Friday, September 8, 2017

Aku dan Kamu menjadi Kita

Oleh : Hilmi Firdausi

AIH AIH, judulnya aja udah bikin baper. Ini bukan postingan tentang Hamis dan Raisa, cuma tentang pasangan biasa bernama Hilmi & Dinda. Oiya, Saya buat postingan ini untuk menjawab penasaran sahabat & JKH bagaimana saya sama istri bisa ketemu & berjodoh hingga tak terasa besok adalah anniversary kami yang ke 10.

And the story begin (pake backsound lagu romantis ya) ;

Saat itu usia saya 27 tahun dan istri 25 tahun. Usia yang sangat matang untuk menikah. Saya sedang giat-giatnya merintis usaha, sedangkan istri bekerja di salahsatu Bank swasta di kota kelahirannya Pangkalpinang Babel.

Sejujurnya, ini semua Allah yang telah mengatur. Kami bertemu di sebuah situs pertemanan Friendster (jaman dulu belum ada FB, IG apalagi Path). Ceritanya saya merequest pertemanan dengan beliau, say hallo Alhamdulillah direspon. Tapi sungguh saat itu tak ada keinginan untuk kenal lebih jauh. Saya agak khawatir juga, tidak ada teman istri yang saya kenal begitupun sebaliknya. Jadi ya sudahlah...semuanya biasa-biasa saja.

Sampai akhirnya, kakak lelaki istri mengadakan resepsi pernikahan di Jakarta, semua kawan laki-laki yang coba mendekati istri diundang, semuanya datang kecuali saya...hehehe. Entah apa alasannya dulu saya lupa . Mungkin dulu istri berpikir "semua cowok yang PDKT pada datang, tapi kok ada satu yang ga datang, belagu banget sih ni orang".

Selanjutnya sayapun mengirimkan pesan minta maaf krn tdk bisa menghadiri undangannya. Namun karena memang sdh taqdir Allah harus bertemu, keesokan harinya pun akhirnya kami bertemu jua utk pertamakalinya, klo ga salah 14 Mei 2007. Diaturlah pertemuan di CITOS, dan ternyata istri tidak sendirian tapi bersama keluarga besarnya. Hadeeeehhhh, untung saya terlahir dengan PD yang lumayan, jadi cuek ajalah. Say hallo, basa basi dikit, terus cusss dah.

Singkat cerita besoknya kita ketemuan lagi krn istri lusa akan kembali ke Pangkalpinang. Seperti biasa istri bawa pasukan, dan beliau menyampaikan pamit besok mau pulang. Karena saya yang lugu ini ga menangkap pesan bahwa sebenarnya Istri minta dilepas kepergiannya di Bandara, hehehe. Ternyata kata istri, sekali lagi beberapa cwo yg coba PDKT datang ke Bandara, kecuali saya .

Selanjutnya kamipun berkomunikasi via yahoo massanger, ngobrol lebih jauh, pingin tau lebih dekat dengan keluarga dsb dsb. Akhirnya saya pun menawarkan diri utk sillaturahiim ke Pangkalpinang. Tapi...ternyata keluarga saya tidak mengizinkan, "ngapain klo cuma mau ngelancong harus nyebrang pulau, kalau laki-laki LAMAR SEKALIAN!!"

Saya sampaikan itu ke Istri, beliau pun kaget luar biasa, karena keluarganya baru saja menikahkan kakak ketiganya. Namun Alhamdulillah, karena keluarga istri keluarga yang asyikan dan menyerahkan masalah calon pasangan kepada anak-anaknya, jadilah istri dan keluarga besarnya menyetujui kedatangan keluarga kami untuk datang melamar. Keren kan, ga pernah kenal sebelumnya, ga pernah ketemu keluarganya, ga tau masa lalunya, apakah saya pembohong, penipu, sudah pernah menikah? Itulah kuasa Allah, memudahkan segalanya.

Finally, kami pilih tanggal 28 Juli karena pas hari sabtu dan utamanya tanggalnya kece, sama dengan tanggal lahir kami berdua, 28. Saya dan keluarga menyebrang pulau, datang pertamakali ke pulau itu langsung untuk melamar gadis (yang ternyata menjadi idola disana). Singkat cerita semua beres dan insya Allah kita akan menikah tahun depan atau paling cepat satu tahun.

Dan disinilah kembali Allah mudahkan, kami yang berencana menggunakan Masjid Raya Pondok Indah sebagai tempat akad dan resepsi ternyata sudah full booked hingga akhir tahun. Hadeehhhh...kudu cari tempat lain deh yang strategis. Keliling2lah aye nyari gedung di Jakarta, istri di sebrang sana turut bantu doa. Eh...tak disangka pengelola Masjid Raya PI menelpon, "mas, kabar baik nih, ada satu resepsi yang dibatalkan, jadi mas bisa ambil. Tapi sebentar lagi ya, awal september.". Saya dan istri menerima dengan perasaan bahagia campur deg2an. Bisa ga menyipakan pernikahan kurang dari satu bulan ???

Karena semua sdh dimudahkan dan dirancang dengan indah oleh Allah, akhirnya pada tanggal 9 bulan 9 tahun 2007, kami berdua mengikat janji suci, mitsaqon gholidzo, janji kepada Allah untuk saling setia dan membahagiakan, janji untuk hidup bersama di dunia dan semoga kelak di surga. Masjid biru Pondok Indah dan seluruh keluarga besar kami menjadi saksinya, bahwa jika niat menikah sudah membuncah di dada, Allah akan permudah segalanya.

Kini 10 tahun sudah kami mengarungi bahtera rumah tangga, dua insan yang tak pernah mengenal sebelumnya dengan izin Allah akhirnya bisa bersama, bisa saling memahami karakter masing-masing yang sangat berbeda.

Pesan kami untuk semua sahabat JKH, jika anda belum menikah, jangan lelah berdoa, jangan mencari yang sempurna, karena pernikahan hakikatnya adalah saling menyempurnakan antara kedua pasangan. Terus memantaskan diri untuk menjemput yang terbaik, yang telah Allah catatakan di Lauhil Mahfudz.

Untuk sahabat Pasutri, kami doakan semoga rumahtangga kita semua Samara hingga ke surga dan buah hati kita menjadi anak yang sholih dan sholihah. Aamiin ya Robbal'alamiin

*waktu nikah dulu, saya kurus loh...kalau sekarang berisi . Lain halnya dengan istri, kurusnya istiqomah .

Sumber:

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10214128398754680&id=1554469880


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!