Sunday, September 10, 2017

Kisah Haru Masa Lalu

RemajaIslamHebat.Com - Hampir tak pernah kuliat ia menangis. Sore itu air matanya mengalir. Beliau memintaku agar jangan meminta yang berbeda.

Awalnya biasa, meski agak berat beliau mau menerima. Tapi jelang hari H semua kata yang selama ini hanya diduga, terungkap nyata sampai ke telinga.

"Wah bakal banyak yang ga datang kalau begini caranya". "Bisa-bisa tak ada tetangga yang mau jadi panitia". "Sudahlah, seperti biasa aja tempatnya tidak memungkinkan". dll

Fakta yang ada hampir semua membela apa yang mereka kata. Jalan super sempit, tak ada halaman. Pintu masuk beda arah sejak puluhan meter di muka. Dan ini pertama kalinya di sana.

Antara perintah-Nya dan tangisan orang tercinta. Diantara banyak yang menyalahkan ke-keukeuhan-ku, ada seorang bijak merayuku "sudah ya, yang penting sudah usaha". Kalo memang tidak bisa tak mengapa. Alloh Maha tahu, kasiah abah pian (ayahmu)".

Malam yang paling menegangkan. Airmata menghiasi segala kata dan doa. Berharap Alloh Maha Kuasa mengatur segalanya sesuai rencana. Sambil terus berusaha semaksimalnya.

Alhamdulillah nikmat tiada terkira. Semua berjalan lancar. Pro kontra jangan ditanya. Tapi itu semua hanya sementara. Karna jikapun kita ikuti apa yang sudah biasa, siapa yang jamin kita terhindar dari cela?

Baik atau buruk tetap 'dikuya' (jadi pembicaraan), itulah manusia. Lebih baik bersandar pada-Nya. Baik buruk jelas takarannya, baik buruk adil balasannya. Dan hanya Dia yang tak pernah membuat kita kecewa. Alloh Swt.

*Yang sedang berjuang, tetap semangat

#SeptemberCeria
#11TahunSudahBerlalu
#DuluTegangSekarangSenangSaatMengenang

-WuD- 09.09.17

Tulisan lain Umi Diwanti :

KADANG..

Komen nylekit itu bukan karna tak sepaham. Tapi salah paham. Meski ada yang memang pahit karna beda paham.

Kadang merasa aneh. Ini komen ko maki-maki penulis padahal yang dia maksud sama dengan yang penulis maksud.

Biasanya karna baru baca judul sudah langsung mainkan jempol. Baca baru sekilas sudah tak sabar mau membalas.

Baca perlahan hingga akhir. Resapi benar apa kiranya yang ingin ia utarakan. Jikapun rasa bertentangan, ga ada salahnya lebih dulu 'berkenalan'.

Cek tulisan/share-share an orang tsb di berandanya. Jika isinya kurang lebih isi beranda kita. Artinya kita dan dia sama, hanya berbeda dalam bahasa.

Karna tak semua orang pandai menyusun kata. Kadang maksudnya membela kita, yang terbaca seperti menghina.

Jikapun dititik akhir pencaritahuan memang pendapatnya bersebrangan. Tetaplah adab perlu diutamakan.

Meluruskan itu keharusan. Menata kata agar tetap nyaman pun patut diusahakan.

#RamaiKomenGaNyambungSamaTulisan
#PelajaranBuatDiriSendiri
#MohonMaafAtasSalahdanKhilaf

-WuD- 6.9.17

Sumber:

Fb: Umi Diwanti


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!