Tuesday, September 5, 2017

Kamu Belajar Moral kah Afi?

RemajaIslamHebat.Com - Adik kita satu itu sekali lagi membuat kita miris. Setelah dinaikkan dan dilambungkan namanya dengan mereka yang jumawa dengan pemikiran liberal, dan pada akhirnya terbukti adanya copy paste dalam tulisannya dan pernyataannya, kini ia sekali lagi menyindir tentang Muslim Rohingya.

Sangat penting bagi kita, sekelas bocah yang baru belajar dewasa, dan menemukan makna "tumbuh dan berkembangnya" dari internet tanpa filter dan pengawasan yang ketat, maka bisa berakhir konslet terhadap pemikirannya.

Ia hanya belajar moral dari lingkup dan ruang pemikiran liberal. Di mana ruang kebebasan yang kebablasan tumbuh dan berkembang tanpa didamping kesadaran alasan beragama sesungguhnya. Lagi-lagi, karena ruang pemikiran liberal dianggap sebagai sesuatu "yang baru" dan lebih keren. Alhasil, pendidikan yang lahir justru bukanlah moral ketaqwaan dan kemanusiaan, yang ada penyakit bernama rasis dan narsis.

Karena namanya terlanjur tenar sebagai pembela pembenaran, dan kadung disanjung terlalu tinggi tanpa pendampingan sisi rohaninya, maka pantas saja dia keluarkan tulisan yang menyakitkan tentang Rohingya tersebut. Dan pada akhirnya, tulisan tersebut diedit kembali, dengan mencantumkan sumber tulisannya. Alias Copy paste.

Apakah akan ada Afi lainnya? tentu, dan itu akan tumbuh subur. Seiring sekulerisasi pendidikan hari ini. Di mana agama tak jadi standar, tatkala semua nilai tak ada batasnya. Bunda, rawatlah anak-anakmu, atur batas pemikirannya, didiklah ia, dan antarkan ia pada ulama yang benar, ulama yang merujuk pada Quran dan Sunnah, dan awasi setiap perkembangan prilakunya.

Akhukum,

Rizqi Awal
Founder Yayasan Majelis Dakwah Islam Nusantara,
Penggagas Komunitas Soulmate (Teman Hijrahmu

Tulisan lain fb Rizqi Awal :

Muslim Rohingya adalah Kita

Kita merdeka atas semangat agar kehidupan berbangsa dan bernegara kita, kitalah yang mengaturnya.

Kemerdekaan pun tertulis atas berkah rahmat Allah yang Maha Kuasa, maka mereka yang terjajah dan tersiksa, kita bersama mereka dalam perjuangan hidupnya.

Wajar, jika kita merasa miris, dengan kondisi muslim Rohingya, kita bukan saudara tapi kita terikat dengan rasa yang sama.

Wajar, jika yang punya hati merasa iba, sebab kita terikat dalam aqidah yang sama, garis lurusnya disebut sebagai ummat nabi muhammad SAW.

Ini bukan kondisi kenapa tak bantu mereka yang kekurangan di sini? Sebab kedua-duanya perlu kita bantu.

Ini soal kemanusiaan, suara pengorbanan dan nurani manusia diketuk, dan kita buktikan bahwa kita masih manusia, yang punya rasa yang punya hati.

Kita bangun suasana iman kita makin kuat, doakan mereka dalam setiap ibadahmu, dukung upaya mereka keluar dari kondisi tragis hari ini, dan bantulah dengan kemampuan yang engkau punya.

Nggak ada yang percuma dalam prilaku dan usaha kita untuk menolong mereka, sebab apapun kebaikan yang kita lakukan, implikasi utamanya wujud ketaatan kita kepada Allah SWT.

Sumber:

Fb: Rizqi Awal


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!