Thursday, September 28, 2017

Dia Jodohku atau Bukan?

RemajaIslamHebat.Com - Saat ada pembaca buku “Drama Rumah Tangga” yang berasal dari kalangan single, saya selalu merasa takjub. Bagaimana tidak, belum menikah, tapi sudah berani membaca buku tentang drama di dalam rumah tangga, yang pastinya nggak selalu enak.

Nah… ada satu pertanyaan yang cukup sering diajukan oleh ladies kita yang single ini. “Mbak, saat ini saya sedang dekat dengan seseorang. Apa ya, ciri-cirinya kalau orang ini adalah jodoh saya?”

Nah, gimana kalau pertanyaan serumpun ini saya bahas di sini saja, biar sekali mendayung, dua tiga mall terlampaui gitu sis

Oiya, sebelumnya mohon maaf untuk rekan-rekan yang terganggu dengan tulisan ini. Yang dulu nikahnya tanpa pacaran, yang proses pernikahannya “on track” mungkin tulisan ini cukup mengganggu. Saya pribadi memang menikah tanpa proses taaruf yang sebagaimana mestinya (lewat perantara, dan pertemuan demi pertemuan sangat terbatas) jika terganggu, harap skip tulisan ini ya... 

Jadi apa sih, yang menandakan bahwa orang yang saat ini sedang kita hadapi adalah jodoh kita?

Hmm..sebenarnya jodoh ini hal ghoib kan ya. Rahasia besar yang bahkan kita nggak bisa ngintip. Tapi percaya tidak, bahwa ada banyak hal yang bisa kita amati, dan juga rasakan. Yang nantinya bisa kita andalkan untuk menentukan, apakah dia orang yang kita cari atau bukan. Saya bahas sedikit di antaranya ya..

#TidakJaim

Jaim = Jaga Imej

Kalau sedang bersamanya, atau dalam satu komunitas di mana ada dia, kita tidak perlu repot-repot menata dandanan hingga memperbaiki kepribadian. Wes apa adanya.

Ya kalaupun ada perasaan ingin sedikit rapi dan cantik, wajar lah ya.. tapi bukan berarti merubah diri kita. Yang tadinya rakus kalau makan, nggak mendadak berubah jadi juru diet HQQ yang hanya makan-makanan mentah. Yang tadinya kalo ketawa mangap, nggak mendadak kudu rapet gigi kalau ketawa. Apa adanya. (tapi ketawa mangap juga nggak bagus buat kesehatan ding sis)

Saat kita sudah menerima diri kita apa adanya, dan itu pula yang kita tampilkan pada orang lain, tandanya orang tersebut menjamin kita akan satu hal : kenyamanan

#YakinMeskipunSusah

Poin selanjutnya adalah perasaan yakin. Gimana mau menikah kalau kita sendiri tidak merasa yakin dengan orang yang akan kita nikahi kan?

Nah.. masalahnya orang cenderung mudah untuk yakin saat keadaan bahagia sejahtera saja.
Jika dia adalah jodoh kita, sedikit pun tidak ada keraguan tentang masa depan yang akan kita jalani, bersamanya. Se-di-kit-pun tidak ada.

Jika di saat ini senang, tidak akan pernah kita berfikir “besok kalau dia dipecat dari kerjaan, bakal cerai nggak ya?” oh tidak ada sama sekali.

Karena yakin yang kita rasakan bulat sempurna. Senang maupun susah, ada keyakinan kita di dalamnya. Susah dijabarkan bagaimana bentuk “yakin” itu. Hanya bisa dirasakan. Pada intinya, dengan dia kita tidak punya keraguan apa pun jika tertakdir hidup bersama. Apa pun.

#TidakBosan

Dulu..saya pernah bertanya pada ibu, “Kok bisa ya, orang nikah nggak punya bosen? Lha yang dihadapi dia-dia mulu..”

Ibu menjawab, “Nanti kamu rasakan sendiri..”

Dan akhirnya memang saya merasakan sendiri. Bosen yang saya takutkan itu, wuah nggak ada sama sekali. Blas.

Jadi, jika dia adalah jodoh kita, nggak ada tuh pertanyaan dalam hati seputar:

- Ya ampun gimana ya biar nggak bosen kalau nanti habis nikah cuma berduaan doang di rumah?

- Kalau pas bangun tidur ternyata mulutnya bau  aku bakal bete nggak ya?

- Aku sampai tua sama dia terus? Puluhan tahun? OMG Kuat nggak ya?

Wah! pertanyaan-pertanyaan ini, jangankan dilontarkan, terbersit di pikiran pun tidak.

#BedaTapiDamai

Mau cari yang 100% sama dengan kita? Sampe Pandawa dan Kurawa akur juga nggak bakalan ketemu sis

Sudah jadi tabiat manusia, mencari lingkungan yang punya banyak kesamaan dengannya. Begitupun dalam bab jodoh. Lazim kok mencari yang banyak kesamaan.

Tapi tetap saja perbedaan itu ada. Perselisihan itu akan tercipta. Dengan dia, perbedaan ini bukan untuk diributkan, tetapi bisa kita terima.

Termasuk mentoleransi kekurangannya. Kita jadi punya hati seluas 1 hektar untuk menerima itu. Nggak percaya? Coba buktikan sendiri

#Bahagia

Yess.. bahagia.

Kita nikah untuk apa sih? Ibadah. Benar
Memperoleh keturunan. Benar
Satu lagi yang jangan sampai terlupakan, kita menikah untuk bahagia. 

Tentu harapannya kehidupan kita jauh lebih bahagia setelah menikah kan daripada semasa single?

Nah, jika semua tanda sudah didapati.. rasa yakin sudah ada, bisa menerima sisi terburuknya, dan merasa bahagia (meski hanya ketika membayangkan akan hidup bersamanya) sudah dirasakan, cuss ah.. minta dihalalin

Eh tapi yakinkan dulu loh yaa.. doi mau ngehalalin. Artinya bukan cinta bertepuk sebelah tangan gitu.. ya kaliiiii kita maunya dihalalin, yang onoh maunya nyingkirin

(soal cinta bertepuk sebelah tangan kayaknya seru juga kalo kita bahas ya, ladies.. saya sebagai mantan secret admirer sejati ((( baca: sepi peminat ))) khatam kalo soal ini mah )

Jadi gimana sis… are you single and ready to mingle?

Jangan kebanyakan stalking-stalking doang beraninya. Ayok ditanya, berani nggak ngawinin saya!

Selamat menjemput jodoh

Sumber:

Fb: Wulan Darmanto


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!