Hukum Bar Miras

Pertanyaan :
Assalamu'alaikum wr.wb.

Ustadzah , di Jember baru- baru ini ada Bar MIRAS yang ditutup oleh kepolisan karena belum mengantongi ijin,  Pertanyaan saya , Apakah bar semacam ini boleh ustadzah ? Bagaimana hukumnya dalam Islam ? Bukankah miras itu haram ? terima kasih atas jawaban dan penjelasannya

Wassalamu'alaikum wr.wb.

JAWABAN

Waalaikmussalam wr.wb.
Sahabat muslimah yang dirahmati Allah, Pertanyaan dari sahabat kita ini akan saya jawab satu persatu agar penjelasannya  runtut dan bisa dipahami

Yang pertama tentang dalil  keharaman khomr atau minuman keras telah dinyatakan oleh Allah SWT  QS al Maidah : 90-91 yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khomr, judi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syetan, maka jauhilah perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. ( TQS al maidah 90)

“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencin di antar kamu lantaran ( meminum ) khomrdan berjudi itu dan menghalangi kamu dari mengingat Allah, dan sembahyang, maka berhentilah kamu ( dari pekerjaan itu). ( TQS Al maidah 91)

Juga dalam ayat yang lain Allah menjelaskan tentang khomrdan judi termasuk dosa besar.

“Mereka bertanya kepadamu tentng khomr dan judi, Katakanlah : Pada keduanya terdapat dosa yang besar, dan bebera manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya…( TQS Al baqoroh 219)

Lantas  apa yang dimaksud dengan khomr itu ?

Khomr itu  secara bahasa artinya sesuatu yang menutupi, sedangkan dalam istilah fiqh adalah sebagaimana  yang disampaikan oleh Rosululullah dalam sebuah hadist dari Ibnu Umar
Nabi SAW menyampaikan :ٌ

“Setiap yang memabukan adalah khomr dan setiap khomr adalah haram.” (HR. Muslim no. 2003).

Jadi yang disebut khomr adalah segala sesuatu  yang memabukkan, baik berupa benda  cair, benda padat, atau gas . Khomr itu tidak terbatas jenis minuman keras ( MIRAS) saja akan tetapi menyangkut semua jenis benda yang bisa memabukkan seperti narkotika, ganja, sabu-sabu, putaw dsb.

Yang kedua bagaimana hukum jual beli khomr atau Miras

Syariat Islam sebagai aturan yang datang dari sang Maha pencipta dan Maha mengatur telah menetapkan keharaman khomr untuk dikonsumsi, maka haram pula segala hal yang terkait dengannya termasuk memperjual belikannya, bekerja di pabrik pembuatnnya, dll. Hadits-hadits yang berkaitan dengan haramnya menjual khomr antara lain:

1. Hadits sahih riwayat Ahmad

Artinya: Apabila Allah mengharamkan memakan sesuatu maka Ia juga mengharamkan jual-beli-nya

2. Hadits sahih riwayat Bukhari

Artinya: Allah dan Rasulnya mengharamkan menjual minuman keras, bangkai dan patung.

3. Hadits sahih riwayat Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, dll

Artinya: Rasulullah bersabda: malaikat Jibril mendatangiku dan berkata, "Hai Muhammad sesungguhnya Allah melaknat khamr (miras), pembuatnya, peminumnya, pembawanya, orang yang membawanya, penjualnya, pembelinya dan segala sesuatu yang ada di dalamnya

4. Hadist terkait  keharaman aktifitas yang menyertai khomr termasuk (miras)

“Allah melaknat khomr, orang yang meminumnya, orang yang menuangkannya, penjualnya, pembelinya, orang yang memerasnya, orang yang mengambil hasil perasannya, orang yang mengantarnya dan orang yang meminta diantarkan.” (HR. Ahmad 2: 97, Abu Daud no. 3674 dan Ibnu Majah no. 3380, dari Ibnu ‘Umar, dari ayahnya. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih karena ada berbagai penguatnya).

Inilah  sebagian dari dalil dari hadist nabi yang menunjukkan dengan tegas larangan memperjual belikan khomr ( miras ) dengan segala bentuknya yang kita jumpai seperti fakta saat ini telah ada di kota kesayangan kita Jember, dalam berbagai bentuknya , misalnyarumah bir (house of Beer) , Beer Garden, Bar bir , Bar Miras ,  diskotik  miras dsb  ini adalah   bentuk-bentuk usaha yang memperjualkan minuman keras.

Dalil-dalil tentang larangan dan pengharaman  sudah sangat jelas sehingga sangat disayangkan sekali jika Penutupan Bar Miras  tersebut hanya karena alasan tidak ada ijin dari pihak terkait.

Sebagai seorang muslim yang meyakini Al quran sebagai pedoman hidup kita maka sudah selayaknya kita selalu terikat dengan hukum-hukum syara yang sudah diberikan oleh Allah sebagai Dzat yang maha mengatur kehidupan kita.  Hal ini sebagai wujud keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

Jika Allah dan rosulNya sudah melarang dan mengharamkan sesuatu hal maka kita harus mentaatinya. Bukan karena alasan perbuatan tersebut sudah mendapat ijin atau legalitas dari pihak aparat.  Sehingga jika suatu saat usaha tersebut mendapatkan ijin usaha atau legalitas maka akan tetap status keharamannya dengan dalil-dalil yang telah diuraikan diatas.

Ketaatan kita terhadap allah dan RosulNya beserta  hukum-hukumNya inilah yang mampu menyelamatkan kita dari dahsyatnya azab Allah diakhirat kelak karena setiap diri kita akan dimintai pertanggung jawaban oleh dzat yang Maha Agung.

Semoga sahabat muslimah semua senantiasa mendapatkan petunjuk untuk tetap istiqomah dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT..

Wallahu “alam bi showwab

Dijawab Oleh : Ustadzah Iffah Mahmudah

Post a Comment

0 Comments