Sunday, September 10, 2017

Kuatnya Jiwa Sandarkan padaNya

Oleh : Abi Umar

SUNGGUH fenomenal, generasi muda saat ini berbanyak dirundung rapuh. Mereka berleha. Menghabiskan waktu tanpa karya. Berbangga dengan trend gaya dan casing diri, tapi sesungguhnya makin rapuh. Majunya zaman tak membuat mereka makin kukuh. Justru saat negeri ini berteriak keras membutuhkan tangan generasi belia. Bagaimana nasib bangsa ini, dikemudian hari? Mungkinkah mereka yang rapuh kan jadi penyelamatnya?

Sulit di nalar rasanya. Bagaimana mungkin mereka membangun peradaban, urusi diri sendiri saja masih linglung di telan zaman. Tapi akankah pembiaran itu justru disambut dengan bangga oleh generasi tua?

Tidak bisa tidak, menjadi dan mencipta generasi yang kuat adalah kebutuhan kita bersama agar terhindar dari kepunahan. Kepada siapa hendak kita bercermin? Kan bertauladan?

Kuatkan Dirimu Sebab Allah tak Pernah Salah mengirim takdirNya. Inilah satu diantara ciri generasi yang kuat dan mandiri. Tidak takut pada siapa pun kecuali pada Allah. Tidak bersandar dan berharap pada siapa pun kecuali pada Allah. Ia terhormat di mata manusia dan mulia dihadapanNya. Izzahnya begitu kuat lantaran teguhnya iman dalam dada.

Inilah generasi yang dicontohkan Rasulullah. Dengan bekal keimanan yang kuat seperti pesan Rasulullah pada Ibnu Abbas saat ia berusia antara 8 th sd 12 th. Namun paham dan berjibaku dengan pesan sang Nabi. Jadilah pemuda yang patut dibanggakan di zamannya. Bahkan melintasi zamannya hingga kita berada.

Beginilah pesan Nabi pada Ibnu Abbas. Sebagaimana Abdullah bin Abbas –radhiallahu anhu- menceritakan kisah hidupnya: Dahulu aku berada dibelakang Nabi –Shallallahu alaihi wa sallam- di atas kendaraannya kemudian ia berkata:

“Wahai anak muda, sesungguhnya aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat; Jagalah ALLAH niscaya Ia akan menjagamu. Jagalah ALLAH niscaya kau akan mendapati NYA di hadapanmu. Jika engkau berdo’a, berdo’alah kepada ALLAH. Dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada ALLAH.

Dan ketahuilah! Sesungguhnya, seandainya seluruh manusia bersatu ingin memberikan kebaikan kepadamu, mereka tak akan sanggup kecuali sebatas apa yang telah ALLAH tetapkan bagimu.

Juga, seandainya seluruhnya mereka bersatu ingin mendatangkan keburukan kepadamu, mereka tak akan sanggup kecuali sebatas apa yang telah ALLAH tetapkan atasmu.

Kalam telah diangkat dan lembaran-lembaran catatan taqdir telah terlanjur kering.” (H.R. Tirmidzi dan ia berkata: Hadits hasan shohih.)

Bukankah Allah tak akan salah mengirimkan takdirNya? Lalu kenapa engkau masih ragu tuk tampil menjadi generasi yang mandiri, kuat dan tangguh????

Jawaban ada di tangan Anda. Engkaulah yang di nanti peradaban ini.

Tulisan lain fb Umar Hidayat :

YANG BERTANYA SERAYA MENJAWABNYA SENDIRI
Abi Umar Hidayat

“Inginkah kalian kuberitahu tentang siapa dari kalian yang paling kucintai dan akan duduk di majelis terdekat denganku di hari kiamat?”

Demikian baginda Nabi menyergap perhatian para sahabat. Terperanjatlah para sahabat, sehingga Nabi mengulang untuk kedua dan ketiga kalinya. Seolah ingin menyampaikan berita besar yang dirindui para sahabatnya.

Coba bayangkan siapa yang tidak pingin menjadi orang yang paling dicibtai Rasulullah? Setiap kita yang beriman pasti memburunya. Tak satupun menolaknya.

Apalagi siapa yang tidak kepencut hatinya jika kelak dikemudian hari di akhirat kelak, duduk  bersanding satu majlis bersama Nabi. Pasti. Pasti, setiap kita juga mengharapkannya.

Maka kemudian Para sahabat menjawab “Iya, ya Rasulullah !”

Rasulpun segera bersabda, “Orang yang paling baik akhlaknya.”
Demikian Imam Ahmad meriwayatkan hadis ini.

Di zaman yang serba terbalik ini, hadis ini begitu bermakna. Hujah yang  menghujam dalam di setiap keinginan jiwa  untuk mencarinya dan meneguhinya. Meski telah menjadi makhluk langka yang hampir-hampir menjelang kepunahannya. Tapi menjadi bukti kebenaran sabdanya.

Subhanallah. Rasulullah mengukur kecintaanya pada para sahabat bukan pada harta. Bukan Kedudukan. Bukan prestasi. Bukan nasab. Tapi sesiapa yang paling baik akhlaknya.

Karena akhlak sesungguhnya buah dari iman dan amal sholih seseorang. Karena akhlak sesungguhnya perkara yang menandai peradaban agung setiap zaman. Bangsa yang besar adalah bangsa yang bermartabat, beradab, berbudi, berkarakter, dan berakhlak mulia.

MARI rekatkan sesama anak Bangsa dengan AKHLAK MULIA.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!