Tuesday, September 5, 2017

Akhirnya Raisa Nikah Juga

RemajaIslamHebat.Com - Semoga tulisan ini tidak telat ya.. sebab pernikahannya sudah 2 hari lalu, tapi baru sekarang saya gosipin di sini

Dulu saya pernah menulis , betapa Raisa ini jadi fenomena. Indonesian sweetheart. Saking sweet-nya, jejaka-jejaka kita entah berapa kali patah hati. Mulai dari Raisa unggah foto patjar, Raisa lamaran, Raisa olahraga menjelang kawinan, Raisa beneran kawin, semua jadi alasan untuk patah hati.

Padahal setiap individu punya patah hati versinya sendiri-sendiri kan ya. Sebut saja saya, yang patah hati ketika Anjasmara memilih Dian Nitami dan Tedy Syach memilih Rina Gunawan. LOL (anak 90 an mana suaranya)

Tapi Raisa ini bisa jadi pemersatu barisan patah hati. Amazing kan?

Nah.. ngomongin soal pernikahannya, ada dua hal mencolok yang saya perhatikan. Yang pertama adalah mahar yang untuk ukuran jelata macam saya sungguh luar biasa. Yang kedua adalah pesta kawinannya.

Mahar Raisa berupa setengah kilogram logam mulia. Yang jika diuangkan barangkali sekitar 300an juta.

Ini baru mahar.. belum seserahan yang pasti kelas atas lah ya. Masa iya seserahan untuk Raisa beli di pasar ciputat. Kan ya jelas ga mungkin.

Kebayang modal yang harus dikeluarkan babang Hamish demi sweetheart bangsa ini..

Hayuk deh ibu-ibu, diingat-ingat lagi dulu suaminya ngasih mahar apa?

Kalau yang dikasih emas, adakah emas itu masih tersimpan hingga sekarang dan belum terjual?

Soalnya saya boro-boro mengenang mahar, emas, dan sebangsanya. Lha wong cincinnya aja udah ga muat! HAHAHA
#deritapengantenlama

Memang sih..katanya lebih baik wanita tidak memberatkan calon suaminya dalam pemberian mahar. Namun jika si lelaki mampu, dan memang ingin memuliakan istrinya, memberi mahar selangit pun sah-sah saja.

Tapi saya khawatir juga kalau mahar setengah kilogram emas milik Raisa ini lantas diviralkan dan dilatahkan. Bayangkan betapa banyak jumlah pemuda kita yang ngenes sebelum waktunya. Juga jumlah pemudi kita yang merasa sah “menghargai” dirinya setinggi mungkin.

Karena inti dari pernikahan bukan terletak pada maharnya. Praktek membuktikan, bahwa nanti mahar itu akan jadi harta benda bersama. Milik keluarga. Dimiliki bersama atas nama rumah tangga. Jadi sebenarnya, jika kita meminta mahar melebihi kemampuan suami, sama saja kita sudah memberatkan diri sendiri.

Bukan berarti saya tidak mendukung pemberian mahar besar lho ya.. silakan memuliakan calon pengantin, selama sesuai kemampuan, tidak memberatkan diri sendiri dan orangtua.

So, para babang, please jangan terlalu mikirin harga mahar Raisa ya.. bisa ga kawin-kawin nanti.

Nah, setelah mahar, hal kedua lain yang saya soroti dari pesta pernikahan Raisa adalah......

“Memang sekarang lazim ya? di pesta ada adegan 17+: cium-ciuman, peluk-pelukan, sosor-sosoran?”

Ini beneran saya bertanya. Apakah saya yang terlalu katro. Ataukah pesta orang-orang masa kini memang begitu -_-

Yang saya lihat dari video-video pendek yang bertebaran di instagram, si babang bawaannya nyosor melulu. Itu bibir kayaknya jadi susah mengatup gitu. Antara kegirangan bercampur ketidaksabaran.

Ya bener sih bang.. udah SAH. Mau diapa-apain juga boleh..

Tapi kok saya masih jadi #timkonvensional ya untuk urusan bermesraan di depan umum.. belai peluk cium cukuplah di dalam kamar. Di muka umum boleh ada gesture mesra.. tapi ngga sosor sosoran juga

Emang sih.. sebagai mantan penganten saya paham bangget rasanya jadi orang yang dipajang di pelaminan. Eta kalo bisa tamu-tamu suruh cepetan pulang aja dah. Suruh buruan bubar saking ga sabarnya

Tapi se-ga sabar- apapun, tetap imej dan etika dijaga lah sis.. Di pelaminan cukup gandengan dan senyum-senyum malu aja. Nanti begitu tinggal berdua, naah.. silahkan deh tuh, mau kayang, mau petak umpet, maenan pasir, bikin rengginang. Monggo.. freestyle

Kasihan mata yang melihat. Mana tahu ada anak kecil di sana. Dan lagi, berciuman di depan orang mana ada sakralnya sih. Mana ada gregetnya. Mana bisa bebas melakukan step-step berikutnya. Kentang kan? (ini kenapa malah jadi bahas ciuman -_-)

Tapi mungkin dunia artis beda dengan dunia saya, yang hanya kenal rumah dan aksesoris dapur ini. Meski saya menganggap kurang elok, namun jangan-jangan di dunia gemerlap hal seperti ini sudah sangat biasa. Bukankah dunia gemerlap itu bukan dunia kita

Nah.. untuk calon penganten di luar sana, yang barangkali membaca tulisan ini, jangan jadikan mahar sebagai tolok ukur kesuksesan dan kasih sayang ya.. jangan..

Mungkin benar, lelaki yang ngasih mahar banyak tanda dia sukses di dunia dan sangat mencintai istrinya. Tapi bukan berarti yang memberi mahar sedikit tidak punya rasa cinta. Memuliakan wanita tidak selalu dari harta. Tapi dari akhlak dan perlakuannya pada kita.

Untuk aganwati, mintalah mahar dengan empati. Jangan membebani.

Dan untuk para agan, berilah mahar dengan ikhlas, sesuai kemampuanmu dan orangtua. Wanita yang baik, akan menerima apapun yang kau beri saat meminangnya. Tanpa sedikitpun mengkufurinya.

Nah.. kalo untuk pestanya, pesan saya cuma satu:

Ambil kursus kilat mengelola kesabaran sebelum duduk di kursi panas penganten. Sabar bang... Sabar.. tamu pasti ada habisnya. Malam pasti segera tiba

Penulis : Wulan Darmanto

Sumber:

Fb: Wulan Darmanto


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!