Friday, September 1, 2017

BERDAMAI DENGAN PUDARNYA PESONA

RemajaIslamHebat.Com - Dulu.. saya sering takut melihat ibu-ibu muda yang tampak kusam dan kumuh.

Kenapa punya anak membuat pesona kita memudar ya? sampai untuk mengelap keringat di dahi saja tidak sempat. Apa ngga malu, apa ngga takut disindir suami dan mertua?

Well.. only time will tell

Maka di sinilah saya sekarang. Berada di barisan ibu-ibu yang dulu membuat saya heran. Sudah tiga kali beranak, dan melihat dengan nyata perubahan fisik yang males dibahas daripada bikin panik.

Delapan tahun silam, usai lahiran anak pertama, berat badan saya jelas membengkak. Saking bengkaknya, sampai pakaian dalam saya pantas dijadikan penutup kulkas -_-

Namanya anak pertama, ya pasti ibu saya euforia sekali mendandani si anak gadis manis ini agar tidak terlihat terlalu mengenaskan. Tiap habis mandi, saya dipakaikan tapel dari kapur sirih campur jeruk nipis. Katanya biar perut tidak muncul selulit dan lemak lebih mudah terbakar. Penyiksaan belum selesai sampai di sini. Sesudahnya, saya diblebet bengkung atau stagen sepanjang lima meter. Sesek dan kenceng. Yang mana ketika ingin saya copot sebentar saja, ibu pasti akan teriak “Kalau belum 40 hari jangan lepas stagen! Mau perutnya gombyor-gombyor?”

Dan saya pun manut. Karena takut gombyor sekaligus merasa terbantu dengan si bengkung ini.  Gimana enggak, begitu bengkung membebat, perut saya berubah jadi rata secara dramatis!   *terharu*

Meski tetep aja ya neikk.. begitu itu bengkung kita lepas ya bleerrrr.... dadah-dadah deh sama perut rata.

Aksi perbengkungan ini bertahan hingga 30 hari saja. Begitu ibu beranjak dari ibukota, saya membungkus si bengkung dan menyimpan peralatan tapel dalam lemari. Lelah sekaligus pasrah dengan berat bedan di angka 65 kg.

3 tahun berselang. Berat badan belum kembali normal, saya hamil anak kedua.

Dan inilah kehamilan paling makmur dalam hidup saya. Saat itu saya menjalani kehamilan di Jogja karena ikut suami tugas belajar di sana. Yang namanya deket orangtua, wajar donk ya..kalau bakat manja merajalela. Apalagi ibu rajin banget yang namanya nawarin: ngidam apa? Mau dimasakin apa? Jadi deh ngidam saya jadikan hobi. Mulai dari jenang lemu, jadah, wajik, kue pukis, lontong opor, sambel goreng, tumis pare, oseng kikil (ini ngidam apa daftar menu warteg?)

Dan kenaikan berat badan saya 20 kg saja pemirsa..

Usai lahiran, saya pun panik tiap kali ngaca. Gimana cara membuang semua kebengkakan terstruktur ini?

Acara perjamuan, pertapelan, sampai perbengkungan masih berjalan. Tapi tak lagi disertai ibu yang euforia dan semangat yang membakar gelora.

Akhirnya saya pensiun dari perawatan tubuh setelah 2 minggu usai melahirkan. Lupakan.. let it go.. mari berdamai dengan tubuh baru.

Eh tapi.. setelah balik lagi ke Jakarta dengan tentengan dua Balita.. 20 kg itu bisa juga sirna selama 6 bulan. Saya kembali cerah merona! Kurus sih engga, tapi setidaknya kalau pakai rok, barisan lemak di pinggang tidak rebutan keluar.

Terbayang donk betapa GR-nya saya.

Tapi itu juga tidak berjalan lama. Nafsu makan yang menggila dan kemalasan berjenjang untuk berolahraga manalah bisa membuat berat badan saya tetap di angka yang semestinya.

Kini usia saya sudah tak lagi 20-an, dan baru saja melahirkan anak ketiga. Entah bagaimana, kok bentuk tubuh jadi tidak terlalu saya pusingkan lagi. Yang saya prioritaskan adalah tetap waras dan bahagia, anak-anak sehat dan terkendali, suami pun tetap rajin memuji. Heheheh (yang terakhir ini kode keras sebenarnya)

Lalu apa kabar berat badan? Ya jelas stabil donk.

Stabil di angka besar :D

Tapi tetap saya upayakan agar sehat jiwa raga, bersih, dan ceria.

Gimana kalo ngga bisa balik lagi? Sedot lemak dan perawatan di klinik kecantikan kan butuh biaya..

Ya ngga usah muluk juga untuk selangsing Dian Sastro. Cukup dengan mencapai berat badan ideal, indeks massa tubuh normal, dan secara kejiwaan saya dinyatakan bebas depresi :D

Bukan berarti saya tidak merawat tubuh loh ya.. punya suami artis masa iya sih saya ngga bisa ngimbangi :p Saya cuma ngga mau dibikin stress gara-gara badan. Dengan tiga anak, kewarasan serta kebahagiaan saya lah yang sangat dibutuhkan keluarga ini.

Nah, jika ibu-ibu baru saja melahirkan dan berat badan serta kecantikan belum kembali seperti semula, jangan khawatir bu. Saya temani :D Lumrah jika setelah melahirkan tubuh menggelembung dan muka berminyak. Nanti ada masanya kita dapat kembali memperhatikan diri.

Dari kasus saya pribadi, saya simpulkan bahwa bengkung dan sejenisnya tetap tidak membantu jika kita rutin makan besar, disiplin ngemil, serta tak tegur sapa dengan olahraga. Mau bengkungan 10 meter selama 365 hari pun, ya hasilnya tidak akan maksimal.

Tenang.. nanti setidaknya setelah si bayi MPASI, kita saingi lagi Luna Maya dan Maudy Ayunda :D (kalau ngga keburu hamil lagi)

Oh iya..Ngomong-ngomong soal bentuk tubuh habis lahiran.. Sampai sekarang saya masih heran lho, di saat habis bersalin saya begitu bengkak dan pucat, Kate Middleton sudah tampil di publik dengan tampilan secantik dan seramping ini. Kira-kira bengkung yang dia pakai merk apa ya? :D

Salam sehat anti depresi

Penulis : Wulan Darmanto

Sumber:

Fb: Wulan Darmanto


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!