Tuesday, September 26, 2017

Jember Ramah Anak, Mungkinkah?

RemajaIslamHebat.Com - Sahabat muslimah IMJ yang dirahmati Allah...

Kabupaten Jember resmi ditetapkan sebagai kabupaten menuju ramah anak oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Prof. Dr. Yohana Yembise dalam kunjungannya ke kota jember beberapa hari yang lalu. Dan SMPN 3 Jember ditetapkan sebagai pilot project sekolah ramah anak.

Ketetapan ini tentu merupakan kabar gembira bagi pemerintah kabupaten Jember dan masyarakat secara umum. Sebab hal ini selaras dengan point ke 22 Janji Kerja Nyata Bupati Jember periode 2016-2021 yaitu “Menjadikan Jember sebagai Bumi Sholawat yang ramah lingkungan, ramah warga berkebutuhan khusus, ramah ibu dan anak serta ramah kelompok minoritas”. 

Penetapan sebagai kota ramah anak akan didapatkan apabila 31 indikator kelayakan kota ramah anak terealisasi. Salah satunya yaitu terdapat sekolah ramah anak. “Sekolah ramah anak ini merupakan salah satu syarat untuk menuju kota ramah anak, karena banyak indikator yang perlu diperhatikan untuk sampai ke titik disebut sekolah layak anak. Beberapa indikator sekolah tersebut ramah anak adalah terdapat kantin sehat, bebas rokok, bebas miras, narkoba, LGBT dan kekerasan.” Menteri PPPA dalam laman Gosulsel.com (14/04/2016)

Namun sayangnya menjadi kabupaten ramah anak sepertinya masih membutuhkan proses panjang bagi Kabupaten Jember. Sebagaimana dilansir prosalina.com, bahwa menteri PPPA telah memastikan belum ada sekolah ramah terhadap anak di Kabupaten Jember. Selain itu, masih terdapat berbagai problem menggunung lain berkaitan dengan kota ramah anak di Kabupaten Jember.

Angka kematian bayi di Jember masih tinggi; kasus gizi buruk mencapai 8000 anak; angka kekerasan seksual pada anak juga meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2014 ada 10 pelajar yang telah terinveksi HIV/AIDS disebabkan sex bebas. Bahkan di akhir tahun 2015 Jember digemparkan oleh kasus 5 siswa SD meracik sendiri miras oplosan dan menegaknya hingga dirawat intensif di RSD. Sementara di awal tahun 2017 digegerkan tewasnya 3 remaja setelah menegak  miras oplosan. Selanjutnya bulan Mei 2017, 14  remaja tertangkap karena pesta miras pasca kelulusan.

Kasus-kasus diatas adalah fenomena gunung es masalah anak yang terjadi di bumi sholawat ini. Tentu kita semua berharap tidak akan ada kasus serupa dan masalah anak dapat diatasi dengan tuntas. Sehingga menjadi kepentingan kita bersama untuk mencari solusi mendasar kondisi ini.

Maraknya kasus kerusakan generasi di sebabakan oleh banyak hal, baik faktor internal maupun faktor eksternal.  Karenanya, menjadi kota dengan julukan ramah anak saja tidak cukup untuk mensolusi berbagai kerusakan generasi yang ada, terlebih sekolah yang ramah anak saja belum ada apalagi menjadi kota yang ramah anak?. Itu adalah proses  panjang yang harus didukung oleh berbagai pihak, mulai dari kesadaran individu, keluarga, masyarakat, pemerintah daerah dan negara.

Sinergitas semua pihak hanya akan terwujud jika kesemuanya memiliki kesamaan pandangan terhadap solusi masalah generasi. Bahwa generasi hidup dalam rangkaian sistem kehidupan yaitu keluarga, sekolah, masyarakat dan negara. Maka ke-4 unsur tersebut harus ramah anak dan generasi.
1. Keluarga ramah anak dan generasi: Menanamkan pondasi dasar berupa aqidah kepada Anak. Menjalankan peran dan fungsi keluarga secara optimal dengan tuntunan Islam.
2. Sekolah ramah anak dan generasi: Sistem sekolah yang menanamkan keimanan dan pengetahuan islam serta ahli dalam ilmu pengetahuan-teknologi dengan landasan ketaqwaan.
3. Masyarakat ramah anak dan generasi: Masyarakat yang memberikan kontrol sosial dengan standart nilai-nilai benar yang bersumber pada Dzat yang Maha Benar yaitu Allah SWT dan memberi suasana kondusif untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.
4. Negera ramah anak dan generasi: Negara membuat regulasi yang memberi perlindungan kepada kepribadian anak dan generasi. Tayangan yang mendidik, menjaga pergaulan dengan menerapkan aturan pergaulan Islam, menerapkan kurikulum yang berorientasi kepada penanaman aqidah dan menerapkan sistem-sistem lain berkaitan dengan penjagaan generasi berdasarkan aturan yang lahir dari Allah pencipta manusia.

Ketika semua aturan-aturan yang diberlakukan oleh keluarga hingga Negara ditujukan untuk menjaga generasi disesuaikan dengan aturan Allah, maka Islam Rahmatan Lil Alamin di bumi sholawat yang kita cintai akan terwujud. Tidak hanya menjadi kota ramah anak, tetapi akan menjadi kota yang mendapat berkah dari langit dan bumi, in sya Allah.[Info Muslimah Jember]


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!