Friday, September 1, 2017

AWAL JUMPA PEREKAT CINTA

RemajaIslamHebat.Com - Yang namanya pernikahan, pasti mengenal istilah pasang surut hubungan.

Jangankan dengan pasangan yang baru kita kenal ketika sama-sama sudah dewasa. Dengan orangtua kandung pun hubungan sering pasang surut juga kok. Apalagi, baik kita dan pasangan sama-sama manusia biasa. Yang ada kalanya ngeselin dan dibikin kesel.

Kalau cinta lagi pasang sih ngga usah dibahas lah.. tata laksana pelampiasan cinta pasti sudah hafal di luar kepala kan ya :D

Tapi kalau cinta sedang surut..nah ini yang bahaya. Keindahan di depan mata pun jadi begitu biasa, bahkan tak lagi ada artinya.

Pertanyaannya kemudian: kenapa cinta bisa hambar?

Jawabannya: Lho kenapa tidak bisa?

Sifat dasar manusia adalah butuh tantangan. Butuh sesuatu yang baru. Karenanya, manusia jadi mudah hafal, lalu lambat laun pun bosan dengan rutinitas yang dilakukan berulang-ulang.

Meskipun rutinitas ini dilakukan dengan cinta, tetap saja ada masa dimana rasa jenuh menghampiri. Dan satu yang saya amati, di tengah jalan kita bisa kehilangan kekaguman pada pasangan. Sementara dari rasa kagum inilah bahan bakar asmara bisa didapat.

Mungkin ini juga yang jadi alasan, kenapa muda-mudi yang sedang pedekate, rasa-rasanya si gebetan terlihat 500 kali lipat lebih keren dari sebenarnya. Karena kita memandang dari jarak jauh, menguliti tanpa memakai belati. Giliran itu gebetan sudah di tangan, sudah dipacari.. ada saja alasan rasa kagum yang dulu menyala-nyala, akhirnya jadi biasa saja. Rasa penasaran hilang. Hubungan pun cukup sekian.

Tapi kalau sudah menikah, masa iya sih mudah sekali mengucap kata “sekian dan terimakasih” ? tentu tidak kan ya..

Meski fase hambar-nya hubungan ini tidak bisa dihindari. Apalagi jika ada masalah internal yang membelit, dan tida bisa di-share ke pihak lain.

Nah di titik inilah, saatnya mengembalikan kekaguman pada pasangan. Rasa kagum yang sama persis saat kita menjumpainya ketika kali pertama, dulu.

Penting banget ya rasa kagum itu?

Penting.. karena rasa kagum ini yang memicu respek, cinta, hingga gairah.

Saya sendiri sebagai orang yang ekspresif namun melankolis, mengenang masa lalu itu hukumnya harus :D

Sebenarnya nggak keren-keren amat sih ya. Pertemuan pertama kami tidak terjadi saat sandal saya hilang di depan mesjid lalu dia membantu mencarikan, tidak juga saat saya bertanya arah jalan lalu dia dengan senang hati menawarkan mengantar. Tidak seindah itu.

Pertemuan pertama kami biasa saja. Di depan kelas saya ketika kami masih sama-sama SMA.

Tapi sampai sekarang saya masih ingat betul bagaimana posisi berdirinya, kalimat apa yang pertama kali dia ucapkan, tarikan bibirnya, sampai bagaimana cuek-nya dia terhadap saya. Hahahaha #ngenes

Dan dari perjumpaan pertama ini, drama demi drama berlangsung. Malu-maluin lah ya kalau diceritain. Lagipula saya takut pembaca tulisan ini nanti pada gumoh kalau saya mengenang masa-masa nista itu :D

Nah jika ada suatu masa dimana saya kesel padanya, atau hubungan kami sedang sangat tidak bermutu karena jarang bertemu  (yang hidup di pinggiran Jakarta pasti tahu betapa waktu untuk keluarga kadang susah dicari) saya akan mengais-ngais kembali masa lalu itu, dan me-recharge kekaguman saya padanya.

Bagaimana dia yang dulu begitu (sok) angkuh padahal butuh :D

Dia yang dulu sering saya dapati melihat ke arah saya, tapi begitu dilihat balik pura-pura nunduk :D

Dia yang nggak mau salaman dengan lawan jenis, yang bagi saya kala itu sesuatu yang aneh dan ndeso.

Dia yang selalu ingin saya jumpai setiap hari. Karena kalau tidak jumpa, rumus Fisika tak akan nyantol di kepala.

Dia yang membuat saya kagum sekagum-kagumnya sampai gara-gara rasa kagum ini, puluhan puisi bisa saya buat dalam sehari.

Dia yang saya kagumi.

Dan hanya dengan mengenang awal jumpa ini, kebekuan hati saya pun bisa jadi leleh. Mencair, lalu bermuara pada perasaan cinta.

Huuaaaah... tuh kan, gara-gara nulis ini rasa cinta saya kembali menyala-nyala :D

Manusiawi kok jika ada masa dimana hubungan kita terasa hambar seperti kuah bakso tanpa mecin. Yang perlu dilakukan adalah bagaimana mengemas kembali cinta itu agar memenuhi hati.

Dan salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan mengenang awal jumpa. Yang dari sana muncul rasa kagum, hingga berujung menjadi cinta.

Selamat mengenang masa awal jumpa. Dan mari rayakan kembali cinta itu :)

Penulis : Wulan Darmanto
Penulis Buku “Drama Rumah Tangga”
(Pembelian hubungi sms/wa: 0815 1373 5530)

Sumber:

Fb: Wulan Darmanto


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!