Tuesday, September 5, 2017

Kadang Kita Lupa, Hidup ini Ujian

RemajaIslamHebat.Com - Bismillah. Kita ingin anak menjadi sukses, hidupnya bahagia di masa depan, memiliki atribut kelengkapan yang sekiranya bisa menjamin hidupnya dengan sangat layak.

Tapi kita tidak pernah menyiapkan anak untuk siap menerima kegagalan, melakukan kesalahan, mengenal kekecewaan, memahami rasa marah, menyempatkan anak belajar paham kesedihan.

PADAHAL dari segala rasa duka yang dialaminya tersebut anak bisa memahami bagaimana ia belajar kemudian mengambil hikmah serta memperbaiki diri.

Kita ingin anak selamat, dari segala rintangan, khawatir anak terjeblos, takut tak dapat mengenali serta menyelesaikan masalah. Hingga kita kemudian merasa perlu menyediakan segala apa yang dibutuhkan anak dengan fasilitas istimewa yang berlebihan karena menurut KITA itulah yang TERBAIK.

PADAHAL kita lupa, saat menjadi orang tua. Anak dilahirkan dengan segala kebaikannya. Fitrahnya telah Allah berikan.

Apakah kita pernah tersadar, siapakah yang lebih baik memahami penciptaan kalau bukan Maha Yang Menciptakan?

Hingga kita merasa lebih tahu, sehingga perlu menjejal anak kita dengan segala informasi terkini. Demi agar anak kita, tidak menjadi yang paling tertinggal.

Kita lupa, bahwa tidak ada sebaik-baik penciptaan melainkan manusia.

Kita lupa, untuk merasakan indahnya pegunungan butuh merasakan lelahnya perjuangan mendakinya.

Kita lupa kesuksesan yang bisa jadi di raih saat inipun karena telah melalui sekian ujian dan rintangan.

Adakah pejuang hadir tanpa pernah berperang dalam medan tempurnya masing-masing?

Adakah pemenang, belum pernah merasakan serunya perlombaan dalam  pertandingan?

Adakah pahlawan, akan duduk seharian di kursi malas tanpa merasa letih menikmati perjuangan?

Sungguh manusia akan terus berada dalam ujiannya. Izinkan anak-anak kita merasakan medan pertempuran di dunia realitas sesuai zaman kehidupannya. Bukan terpenjara, hingga tidak paham, berbuat kehendak apa yang akan dilakukannya.

Bimbing saja bagaimana anak memahami tanggung jawabnya. Sesuai usia dan tahapannya.
Biarkan anak belajar,  berikan kesempatan mencoba serta mengulangnya.
Tumbuhkan fitrahnya. Hingga anak memancarkan karunia potensi kebaikan yang memang Allah berikan.

Ingat firman Allah yang ini?
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?" (QS Al Ankabut : 2).

Karena sungguh hidup itu hanya mengenal Ujian dan ujian.
Kesenangan dan kesedihan, keduanya memiliki jalan perjuangan.

Nurliani
-yang masih terus belajar

#BimbingAnak
#MengenalRealitasKehidupan

*Terinspirasi dari materi FBE~Fitrah Keimanan

Tulisan lain fb:

Toleransi Itu Masih Ada.

Bismillah.

Kami ngga paham kenapa dinegara lain, begitu keji dan kejam perilaku biadab terhadap kemanusiaan.

Kami kadang heran, mengapa begitu tipis rasa kemanusiaan, hingga masih mempertanyakan jika ada yang memberikan bantuan?

Kami kadang bingung, dimana hati nurani manusia serakah, penuh pongah begitu bisa kasar bersikap terhadap sesama manusia lain, padahal kita ini pun hanya hamba penciptaan.

Kami sering bertanya, apakah ada yang begitu gelap jiwa dan raganya untuk mampu melihat dan membantu manusia lain yang sedang dalam rundung kedukaan.

Tapi kami masih bersyukur, di negeri ini masih ada relung-relung jiwa bersih hatinya menatap dan merengkuh kebaikan.

Atas dasar toleransi, hidup berdampingan serta saling berkerja sama dan bergandengan.

Kedamaian akan ada, jika rasa manusia yang bersih masih terpelihara tanpa praduga kebencian.

Nurliani
berharap pada kedamaian

*catatan siang ini di hari tasyrik, dimana ada 2 anak magang SMK non muslim di tempat usaha kami yang ikut membantu memotong daging kurban untuk dibagikan. Bahkan makan siang bersama menikmati hasil kurban.

#SaveHumanity
#SaveRohingya

Sumber:

Fb: Nurliani Ummu Nashifa-Zhafira


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!