Sunday, September 10, 2017

Kenapa Jemuran Bisa Kering? (Tentang Qadar)

Oleh: Maya Anjaly

TERIK matahari sudah tak terasa setibanya kami di rumah. Auliya dengan sigapnya turun dari boncengan di belakangku. Alih-alih masuk rumah, dia menuju jemuran.
.
"Horeee, pakaianku sudah kering. Pakaian Abi juga, Ummi juga, adik juga, kakak juga, SEMUANYA. Ummi, kenapa sih jemuran ditaruh di luar, bisa kering? Kenapa sih, ada pakaian yang jatuh? Kenapa kalau lagi di jalan, pulang dari sekolah, aku suka ngantuk?"
.
Detik pertama dia membuka mulut, aku tahu. Episode "rentetan pertanyaan Auliya" pun dimulai.
.
"Kan ada matahari. Matahari punya (energi) panas. Dengan panasnya itu, matahari bisa mengeringkan pakaian yang dijemur,." Terangku sambil mendudukkan si bungsu di teras rumah.
.
"Kenapa ada pakaian yang jatuh saat dijemur? karena ada angin yang menjatuhkannya. Angin juga membantu matahari untuk mengeringkan pakaian lebih cepat. Kalau musim hujan, lalu Ummi tidak sempat menjemur baju di luar, Ummi bisa mengeringkan baju di dalam rumah dengan bantuan angin" lanjutku menjelaskan sambil mengibas-ngibaskan kerudung dan saputangan yang terjatuh.
.
"Oh, yang pakai kipas angin itu ya, Mi? Bajunya digantung-gantung semua di dalam, terus kipas anginnya dihidupin, WERRRR, anginnya kenceng niupin baju!" seru Auliya dengan mata berbinar.
.
"Iya. Selain karena Teteh capek, angin juga yang membuat Teteh mengantuk selama perjalanan pulang dari sekolah ke rumah," dengan jemuran sepenuh pelukan tangan, kami berjalan beriringan masuk ke rumah.
.
Auliya adalah anakku yang paling ceriwis dibanding kakak dan adiknya. Dia selalu punya stok pertanyaan yang siap dimuntahkan. Hanya saja, kadang mampat, tepatnya termampatkan olehku. Sifat burukku jika sedang kelelahan, cenderung mengabaikannya dan memintanya untuk mengerjakan aktivitas lainnya.
.
Itulah hal yang selalu aku sesali kemudian. Bukankah dengan mencari tahu dan bertanya tentang banyak hal yang diminatinya adalah ciri anak cerdas? Bahkan saat anak bertanya, itu adalah pintu masuk untuk memberinya pemahaman yang benar. Contohnya seperti yang ditanyakan Auliya di atas. Bukankah itu kesempatan ku untuk mengenalkan tentang materi Qadar yang pernah saya kaji di HTI?
.
Qadar adalah semua khasiat yang ada di dalam benda ataupun kebutuhan jasmani dan naluri pada manusia. Qadar ini berasal dari Allah. 
.
Pertama, khasiat pada benda-benda. Contoh, panas matahari dan angin mampu mengeringkan pakaian yang sedang dijemur. Auliya merasa mengantuk karena ada angin sepoi-sepoi membelainya lembut. Jari Auliya pernah teriris pisau karena pisau mempunyai khasiat memotong. Api bisa membakar dan sebagainya.
.
Semua khasiat itu bersifat tetap, tidak bisa diubah oleh manusia atau makhluk lainnya. Jikalau ada di dalam Alquran termaktub bahwa api tak mampu membakar Nabi Ibrahim A.S, itu karena kehendak Allah pada saat itu, di luar itu khasiat api tetap, khasiat benda lainnya pun tetap sebagaimana Allah ciptakan.
.
Kedua, kebutuhan jasmani (hajatul udhawiyah) dan naluri (gharizah). Kebutuhan jasmani, misalnya kita makan jika lapar, minum saat kehausan dan tidur karena mengantuk. Naluri, misalkan  kita shalat karena dorongan naluri beragama (gharizah tadayyun), kesal saat teman merebut milik kita adalah naluri mempertahankan diri (gharizah baqa'), seorang lelaki menyukai seorang wanita dan menjadikannya pasangan hidup adalah khasiat dari naluri melangsungkan keturunan (gharizah nau').
.
Semua khasiat pada benda, kebutuhan jasmani dan naluri pada manusia ini, diberikan kebebasan pada manusia untuk memilih. Mau dipakai sesuai perintah Allah atau untuk melanggar perintahNya. Jika sesuai perintah Allah akan mendapatkan pahala, jika sebaliknya, kita telah berbuat dosa. Begitulah sekilas tentang qodar. Jelas kan?


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!