Wednesday, September 6, 2017

Kerlingan Cinta dari Sahabat, Persahabat yang Terbabat

RemajaIslamHebat.Com - Familiar dengan lagu yang dipopulerkan oleh Sind3ntosca ini?
Persahabatan bagai kepompong
merubah ulat menjadi kupu – kupu.
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah
Persahabatan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan
Persahabatan bagai kepompong
Ke pom poooong
Na na na na na.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Tak berselang lama ada yang bikin plesetan bahwa persahabatan itu memang seperti kepompong (Kepo dan Rempong). Tapi sebelum kita terlalu jauh membahas tentang kepo dan rempongnya kita fokus dulu ke metamorfosis kupu – kupu.

Seperti pelajaran IPA waktu kita masih bau kencur pada zaman baheula, kita sudah diperkenalkan dengan metamorfosis makhluk indah ini yaitu dimulai dari telur -> ulat baru menetas -> ulat berganti kulit -> ulat dewasa -> ulat sebelum menjadi kepompong -> kemudian kepompong -> lalu kupu2 keluar dari kepompong.

Taraaaaa, jeng jeng…..

Kupu2nya sudah mengepakkan sayap menjamah semesta, test drivenya despacito aja yaahh, ntar sayapnya fraktur (baca, patah) lho, jangan lupa balik ke rumah, daaagghhh. (Eitzzz, emang rumah kupu2 dimana yah #seriusmikir)

Nah persahabatan juga layakya seperti kupu – kupu, bermetamorfosis. Kalo metamorfosis persahabatan kurang lebih gini, sengaja ato tak sengaja beradu pandang – kenalan – kenal – sering bareng – dia ngertiin kita banget – kitanya juga ngertiin dia banget - kepo – klop -  rempong - seru – nyambung - kagum– nyaman – suka – cinta – sayang – gak jadi nikah #eaaaaa. Ini bisa disimpulkan menjadi baper (bawa perasaan), Koper (Korban Perasaan ) dan Bagasi (Bahagia kagak, sedih ia).

Etapi kali ini pembahasannya dispesifikkan antara persahabatan planet Venus dan Saturnus yaahhh alias  persahabatan si Mas Kulin dan Mbak Kulin , hehehe.

Sepertinya akan menjadi hal langka tatkala si Mas Kulin dan Mbak Kulin mengutas benang persahabatan lalu mengusung platonik  sebagai platform (baca, prinsip).

Oia platonik itu sederhananya bermakna gini, Mbak Kulin dan Mas Kulin menjalin persahabatan hakiki, pure binti murni sebatas sahabat doang, gak disisipi raisa eh rasa ( nafsu / birahi ) walau seinci, semilli, secuil, atau seupil. Sekali lagi tidak ada!! walau setetes, setetes (jadi nyasar ke lagunya bang Roma, hehehe) gimana, sudah sepakat kalo susah nemuin model persahabatan yang  begini kan? limited edition pemirsa.

Yang mafhum terjadi tuh akan ada rasa yang bikin dada kekurangan pasokan oksigen dan hidung jadi kembang kempis kayak balon, sesak. Rasa yang awalnya bias2 kasih alias biasa – biasa saja menjelma menjadi rasa jelangkung manja yang lagi metik kangkung, tiba2 aja nyusup ke rongga hati tanpa diantar, juga tak dijemput.

Sebenarnya rasa yang datang menyapa pengen diusir cantik ala inces sih, tapi koq ia enggan untuk minggat??? Jadinya boro2 mau nerapin platonik, yang ada malah jadi plankton berton - ton. Hehehe .

Baiklah……….

Tentu kita sudah bisa membedakan klasifikasi antara teman, rekan, kenalan, dan sahabat bukan? Ini penting sekali kita ketahui karena teman belum tentu jadi sahabat. Mendapatkan sahabat tak semudah memindahkan channel TV menggunakan remot, yang hanya 1 x pencet siaran yang diinginkan langsung nongol.

Di antara gugusan piramida hubungan antar manusia, piramida persahabatanlah atau friendship yang paling siip. Lho, masak persahabatan, bukannya pacaran yang menduduki posisi paling puncak? Jelas bukan pacaran lah, pacaran mah banyak bohongnya, banyak jaimnya, banyak ngandalin “casing sm cover” doang.

Nah kalo persahabatan, nyungsep lebih dalam lagi ke palung jiwa, lebih tulus, apa adanya dan inilah “penampakan” asli gue dari A – X, meliputi tampang saya, sifat saya, karakter saya sampai duit saya CUMA segini. Y - Znya gak usah disebut karena ini domain privasi kamu saat lagi ngilangin sel – sel kulit wafat di kamar mandi dan saat dirimu jadi bunglon alias ganti kostum.

Next

Daur persahabatan ini butuh waktu dan proses. Beda dengan pertemanan, untuk memandat dan mendaulat seseorang menjadi teman, kualifikasi dan standarisasi yang dijadikan nominasi tidak semumet “mengaudisi” seseorang untuk jadi sahabat. Percaya deh, saya berani sumpah. Btw, karena daur persahabatan ini gak instan maka insya Allah ia juga panjang umur lagi awet.

Celakanya eh celakanya????
Ketika persahabatan si Mas Kulin dan Mbak Kulin ini ternoda oleh kerlingan cinta sepihak, dijamin persahabatan yang sudah dipahat sedemikian hebat akan terbabat tak bersisa, bak sabetan samurai, terburai berceceran kemana – mana. Rasa kagum yang semula menjadi pemanis persahabatan, kini berubah menjadi rasa sungkan berbalut mingkem tiap ketemu.

Sungguh persahabatan Mas Kulin dan Mbak Kulin tak selalu semulus kisah kasih si Galih dan Ratna.

So, saya saranin kalo nyari sahabat cari yang sesama jenis aja deh, Mas Kulin ama Mas Macho, trus Mbak Kulin sama Mbak Feminim. Karena menurut pengamatan saya, tatkala salah satu memendam rasa, lantas  ketika diungkapkan hasilnya ZONK melompong??? Hadeeeewww perih jendral!!

Dan kalopun tidak berjodoh, perasaan dia gak bakalan raib tuh, dijamin bakalan berlumut dalam karang hatinya. Meski ia telah berumah tangga dengan orang lain, tapi kolase kenangan kalian tak akan pernah bergeser walau sepeser, beneran!

Belum lagi kalo salah satunya naksir trus yang ditaksir ini gak peka, yang ada malah curhat mulu tentang orang lain yang dia taksir, huuuuufftttt sakitnya tuh dari ujung kuku kaki sampai ujung kutila rambut. Berasa pengen nangis guling – guling di pojokan, hiks hiks. Jurang mana jurang, pengen terjun bebas aja.

Intinya jangan ada Zigaz diantara kalian yaahh. Bukankah Zigas telah memprediksi bahwa mungkin ini adalah cobaan untuk persahabatan? Zigaz udah ngingetin  kalo dimata zigas dan dimata do’i ada hasrat yang mungkin terlarang.

Satu kata yang sulit terucap hingga batin Zigas tersiksa. Sampe – sampe memelas pada Tuhan minta penjelasan kenapa perasaannya berubah jadi cinta? (Eta terangkanlah) .
Hatinya tak bisa merapikan cinta karena katanya cinta tersirat bukan tersurat, walau bibirnya terus berkata tidak, tapi mata Zigas terus pancarkan sinarnya.

Lalu ia mendapati dirinya semakin tersesat saat  bersama do’I (padahal gak lagi di hutan lho yah, tapi bisa tersesat).

Desah nafasnyapun tak bisa ia teruskan saking dahsyatnya guncangan perasaan yang membelenggu (semoga gak lagi berjuang melawan koma karena nafasnya udah tersengal) hehehe.

Yaaaahh begitulah kalo persahabatan jadi cinta, ribet bin nyiksa sekaligus bikin nyesek.

Penulis :

Sumber:

Fb : Nur Baya


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!