Wednesday, September 27, 2017

Drama Tersembunyi Dari Kejahatan PCC

RemajaIslamHebat.Com - Sandiwara apalagi yang sedang direncanakan oleh manusia-manusia perusak moral dan generasi bangsa ini.

Seperti kasus yang menimpa kota Kendari, Sulawesi Tenggara terhadap penyalahgunaan obat-obatan yang mengandung zat yang sangat keras dan berbahaya untuk dikonsumsi tanpa resep dan izin dari dokter ini.

Tak hanya itu, sudah banyak juga korban yang berjatuhan dari penyalahgunaan obat PCC ini, dari 50 orang korban, dua di antaranya meninggal dunia, satu karena overdosis setelah mengkonsumsi obat PCC dengan kandungan somadril dan tramadol, satu lagi meninggal dunia karena tenggelam setelah lari ke laut akibat berhalusinasi usai mengkonsumsi obat PCC tersebut.

Korban dalam penyalahgunaan obat PCC atau Paracetamol, Caffein, dan Carisoprodal ini adalah anak-anak usia di bawah umur, mulai dari pelajar tingkat SD, SMP, SMA hingga para pegawai.

Hal ini dapat dilihat dengan beredarnya obat PCC dengan bebas dan dijual kepada anak-anak sekolah dengan harga yang relatif murah yaitu sekitar Rp. 25.000 per 20 butir.

Melihat kenyataan ini, apa sebenarnya maksud dan tujuan para agen-agen sistem kapitalisme ini? Mengapa harus anak-anak usia di bawah umur yang menjadi incaran mereka?

Kenapa peredaran obat-obatan ini harus mengancam warga kota Kendari? Apa manfaat yang akan mereka raih di balik Kota tersebut? Terus ke mana pemerintah dan struktur-struktur pengurus negeri ini?

Sehingga peredaran obat-obatan ini dengan bebasnya beredar di masyarakat dan mengancam generasi bangsa ini. Bukannya ada badan yang mengawasi masalah perobatan, makanan dan lain sebagainya?

Dari kejadian ini jelas bahwa sistem kapitalisme yang diterapkan di negara ini bahkan dunia tidak benar-benar serius megayomi rakyatnya.

Para penguasa saat ini seperti tutup telinga terhadap apapun yang terjadi di dalam Negara ini. Mereka hanya sibuk memikirkan diri mereka sendiri, sehingga wajar saja kasus obat PCC ini beredar dengan mudah dan menimpa generasi-generasi bangsa kita.

Dan yang paling parahnya, obat-obatan tersebut diperdagangkan dengan bebasnya oleh seorang yang berprofesi sebagai apoteker dan asistennya tersebut, yang harusnya tugas mereka itu adalah mengawasi peredarannya, ini malah menjadi tersangka peredaran obat PCC tersebut dan memyebarkan obat-obatan itu pada anak-anak usia pelajar bangsa ini.

Kenapa hal ini bisa terjadi di Negara kita? Terus mengapa juga orang yang kita percaya sebagai penolong rakyat atau penjamin kesehatan masyarakat justru malah menghancurkan masyarakat itu sendiri?

Kemana lagi rakyat ingin berlindung? Sementara sistem dari pemerintahan ini tak pernah peduli dengan keadaan rakyatnya?

Dari sini jelas, bahwa sistem kapitalisme dengan pemahamannya pemisahan agama dari kehidupan (sekularisme) tidak akan pernah benar-benar mempedulikan rakyatnya.

Mereka hanya berpikir bagaimana kepuasaan individu-individu mereka bisa terpenuhi, mereka rakus dan tamak sehingga yang menjadi target dalam kehidupan mereka hanyalah keuntugan-keuntungan.

Berbeda sekali dengan sistem pemerintahan Islam di bawah naungan khilafah, Negara akan menjamin kesejahteraan rakyatnya, hak-hak rakyat akan dipenuhi bahkan ketakwaan individu dan kontrol masyarakat akan diterapkan dalam pemerintahan Islam.

Hal ini dapat kita lihat dari kemajuan-kemajuan dan kegemilangan umat Islam pada 1.300 tahun yang lalu akibat penerapan syariat-syariat Islam.

Dalam sistem Islam ini pula, manusia diperlakukan sebagai manusia bukan seperti binatang yang sekarang ini diterapkan dalam sistem rusak saat ini.

Nyawa manusia bagaikan binatang yang seenak mereka habiskan kapan dan dengan cara apapun yang mereka suka. Bahkan hasil dari sistem kapitalisme yang rusak ini juga mengajarkan individu-individu untuk menghalalkan segala cara dalam memenuhi keinginan-keinginan mereka.

Maka dari itu, hanya sistem Islamlah satu-satunya sistem yang mampu membangkitkan umat dan mampu memberikan solusi terbaik terhadap permasalahan-permasalahan umat saat ini dalam naungan khilafah yang hakikatnya khilafah tersebut adalah bagian dari ajaran islam itu sendiri.

[Oleh Rini Wahyuni, Mahasiswidi STBA PIA Medan. Artikel dimuat di Harian Waspada pada 25 September 2017]


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!