Friday, September 1, 2017

JIKA ANAK BERJENIS KELAMIN SAMA

RemajaIslamHebat.Com - Setelah anak ketiga saya yang Alhamdulillah berjenis kelamin laki-laki (lagi) lahir, mendadak saya jadi penghimpun sekaligus pengamat komentar orang.

Kita semua tahu lah ya.. yang namanya komentar itu endes surendes diucapin, tapi belum tentu nikmat didengerin. Biasanya sih saya ikutin tips dari suami yang terkenal memiliki level Baper tingkat Nol. Diamkan saja,toh dia tidak tahu hidup kita bagaimana dan kita pun tidak tahu bagaimana kehidupannya.

Komentarnya sih biasa saja, menyoroti soal jenis kelamin anak-anak saya yang monoton.

“Hihi..cowok lagi ya.. ntar deh yang keempat cewek.”

“Mbak.. apa nggak pusing sih anak tiga cowok semua? Saya yang anak cowok cuma satu aja pusing..”

“Jagoan semua ya? wuih..rumahnya kayak apa tuh..”

Ada juga komentar yang maksudnya empati, tapi saya malah jadi geli sendiri.

“Cowok lagi ya? ya udah ngga papa..sabar..nanti siapa tahu dapet cewek.”

Sebenarnya ingin  sesegera mungkin saya luruskan, bahwa punya anak lelaki itu bukan sebuah ujian maha berat, yang membuat ibunya layak dikasihani dan harus bersabar. Tapi ya penyakit saya ini kadang suka males debat. Saya pilih tersenyum saja akhirnya :D

Barangkali, orang benar-benar iba sama saya. Sudahlah tidak punya ART, ndilalah anaknya kok ya cowok semua yang Masya Allah yaaa.. aktiiiiiiif luar biasa..... #IstighfarPlusTakbir

Saking aktifnya sampai si tengah patah tulang lengan dua bulan lalu. Dan meski tangan masih dibebat gips, tetep aja anjlok-anjlokan, lari kesana kemari seolah rumah kami yang sempit ini lapangan kasti.

Dan anak lelaki ini kan permainannya rada ekstrim ya.... superhero KW 15 sekaligus atlet taekwondo wannabe. Jadilah rumah saya ini artistik sekali (ngga tega mau bilang hancur lebur) dan bisiiiiing... ya teriak, ya berlaga jadi Hulk, ya berantem, komplit -_-

Lalu kini si bungsu (sementara ini masih jadi bungsu) LAKI-LAKI lagi??? Oh Noooo..... bagaimana repotnya ya saya?

Mungkin ini yang mengundang simpati dan komentar. Belum kalo bicara soal masa depan. Siapa donk yang nemenin saya jalan-jalan ke mall beli jilbab lucuk? Siapa yang jadi temen curhat saya? Siapa yang nanti saya warisi ilmu memasak dan menata rumah? Siapa yang merawat kalau saya sakit?

Padahal... saya justru tidak mempermasalahkan itu.

Sebab saya meyakini satu hal: Tidaklah mungkin Allah memberi saya karunia, yang itu tidak pas untuk kondisi saya.

Kenapa laki-laki lagi? Barangkali Allah ingin saya lebih bersabar karena konon mendidik anak laki-laki ini lebih melelahkan. Barangkali agar saya yang penakut ini punya banyak bodyguard saat ayahnya pergi ke luar kota dalam waktu yang lama. Bukankah kita tidak lebih tahu tentang keadaan kita sendiri, dibanding Sang Pencipta?

Dan percaya atau tidak, ini hanya soal apa yang kita tanam.

Iya. Jika kita menanam cinta, ya kelak itu pula yang akan kita panen, tak peduli apa pun jenis kelamin anak kita.

Anak saya lelaki semua, namun saya tidak khawatir memiliki masa tua yang suram. Si sulung sudah terampil mencuci piring dan menyapu, bahkan momong adiknya. Sigap menggantikan posisi saya ketika sakit.

Si tengah meski anak yang paling aktif dan pandai ngeles (beralasan), rupanya punya sisi helo kiti juga di hatinya. Kalau nemu uang logam, dia pungut uang logam itu lalu diberikan ke saya, “Bun..ini uang enak buat kerokan. Bunda simpen ya..” dia tahu bahwa minyak urut dan uang logam adalah pusaka istimewa dalam hidup saya. Hahaha...LOL

Si bungsu belum kelihatan karakternya. Namun saya malah sering lupa jika ia laki-laki (lagi) saking saya fokus dan norak sekali dengan kelucuannya.

Dan.. rupanya saya bisa bahagia. Bisa jadi kadar bahagianya sama saja dengan ibu-ibu lain yang dikaruniai anak dengan jenis kelamin yang bervariasi.

Untuk ibu-ibu yang memiliki anak dengan jenis kelamin sama, baik laki-laki semua maupun perempuan semua, janganlah sekali-sekali berkecil hati. 

Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mensyukuri karunia ini. Dulu saya berfikir, alangkah bahagianya hidup jika anak saya tidak lelaki semua. Tapi sekarang saya tahu bahwa yang menentukan kebahagiaan kita bukanlah jenis kelamin anak. Tapi bagaimana kita bisa mensyukuri dan memaknai arti sebuah karunia.

Jadi, anak ibu lelaki semua atau perempuan semua?

Jangan pernah takut dan merasa kurang. Guyur hati mereka dengan cinta, niscaya tak akan pernah rasa kecewa mengisi rongga dada kita 

Salam Bahagia untuk Semua ibu

Penulis : Wulan Darmantoo

Sumber:

Fb: Wulan Darmanto


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!