Thursday, September 7, 2017

Godaan Iblis melalui Peran Suami, Istri, dan Anak

RemajaIslamHebat.Com - Saat menyimak kasus-kasus yang diungkapkan keluarga, baik di ruang klinik ataupun di ruang workshop, saya teringat adegan Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail saat digoda Iblis. Iblis menepati janjinya selalu menggoda manusia seumur hidup manusia dan hingga akhir jaman. Godaan-godaan yg ditebar Iblis sungguh lengkap. Ia selipkan pada ragam peranan yg melekat pada diri manusia. Ia selipkan pada diri Ayah dan Ibu berupa menghamba kepada kecintaan kepada anak. Ia selipkan pada anak berupa hasrat mencintai kehidupan dengan ilusi seakan akan hidup selamanya.

Mereka mengusir Iblis dengan lontaran 7 kerikil. Kisah ini diabadikan dalam tradisi melontar Jumrotul Uwla, Jumrotul wustha, dan Jumrotul 'aqobah. Iblis adalah makhluk yg tekun. Usai dilontar, ia tidak kapok, ia datang kembali kepada diri. Semakin diusir, semakin datang. Bukan usiran kita yang menyebabkan ia pergi. Berlindung kepada Allah sang Pencipta Iblis adalah cara yang ampuh dari ketekunan Iblis penggoda. Ketekunan Iblis hanya dapat dilawan dengan ketekunan kita selalu berada dalam lindungan Allah.

Tiada mudah melawan godaan Iblis, apalagi bila sebagian diri kita sudah berafiliasi, berkoalisi, beraliansi, berkolusi dengannya. Iblis tahu betul titik lemah kita. Iblis memahami benar pintu diri yang mudah terbuka dan gampang dimasuki. Godaan Iblis ditebar lewat sensasi pengindraan . Godaan Iblis menyusup lewat persepsi, pikiran, opini, anggapan dan prasangka. Godaan Iblis ditemukan dalam perasaan-perasaan yang menggerogoti diri berupa marah, dendam, kecewa, sedih, curiga, takut, cemas dan khawatir. Godaan Iblis pun jelas kentara dalam perasaan yang menggelebungkan diri berupa kesenangan dan kebanggaan.

Saat manusia tergoda Iblis, ia hilang kemanusiaannya. Manusia berada dalam ilusi. Ia dapat terjerembab seperti binatang ternak bahkan lebih nista dari itu. Ia pun dapat mengapung kepada waham megalomania, merasa diri sebagai Tuhan.

Mari sejenak kita ingat riwayat Ibrahim ketika menyimak anak yg dicintainya meminta tangan dan kskinya diikat, matanya ditutupi, agar sang Ayah tak tergoda oleh ketakutan, kecintaan, kekhawatiran. Mari refleksikan ke diri, sudahkah kita dalam peran sebsgai anak menahan diri kita sehingga membuat orangtua kita mampu menghamba hanya kepada Allah .

Ibrahim menajamkan pisaunya. Ibrahim menyatukan dirinya dengan Ilahi dan berujar, "Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar".

Ismail menguatkan niat sang Ayah dengan berujar, "Laa Ilaaha IllalLahu walLahu Akbar".

Ujian telah dilalui Ibrahim dan Ismail. Ujian tentang kecintaan kepada yg dicintai.

Para malaikat berujar "Allahu Akbar walillahil hamd"

Setiap detik Iblis menggoda kita. Setiap detik mari kita berlindung. Mari kita ingat, sadari dan hadirkan Allah dalam diri kita.

Saung Bujangga Manik, Pondok Pesantren Suryalaya
Selamat Idul Adha 1438 H
Asep Haerul Gani dan Khojanah Ai

Sumber Foto : Nita Anjung Munggaran

Sumber:

Fb: Asep Haerul Gani

Tulisan lain fb Asep Haerul Gani :

Pantun tujuh bait dari Pontianak

Kerbau tergelincir berguling
Tersungkur masuk ke kali
Terima kasih sudah naik Citilink
Berharap jumpa di lain kali

Kerbau tergelincir berguling
Tersungkur masuk ke kali
Beruntung orang yg selalu eling
Terhindar selalu dari buaian hati

Tersungkur masuk ke dalam kali
Kerbau berendam lalu berkubang
Terhindar selalu dari buaian hati
Menangi perang diri pun tenang

Kerbau berendam lalu berkubang
Jadilah keruh sungai yang jernih
Menangi perang diripun tenang
Berhenti kisruh diri membersih

Jadilah keruh sungai yang jernih
Kerbau semakin berlama-lama
Berhenti kisruh diri membersih
Diri angkara mulai menghamba

Kerbau semakin berlama lama
Gembala cilik pegang kendali
Diri angkara mulai menghamba
Sadari Al Khalik nyatanya pemilik diri

Gembala cilik pegang kendali
Kerbau lalui pematang masuk ke kandang
Sadari Al Khalik nyatanya pemilik diri
Malu sadari telah menentang suka melawan


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!