Thursday, September 7, 2017

Dahsyatnya Halqoh yang Talqiyan Fikriyan (diterima dengan proses berfikir)

Oleh : Ustadzah Reta Fajriah

HALQOH adalah pembinaan, bukan sekedar ta'lim. Ada perbedaan yang signifikan antara ta'lim (di sekolah), yang mengajarkan ilmu agar anak didik mengerti dan bisa mengerjakan soal ujian..., dengan pembinaan,  dimana para binaan diharapkan bisa "mafhum" terhadap realitas kehidupan, kemudian dapat mensikapi realitas tsb dgn sudut pandang Islam, dengan bermodalkan materi-materi kajian yang berasal dari Islam mabda (Islam sbg way of life).

Karena itu ketika mengikuti perhalqohan mutlak dibutuhkan konsentrasi yang tinggi dan keaktifan berfikir, mencerna setiap pemahaman yg disampaikan dan selalu mengkaitkan dgn realitas kehidupan yg ada di sekelilingnya ( baik dalam skala personil, keluarga, masyarakat atau negara)...

Inilah yang menjadikan halqoh senantiasa hidup dan dinamis sejalan dengan kedinamisan kehidupan masyarakat secara nyata. Ujian para binaan juga, tidak sekedar bisa menjawab dan menjelaskan pemahaman-pemahaman secara lisan atau tulisan, lebih jauh lagi...., sesungguhnya tanda para binaan ini telah lulus adalah "mampu menyelesaikan problem kehidupan ini, dlm skala individu, keluarga, masyarakat dan ria'yah/pengaturan negara terhadap rakyat, dengan solusi Islam"

Ini dalam tataran akliyah (pemikiran), selanjutnya dalam tataran sikap jiwa (nafsiyah), para binaan juga mampu menjadikan segala kecendrungan dirinya sejalan dengan apa yang difahaminya. Apa yang disukai dan diperintahkan dalam Islam, maka dengan segera mereka berupaya untuk melaksanakannya, meski ada resiko yg harus ditanggungnya. Demikian pula, apa yang dibenci dan dilarang dalam Islam, maka mereka bersegera utk meninggalkannya meski,  harus mengalahkan kesenangan manusiawinya. Semua mereka lakukan dgn kesadaran penuh...sebagai bentuk pengabdian yang sesungguhnya sebagai"hamba" yang berharap ridhoNya dan ingin masuk surga, ..

Lalu..., manakala perintah dan larangan Allah swt tsb berkaitan dengan hukum-hukum yang semestinya berlaku di masyarakat oleh penguasa, maka tentu saja, dengan kesadaran penuh, mereka bergerak...., berda'wah menyampaikan pada masyarakat agar masyarakat menjadi faham dan selanjutnya mengajak masyarakat bersama-sama pula berupaya agar hukum tsb bisa diterapkan oleh negara,  dengan mengangkat seorang kepala negara ( khalifah) yang akan menerapkan Islam kaafah...dalam institusi negara yang sesuai dengan tuntunan syar'i, yaitu Daulah Khilafah Islamiyah....

Dalam perhalaqohan ini 3 unsur, tersentuh secara bersamaan, aqliyah, nafsiyah dan pergerakan....

Inilah mengapa target dari halqoh adalah pergerakan..., tidak sekedar faham secara individual..., sebab semua hukum Allah dalam tataran apapun "wajib" diterapkan...dan disaat belum bisa sempurna diterapkan karena belum ada institusi negara dan pemimpin yang layak untuk menerapkannya, maka pergerakan inilah yang menjadi "ruh", energi yang dihasilkan dari halqoh....

Demi menghasilkan halqoh yang seperti ini, maka dibutuhkan keseriusan, azam yang kuat, ikhlas dan tentu saja...,tidak malas berfikir...

Ketika halqoh terjiwai, menjadi bagian penting dalam kehidupan kita, yang sangat kita nanti, dan...terasa bahagia ketika hadir dalam majelis halqoh..., memuaskan akal dan menentramkan jiwa, maka dari majlis-majlis seperti inilah kan lahir pergerakan yang shohih dan membawa perubahan menuju kehidupan Islam....

Yassarollahu umurona fii tatsqiifi halqotinaa....
Aamiin...Allahumma Aamiin...


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!