Wednesday, September 6, 2017

Gaya Belajar Global dan Analitik

RemajaIslamHebat.Com - Pada umumnya kita mengetahui ada tiga gaya belajar, yaitu VISUAL, AUDITORI dan KINESTETIK. Banyak yang belum tahu bahwa ternyata ada lagi jenis gaya belajar yang lain, yaitu gaya belajar GLOBAL dan gaya belajar ANALITIK.
Gaya belajar ini dikemukakan oleh seorang peneliti di bidang psikologi bernama Herman Witkin. Gaya belajar ini melihat anak DALAM BERFIKIR dan MEMAHAMI SESUATU.
Kecenderungan gaya belajar ini akan mempengaruhi anak dalam banyak hal, seperti: cara dia mendengarkan, memperhatikan, menyimpan informasi, dan cara menggunakan informasi tsb.

Berikut ini kita akan mengenal Gaya Belajar GLOBAL dan ANALITIK secara lebih terperinci.

GAYA GELAJAR GLOBAL

Anak dengan gaya belajar global memiliki kemampuan memahami sesuatu secara menyeluruh. Pemahaman yang dimiliki berisi gambaran yang besar dan juga hubungan antara satu objek dengan yang lainnya. Anak dengan gaya belajar global juga mampu mengartikan hal - hal yang tersirat dengan bahasanya sendiri secara jelas.

CIRI – CIRI GAYA BELAJAR GLOBAL

Bisa melakukan banyak tugas sekaligus
Mampu bekerjasama dengan orang lain dengan baik
Sensitif dan mampu melihat permasalahan dengan baik
Mampu mengutarakan dengan kata- kata tentang apa yang dilihatnya

Anak dengan gaya belajar global biasanya kurang rapi, meskipun sebenarnya menyukai kerapian. Dalam melakukan suatu hal, seringkali berserakan dan barang- barangnya tidak rapi. Untung mengatasi hal ini maka akan membuat suatu sistem penataan dengan mengkategorikan barang- barang sesuai tipenya. Anak dengan tipe global ini tidak bisa hanya memikirkan satu hal namun memikirkan banyak hal sekaligus. Meskipun satu tugas belum selesai, dia juga akan mengerjakan tugas berikutnya. Anak dengan gaya belajar global peka terhadap sekitarnya termasuk perasaan orang lain dan merasa senang untuk bekerja keras membuat orang lain senang. Cenderung memerlukan banyak dorongan semangat pada saat akan memulai melakukan sesuatu.

GAYA BELAJAR ANALITIK

Anak dengan gaya belajar analitik memiliki kemampuan dalam memandang sesuatu cenderung ditelaah terlebih dahulu secara terperinci, spesifik, dan teratur. Mengerjakan suatu hal secara bertahap dan urut.

CIRI – CIRI GAYA BELAJAR ANALITIK

Berfokus mengerjakan satu tugas, tidak akan ke tugas berikutnya jika tugasnya belum selesai.
Berfikir secara logika
Tidak menyukai jika ada bagian yang terlewatkan dalam suatu tugas
Cara belajar konsisten dan menetap

Anak dengan gaya belajar analitik menilai sesuatu berdasarkan fakta- fakta. Namun seringkali mereka tidak mampu menemukan titik gagasan utamanya tentang tujuan tugas yang sedang dia lakukan. Berfokus pada satu masalah atau tugas sampai selesai.
Anak dengan gaya belajar analitik lebih cocok belajar sendiri baru kemudian bergabung dengan kelompok belajar. Mereka juga mengalami kesulitan dalam belajar dikarenakan hanya berfokus pada satu hal. Cara terbaik untuk mengatasinya yaitu membuat jadwal belajar yang terstruktur sehingga sasaran belajar yang ingin dicapai jelas. Metode belajar yang tepat yaitu dengan konsisten melakukan atau mengerjakan tugas sesuai dengan jadwal harian yang dibuatnya.

PERBEDAAN GAYA BELAJAR GLOBAL DAN ANALITIK DOMINAN

Perbedaan antara gaya GLOBAL dominan dan ANALITIK dominan dapat dilihat saat mereka mendengarkan dan mengikuti petunjuk dalam mengerjakan tugas. Saat guru memberikan petunjuk, anak ANALITIK dominan akan cenderung mendengarkan dengan hati-hati, kemudian ingin mulai mengerjakan tugasnya tanpa gangguan apapun.
Sementara itu anak GLOBAL dominan mungkin juga mendengarkan petunjuk, namun dia mungkin sering bertanya supaya petunjuk diulangi. Seorang anak GLOBAL akan mendengarkan apa perlunya mengerjakan tugas, dan bukan sekedar bagaimana melakukannya. Maka anak GLOBAL akan cenderung bertanya- tanya hal-hal yang tidak diucapkan gurunya.
Bagi anak ANALITIK mungkin akan frustasi bila petunjuk-petunjuk diulangi, karena mereka sudah fokus pada tugas dan tidak ingin mendengarkan kembali sesuatu yang sudah mereka ketahui.
Sebaliknya, jika seorang anak GLOBAL diberitahu tidak akan ada pengulangan instruksi dan mereka harus mengerti dengan sekali mendengar, maka mereka akan menjadi sangat tertekan, sebab mereka tahu mereka mungkin tidak mampu mengerjakan tugas hanya dengan mendengarkan petunjuk sekali saja.

Setiap anak adalah individu yang unik, masing-masing akan melihat dunia dengan "cara"nya sendiri. Meskipun melihat satu kejadian pada waktu yang bersamaan, tidak menjamin 2 orang anak akan melaporkan hal yang sama. Seringkali yang menjadi pergumulan dalam dunia pendidikan bukan pada masalah "apakah anak DAPAT belajar", tetapi pada masalah "BAGAIMANA mereka secara alami belajar dengan cara terbaiknya".

Salam,
Admin El-Hana Learning Kit

Sumber Bacaan ⤵

Cara Mereka Belajar, Cythia Ulrich Tobias, Harvest Publication House : Jakarta, 1996

Sumber:

Fp: El-Hana Learning Kit


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!