Friday, September 1, 2017

KARENA CINTA PERLU DIJAGA

RemajaIslamHebat.Com - Entah pencitraan macem apa yang sudah saya lakukan, sampai ada seorang ibu muda bertanya pada saya: Mbak, resepnya apa sih biar rumah tangga nggak berantem terus? Kaya Mbak Wulan ini lho..

Haaaaaaaaah..... ini fitnah dari manaaa.....

Kata siapa saya dan mister nggak pernah berantem? Huuu kalo nggak berantem ya bakat eksplorasi lisan saya nggak terwadahi donk yaa.. secara saya paling demen yang namanya ngomong.

Dan lagi, apa iya sih ada rumah tangga yang adeeeem terus gitu. Sedangkan rumah tangga Rasulullah dengan Aisyah aja diwarnai aksi ngambek kok. Apalagi saya, yang ngambek dan sebangsanya itu sudah jadi passion menetap.

Mungkin kami (tampak) adem ayem nggak pernah berantem karena kami memang nggak mainan sosmed untuk curhat. Kan banyak ya.. istri atau suami yang berantem dikit pasang status BBM, debat dikit status whatsapp ganti. Gerah dikit status facebook membara. Membuat circle mereka tahu apa yang terjadi pada Pasutri ini.

Kedua, kami memang hampir nggak pernah pasang foto-foto berdua. Bukannya sok cool atau gimana ya, dasarnya kami ini nggak ada satu pun yang senang difoto. Trus hubungannya dengan tampak harmonis? Ya karena nggak pernah aplot foto berdua, orang jadi luput menilai kami. Jadi nggak menilai gesture kami di depan kamera. Aman, dan dianggap adem.

Tapi kalau tukar pendapat alias berantem mah ya pernah lah.. dari hal remeh semacam bahas ART, bahas kerjaan rumah, sifat-sifat saya, sampai hal yang berat. Pernah.

Dan biasanya sih saya yang menyulut pertengkaran ini. Maksudnya ngotot begitu.. si mister bagian ngademin, ngasih-ngasih tausiyah, dan setelahnya rasa kesel saya dan dia reda sendiri.

Kalau habis berantem apa hubungan masih hot panas membara?

Bokis bener kalau saya bilang iya. Pasti ada fase anjlok dan drop-nya dulu. Dan di sinilah kami sadar benar bahwa cinta nggak bisa dipaksa terus berada di level 100%. Kadang sampai plafon, kadang keser-keser di lantai atau merangkak di kaki sofa. Dan tugas kami berikutnya adalah berusaha menaikkan level itu dan menghangatkan kembali hubungan kami.

Dulu, waktu anak baru satu, kami punya rutinitas “pillow talk” setiap malam. Ngobrol ngalor ngidul sambil tiduran, sementara si anak berada di samping kami. Yang dibahas macem-macem dan biasanya remeh. Sunlight yang lagi promo di Superindo, orang yang tadi saya jumpai di jalan, kadang juga gosip-gosip artis :D

Ngomongin soal artis, mister ini kan cowok ya.. (ya iyalaaah masa cewek. ) jadi nggak begitu interest tentang hosip artis. Jadi kalau saya bahas penyanyi anu, aktor itu dan sebangsanya, doi gagap lidah. Tapi belakangan nggak tahu kenapa pengetahuannya soal dunia gemerlap kok jadi ada peningkatan.

Pernah saya cerita:
“Eh si A kan mau nikah sama R”
“A yang kata kamu suaranya merdu itu?”
“Iyaaa..”
“Eh bukannya dia mau nikahnya sama si M?”
“Ish ayah tahu darimana?”
“Google lah..”

See? Sudah meningkat kan? Emang cinta itu kadang membuat gosip artis terasa begitu bermakna :D

Kok jadi ngomongin gosip ya -__-

Intinya, hal yang kami bahas itu remeeeh sekali. Kelasnya amat sangat nggak penting, yang kalau nggak dibahas pun tidak mempengaruhi stok beras di rumah.

Tapi dari sini kami menyemai cinta. Dari canda tawa remeh seperti ini kami jadi bisa berpelukan dengan riang gembira, dan melupakan hari yang terasa begitu menyiksa.

Sekarang dengan tiga anak, pillow talk itu tinggal kenangan.

Gimana enggak.. tiap pulang kerja, bujang kami sudah berjejer rapi minta gendong, minta didongengi, minta dirakitin robot, dan segala aktivitas lelaki yang mungkin bagi mereka tidak bisa saya lakukan se-asik ayahnya.

Jadilah kalau malam, kami tidur kelelahan. Belum si bayi yang masih saja ngajak begadang. Bantal kami jadi sepi dari canda tawa.

Tapi kami punya pelariannya. Apa lagi kalau bukan lewat SMS. Hahaha... Emang ya.. dibilangin kami ini levelnya katro banget kok :D

Yang dibahas? Ya apa lagi kalau bukan hal yang nggak penting. Misalnya kemarin saat suami dalam perjalanan dari Solo menuju Jakarta naik bis. Saya di sini dengan tiga anak, dan salah satunya sedang patah tulang jadi sedikit rewel. Hari saya berat, dan tentu butuh hiburan batin.

Saya ajak si mister SMS-an. Saya kasih dia pertanyaan level bawah semisal: Paling suka aku pakai baju apa? Kok kamu orangnya pendiem sih? Kalau aku mati apa yang kamu lakukan? Yang membuat saya sukses tertawa kepingkel-pingkel sambil menggendong bayi. Dan merasa kangen setengah mati dengannya.

Hal remeh ini yang menguatkan hubungan kami, membuat kami sadar bahwa kami membutuhkan satu sama lain bukan hanya sebagai partner membesarkan anak, tapi juga teman hidup dan sahabat hati.

Jadi kawan, cinta ngedrop itu sudah biasa. Sebab pada dasarnya cinta  sesuatu yang harus dipelihara tumbuh kembangnya, bukan benda mati yang kita diamkan sampai kapanpun ia tidak akan berubah bentuk dan rasa.

Jangan takut akan pudarnya rasa cinta. Tapi takutlah pada ketiadaan ingin kita untuk menjaga rasa cinta itu, agar tetap berada di tempatnya.

Salam penuh cinta,

Penulis : Wulan Darmanto

Sumber:

Fb: Wulan Darmanto


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!