Monday, September 11, 2017

Emak-emak Bukan Pengecut !

Oleh : Hilmi Firdausi

Sungguh, Ibunda memiliki posisi teramat mulia dalam kehidupan. Rasul bahkan menegaskan Ibumu, Ibumu, Ibumu baru Ayahmu.

Jika ingin menghancurkan sebuah negara, hancurkan akhlak para Ibu, maka akan tercipta generasi yang juga rusak akhlaknya.

Sebegitu pentingnya peran seorang Ibu, hingga Surga sang anakpun ada di bawah telapak kakinya.

Ibu memiliki segala macam kekuatan dan kelebihan hingga diposisikan sedemikian mulia dalam agama dan kehidupan.

Ibu itu lebih sabar, lebih taft, lebih ulet, lebih tekun, lebih teliti, lebih fight... walau semua dibungkus dengan kelembutan khas seorang Ibu.

Lalu apa beda Ibu dan Emak... Emak itu sisi setrong seorang Ibu. Lihat saja bagaimana ketika ekonomi sulit,  harga-harga kebutuhan pokok melambung, TDL mencekik leher... emak-emak tetap berusaha survive untuk keluarganya walau budget belanja diam ditempat.

Apakah emak-emak pengecut ??? Nehi nehi... Lihat saja apakah emak berhenti memakai panci setelah marak isu bom panci ? Apakah emak-emak berhenti berdagang onlen setelah kasus penyiraman air keras Novel Baswedan ditengarai karena persaingan jualan jilbab onlen istrinya ? Tidak... onlen shop malah makin marak dan pelakunya sebagian besar adalah emak-emak setrong!

Emak-emak setrong juga jadi pionir utama MCA di dunia maya. Populasinya yang besar membuat lini masa dunia maya didominasi oleh aksi emak-emak, dari mulai emak-emak cyberdaster, cybergamis, cyberhijab hingga cyberniqob.

Dipenjarakannya penista agama adalah kontribusi nyata emak-emak MCA. Gaung Aksi Bela Islam yang mendunia adalah hasil kerja nyata emak-emak MCA. Kemenangan Pilkada Jakarta juga adalah andil emak-emak mujahidah. Segala macam aksi penggalangan dana untu bencana kemanusiaan juga dipelopori oleh emak-emak setrong. Kereenn kan ?!

Lalu setelah isu SARACEN dan penangkapan beberapa emak mujahidah apakah emak-emak kapok ?! Big NO!!!  Emak-emak akan terus berjuang menyuarakan keadilan walau sekarang harus penuh kehati-hatian. Emak-emak secara fitrah adalah para pejuang tangguh yang tidak bisa diintimidasi dan diancam.  Solidaritas emak-emak sangat kuat. Emak-emak juga kompak dalam berbagai hal hingga sulit untuk disusupi, sulit untuk digiring opininya yang tidak sesuai hati nurani. Emak-emak gitu loh !

Emak-emak hari ini juga jauh lebih cerdas dalam menggunakan internet. Jika dulu media sosial hanya untuk pamer ini itu, selfie atau sekedar curhat masalah pribadi, sekarang medsos emak-emak lebih variatif. Dari curhatan tentang keadilan hingga resep masakan, dari aksi bela islam hingga anti pelakor, dari mengkritisi kebijakan penguasa hingga galang dana untuk Palestina dan Rohingya, semua menjadi etalase keren medsos emak-emak masa kini.

Jadi...walau ada beberapa yang ditangkap entah karena apa, jangan harap suara emak-emak bisa diberangus. Selayaknya MCA, emak-emak adalah komunitas besar tanpa struktur, ga ada leadernya, ga ada yang gaji apalagi kantor pusatnya. Semua dilakukan emak-emak mujahidah Lillah, billah, fillah. So...yang berniat 2018-2019 akan menguasai jagat dunia maya demi hasratnya untuk berkuasa, ini saya wakili jawaban emak-emak mujahidah....Mimpi kali yeee

Hilmi Firdausi
Kajian Hilmiyah

*Penulis adalah seorang yang punya jamaah sebagian besar adalah emak-emak pejuang bermental setrong & berhati mulia.

*Buat Emak Irawati Oemar dan Emak Asma Dewi...sabar & tetap semangat, Allahu ma'akum.

Tulisan lain Hilmi Firdausi :

Banyak yang menyangka, saya sering membuat meleleh istri tercinta dengan kata-kata romantis ataupun tindakan nyata sebagai seorang suami. Tidak salah sih, tapi tau kah sahabat semua saya juga sering dibuat meleleh oleh istri saya...???

Beliau pernah mendekor kamar kami dengan hiasan penuh love love , pernah menculik saya ke hotel yang telah didesain ala pengantin baru, sering kasih hadiah spesial, dsb.

Hari ini jawaban istri di postingan saya cukup membuat diriku yang biasa menggombal akhirnya tergombali juga...

Ini jawabannya ;

Sungguh menikah adalah menyempurnakan setengah agama. Dan sungguh mendapat pasangan yang tepat akan membantu menyempurnakan agama kita.

Dulu sebelum saya menikah, hanya bayangan indah terpampang di pikiran, namun setelah akad diselesaikan ujian demi ujian datang bergantian.  Apakah itu melemahkan ? Tidak! Justru ujian datang untuk menguatkan ikatan. Perbedaan Allah hadirkan untuk kami berdua agar saling memahami dan menyempurnakan.

10 tahun tidak terasa. Ketika Masjid kubah biru di selatan Jakarta menjadi saksi sebuah perjanjian agung nan suci, mitsaqon gholidzo, antara dua insan yang belum mengenal lama, bertemu hanya dalam hitungan jari, namun telah membulatkan hati untuk saling mendampingi.

Aku bersedia mendampingimu hingga renta, sebagaimana engkau bersedia setia kepadaku hingga raga berpisah nyawa

Aku bersedia berjuang bersama, menghadapi ujian kehidupan, susah maupun senang, asal kita saling menguatkan. Jika aku lemah tolong ingatkan! Jika kamu lemah jangan segan jika ku bangunkan!

Aku bersedia bersamamu, berikhtiar sekuat tenaga, menjemput surga untuk kita dan buah hati kita...belahan jiwa.

Bersamamu, hidup di dunia terasa singkat, maka aku bermohon pada Robbku agar tetap membersamaimu hingga jannahNya.

Terimakasih untuk 10 tahun penuh warna
Terimakasih untuk menjadi suami yang luar biasa dan Abi yang hebat untuk anak-anak kita.
Terimakasih untuk selalu menegurku, menyapaku, memandangku, mendengarkanku, mendukungku, membangunkanku, mendidikku, memanjakanku...dengan CINTA.

Kamu tau...sebesar apa cintaku padamu? Tak berbilang...

Uhibbuka fillah Ilal Jannah Ustadz Darling

Your Wife
-----------------
Suami mana yang ga melting dibuatin kayak begini sama istri....

So...romantis dan gombal itu bukan hanya monopoli suami, istri juga harus bisa, bahkan memulainya...apalagi jika sang suami datar, padahal life is never flat kata iklan.

Hilmi Firdausi
Kajian Hilmiyah

Sumber:

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10214150960798717&id=1554469880


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!