Sunday, September 10, 2017

Itulah Mengapa Allah Memilihmu Berada di Jalan Dakwah

Oleh : Riki Nasrullah

MUNGKIN dirimu tak sefaqih alim ulama  yang kuasai berbagai ilmu tentang agama | tapi dengan adanya engkau di jalan dakwah, membuatmu semangat menimba ilmu syariah.

Mungkin  amalmu tak sebanyak mereka para ahli ibadah yang penuhi setiap satuan waktu untuk mendekati-Nya | namun dengan adanya engkau di jalan dakwah, membuatmu belajar menjadi sosok yang sholeh & sholehah

Andai, kau tak menemukan jalan dakwah | mungkin taklim dan ceramah menjadi hal asing yang kau terima

Begitulah, mengapa Allah memilihmu berada di jalan dakwah

Mungkin orang-orang sekitarmu mengejek tentang ketaatanmu | berbagai ungkapan yang menyembilu terus tertuju padamu

Namun dengan adanya kau di jalan ini | geloramu kian bertambah tersebab motivasi dari sahabat halqahmu

Mungkin jutaan kritikan datang menghampirimu, tatkala berproses perbaiki diri | menunjukkan kesalahanmu yang belum bisa kau perbaiki

Tapi dengan adanya kau dijalan ini | kau kian terpacu untuk perbaiki kesalahanmu yang sudah menjamur selama ini

Andai, kau tak bersama mereka yang memperbaiki diri | mungkin engkau akan terpengaruh oleh kata-kata mereka yang penuh dengki

Begitulah, mengapa Allah memilihmu berada di jalan dakwah ini

Adakalanya, matamu sendu, keringatmu berkucur, dan badanmu tersungkur | terjatuh dalam keletihan menjalani amanah yang selama ini kau pikul

Namun dengan beradanya kau di jalan ini | kau tetap bergerak semangat untuk meraih ridha-Nya

Kerap kali hatimu kecewa, pikiranmu gelisah | menerima serangkaian keputusan jamaah yang tak kau kira

Namun dengan beradanya kau di jalan dakwah | kau belajar tentang ketsiqohan terhadap jamaah yang akan membuatmu kian dewasa dan 'sempurna'.

Andai, kau tak bersama jamaah ini | mungkin kau telah tersesat sendirian dalam logika; rapuh, bahkan lebih rapuh dari keadaanmu dalam jamaah

Ya, Itulah mengapa Allah memilihmu berada di jalan dakwah ini.

Inni uhibbukum fillahi jamii'a.

Akhukum, @rikinasrullah

Tulisan lain Riki Nasrullah :

Agar Granada Edisi Kedua tak Mewujud di Hadapan Kita

Taukah penyebab yang menjadikan Granada, salah satu bagian daulah Islam terkuat di Eropa, akhirnya runtuh? | ya, semuanya disebabkan serangan musuh.

Tapi ternyata, tak cukup sampai disana, bahwa yang namanya serangan musuh pastilah terencana | banyak faktor yamg mesti diperhitungkan; salah satunya 'momentum' yang pas.

Terkisahkan pada masanya, seorang raja dari Aragon, Ferdinand namanya; mengutus sang mata-mata | yang diperintahkannya hanya memantau 'celotehan' masyarakat Granada.

Suatu ketika, terkagetnya luar biasa tatkala ia mendapati seorang bocah yang tengah menangis tiada kira | bertanyalah ia, "nak, apa yang membuatmu menangis?"

Kutangisi anak panahku yang melesat tak tepat sasaran | begitulah jawab sang bocah.

Jika satu anak panahku gagal mengenai musuh, apa mungkin musuh memberiku kesempatan utk memanahnya lagi?

Mendengar 'celotehan' sang bocah, sang mata2 menyarankan raja Ferdinand agar tak menyerang Granada saat itu | bayangkan, anak kecilnya saja punya prinsip luar biasa, bagaimana dengan org dewasanya?

Singkat cerita, beberapa dekade kemudian, sang mata-mata kembali ke Granada dengan misi yang sama | dilihatnya seorang dewasa yang tengah galau luar biasa.

"Apa yang kau tangisi?", tanya sang mata2 | "kekasihku meninggalkanku", jawab si org dewasa.

Melihat kondisi anak muda Granada saat itu, sang mata-mata berkeyakinan bahwa inilah 'momentum' yang pas untuk melakukan penyerangan.

Betul adanya, tak perlu waktu lama, Granada akhirnya musnah tak tersisa | mampu ditaklukkan dgn mudahnya.

Begitulah sejarah, berkesempatan terulang kembali di masa kini | sama seperti mata-mata Granada, musuh-musuh Islam saat ini tengah memata-matai kita.

Dunia cyber berbeda adanya; tak perlulah susah-susah, cukup pantau sosial media; simak tema-tema yang menjadi 'celotehan' kaum muslimin disana | begitulah gambaran muslim sejatinya.

Walhasil, jangan kau anggap remeh meski sekadar 'berceloteh' di dunia maya | 'berceloteh'-lah tentang Islam dan kebangkitannya.

Inilah yang membuat musuh-musuh Islam berpikir berulang kali untuk menyerang kita.
Namun jika 'celotehan' kita hanya perkara dunia dan dunia | tunggulah saatnya, Granada edisi kedua segera mewujud di hadapan kita.

Akhukum, @rikinasrullah
telegram.me/rikinasrullahID


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!