Thursday, September 7, 2017

GIRLS BAND KOREA, CAESAR YKS DAN TEPUK ANAK SHOLEH : KALIAN MAUNYA APA ?!

Oleh : Emitha Thamrin STP, MSi (Pemerhati Sosial)

MINGGU-MINGGU terakhir jagad sosmed dihebohkan dengan 3 isu : undangan pihak istana terhadap Girlband Seksi asal Korea SNSD untuk merayakan kemerdekaan RI ke 72 di Monas, kembalinya Caesar YKS ke dunia entertaintment dengan joget khasnya setelah sebelumnya menyatakan berhijrah dan dilarangnya tepuk anak sholeh di PAUD /TK dengan alasan intoleransi.

Pertama, kedatangan  Girls Generation alias SNSD mendapatkan sorotan tajam dari Psikolog dan ahli ilmu Parenting Ibu Elly Risman yang menyebutkan bahwa SNSD adalah symbol seks dan pelacuran dan sangat tidak pantas hadir memeriahkan kemerdekaan. Diketahui bahwa grup ini terdiri dari 8 wanita cantik yang sering berbaju mini dan terbuka. Ditengah derasnya arus pornografi dan pornaksi, maka kehawatiran ibunda Elly Risman adalah sangat wajar. Tentu dengan harapan agar pihak istana tidak menjadi wadah baui berkembangnya pornografi dan pornoaksi. Bukankah negara bertugas menjaga akhlak anak bangsa? Kok ini malah justru mengundang GirlBand Seksi yang akan menjerumuskan anak-anak remaja pada prilaku hedonis/serba bebas?

Sayang, netizen yang juga fans berat SNSD malah membuli Ibu Elly Risman dengan ungkapan kuper, tidak tau perkembangan zaman, sok suci dan menampik bahwa SNSD sebagai simbol seks. Bahkan membuat petisi di Change.org mendesak Elly Risman meminta maaf untuk SNSD. Begitu derasnya arus balik membuat seorang pakar psikologi anak dan parenting sekelas Elly Risman harus minta maaf. Heeei? What’s happened? Kenapa ibunda Elly harus melakukan itu? Bukankah memang menjaga akhlak dan moral adalah tugas semua anak bangsa termasuk negara dan semua netizen? Bukankah GirlBand Korea tersebut memang selalu tampil dengan busana mini? Kenapa juga mensyukuri kemerdekaan dengan mengundang artis aseng? Dunia memang sudah terbalik! Dan saya tegaskan posisi saya  : ” I stand beside Ibu Elly Risman!“

Kedua, Caesar Aditya Putra alias Caesar YKS, diketahui sudah meninggalkan dunia joget YKS sejak 2014 yang lalu setelah menikah dan hijrah dengan mempelajari agama Islam lebih jauh. Bahkan Caesar termasuk tamu undangan istimewa Raja Saudi untuk menunaikan ibadah haji pada tahun 2016. Tak dapat disangkal, masuknya Caesar dalam undangan melaksanakan ibadah haji bersama dengan Tengku Wisnu tanpa biaya dan tanpa antrian adalah  karena  hijrahnya dia dari dunia hiburan. Akan tetapi, kembalinya Caesar berjoget pada acara Fesbuker awal bulan ini bikin geger dunia sosmed. Beragam komentar bermunculan, mulai dari yang menyayangkan sehingga rame tagar #saveCaesar dan sebaliknya tidak sedikit yang mendukung, dengan alasan “kan usahanya halal, memang kalian mau menanggung beban hidup Ceasar?,  dan komen lainnya. Ekonomi dan kondisi keluarga menjadi motif utama. Diketahui sejak tidak lagi menggoyang YKS, Caesar memilih usaha kuliner yang barang tentu incomenya tentulah tidak sebesar saat dia berjoget ria.

Ketiga, entah dari mana ujung pangkalnya, tetiba muncul headline di sebuah surat kabar bahwa kegiatan menyanyikan lagu “Tepuk Anak Sholeh” harus dihentikan, karena memuat syair “Islam Yes, Kafir No” yang dianggap melatih anak menjadi intoleran dan merusak kebersamaan. Himbauan tersebut dilayangkan oleh Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Banyumas. Mungkin banyak netizen yang tidak tau bagaimana syair Tepuk Anak Sholeh. Inti  syairnya adalah mengajari anak untuk sholeh, rajin sholat, rajin ngaji, menghormati orang tua dan mencintai Islam sampai mati. Diakhiri dengan kalimat tauhid dan Islam Yes, Kafir No!. Penggunaan kata “ Kafir No” inilah yang dianggap intoleransi dan merusak kebersamaan.

Jika ditelisik, Tepuk Anak Sholeh sudah membahana lebih dari 10 tahun yang lalu di jagad Pendidikan Anak Usia Dini dan Taman Kanak-Kanak Islam. Bahkan anak saya pun mendendangkannya dan menjadikan tepukan kebanggaannya. Lalu angin apa yang membuat HIMPAUDI menyuarakan hal yang sangat menyakiti perasaan umat Islam ini? Bukankah anak-anak memang harus memegang Islam sampai mati dan menyatakan No!  pada kekafiran?, karena kafir artinya tidak iman pada Islam?  Kembali kesadaran dan kesabaran umat diuji.

Jadi Kalian Maunya Apa?!

Saya lemparkan pertanyaan ini pada semua yang menyerang tokoh-tokoh Islam, ajaran Islam, pendapat Islam, kalian maunya apa? Kalian mau generasi kami rusak, mengikuti kehidupan kalian yang rusak? Dengan kebejatan moral dan kehidupan seks bebas? Maaf, jika itu pilihan kalian, kami menutup mata. Silakan kalian berhibur ria dengan pentas megah Girls Band seksi itu! Tapi tolong jangan tayangkan di stasiun TV mana pun agar tidak menjadi tontonan anak muda kami dan merusak generasi muda seluruh Indonesia yang menyaksikannya. Jika kalian mau rusak, rusaklah diri kalian sendiri, jangan rusak anak-anak generasi kami! Dan saya ajak seluruh pemirsah “ Yuks matikan TV” saja jika benar mereka jadi hadir di Indonesia.

Juga terhadap Caesar, saya berdoa agar Allah sentiasa menuntunmu dalam hidayah. Ingatlah bahwa pilihanmu hijrah adalah pilihan terbaik untuk dunia akhiratmu. Susahnya kehidupan setelah hijrah adalah ujian, karena belumlah disebut beriman seorang muslim sebelum dirinya diuji. Terhadap netizen yang nyinyir dengan tanggungan hidup orang lain, kami sampaikan Allah sebagai penjamin rezeki hamba-hambaNya. Jika pertanyaanya kami balik pada kalian, kalian siap menanggung dosa dari baliknya seorang yang sudah hijrah dari kemaksiatan? Jadi jangan salahkan jika tagar #saveCaesar menjadi viral. Itu adalah bentuk ukhuwah sesama muslim yang ditunjukkan dengan kepedulian agar saudaranya tidak jatuh di lobang yang sama. Saya yakin betul, tagar tersebut adalah untuk selamatkan Caesar dunia dan akhiratnya. Lalu kalian yang nyinyiri tagar tersebut, apa yang kalian lakukan untuk Caesar? Mensyukuri? Membuli? Atau apa?!

Satu hal lagi, Tepuk Anak Sholeh jelas-jelas tidak ada kaitannya dengan intoleransi dan ketidakbersamaan. Isu ini sengaja dihembuskan untuk memanas-manasi umat, membuat umat lemah dan merasa bersalah. Jika ungkapan kata kafir kalian anggap intoleransi, lalu apakah kalian mau mengatakan AlQur’an intoleransi? Karena ada 500 kali lebih AlQur’an menyebut kata kafir. Umat sudah sering tersakiti dan masih terus kau sakiti. Jangan kalian rusak anak-anak kami dengan pendangkalan akidah dan ungkapan intoleransi. Kami tau batas- batas toleransi karena sudah diajarkan sejak dini.

Kepada Himpaudi yang menyuarakan larangan tepuk anak sholeh, bertaubatlah. Yakinlah bahwa saat ini begitu banyak tangan-tangan yang akan merusak generasi Islam.  Kebangkitan Islam adalah keniscayaan. Berusaha menghalang-halangi tumbuhnya generasi Qur’ani adalah sia-sia belaka karena  kami akan berada di garda terdepan untuk menjaganya. Apakah kalian mampu menghalangi terbitnya matahari di pagi hari? Akuilah kesalahan pendapat ini dan minta maaflah pada umat Islam. Karena sungguh-sungguh kami tidak akan mengikuti saran dan himbauan kalian, karena bagi kami Islam adalah cinta kami sampai mati.

Tepuk Anak Sholeh…..!
Cinta Islam (prok prok prok)
Sampai mati (prok prok prok)
Laa illa ha illallah Muhammadan Rasulullah
Islam Yes, Kafir No!!

#Cibinong, 5 Agustus 2017


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!