundur dan tetap setia serta sanggup menerima segala resiko pengorbanan...

Setahun kemudian, yaitu thn 13 nubuwwah, Rasul hijrah ke Madinah, meski dengan  ancaman pembunuhan, akhirnya dengan didampingi sahabat Abu Bakar r.a, sampailah Rasul di Madinah yang disambut dengan suka cita oleh seluruh penduduk Madinah. Inilah momem bersejarah, di mulai nya tonggak baru kehidupan Islam dalam berbangsa dan bernegara. Momen dimana syariah Islam diberlakukan secara menyeluruh....

Mengambil Pelajaran dari Shiroh Rasul...

Wahai saudaraku..., bergembira lah...apa yg kita alami saat ini, juga pernah dialami oleh Junjungan kita Rasulullah Muhammad saw.

Jangan bersedih..., karena sunnatullah perjuangan akan selalu seperti ini. Para Rasul dan orang-orang yang beriman tak ada yang mulus dalam menyampaikan Risalah, oasti mendapatkan ujian dan resiko yang berat...

Berbahagia lah karena kita pun mengalami hal ini, dan ini suatu bukti bahwa kita masih berada pada manhaj Rasul yg lurus, istiqomah, hingga saatnya pertolonganNya tiba...

Dibalik kesulitan, pasti ada kemudahan. Dan makin gelapnya malam, tanda fajar kan segera menjelang...

Penulis : Ustzh. Reta Fajriah

Editor kata : Hardi Jofandu


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!