Wednesday, August 30, 2017

Tips Keluarga : Hidup Merdeka ala Keluarga Muslim

RemajaIslamHebat.Com - Keluarga muslim idealnya hidup bahagia tanpa masalah yang berarti. Tapi ada saja kerikil-kerikil penyandung kebahagiaan tersebut. Maklum, perjalanan rumah tangga antara dua insan yang berbeda, tentu tak lepas dari gejala-gejala masalah. Apalagi ditambah anak-anak yang bermacam-macam karakter, keluarga penuh tantangan.
Berikut ini kendala yang membuat keluarga belum menikmati kemerdekaan hakiki:
.
1. Sumbatan Komunikasi
.
Meski tiap hari bertemu, tiap hari berinteraksi, tidak menjamin komunikasi berlangsung bebas. Ada saja yang tidak tersampaikan. Ada saja yang tidak lugas dan bebas diutarakan. Entah karena perasaan ragu, takut, malu, gengsi atau pemikiran “ah, paling sudah tahu sama tahu.”
Padahal keluarga yang merdeka seharusnya komunikasi berjalan lancar penuh keterbukaan. Tidak ada rahasia di antara anggota keluarga. Tidak ada yang disembunyikan. Tidak ada yang ditakutkan. Tapi, karakter masing-masing anggota keluarga yang berbeda, menyebabkan komunikasi ini terkadang tak sesuai harapan.
.
2. Terpengaruh Rumput Tetangga
.
Mustahil tidak pernah terbersit untuk membandingkan dengan kehidupan keluarga lain. Kata pepatah Jawa, hidup itu sawang sinawang (saling melihat/melirik sekitar). Kita dilirik orang, dibilang hidup lebih enak, tapi kita juga sering melirik betapa enak hidup orang lain tersebut. Begitulah. Tak pernah ada habisnya.
Perasaan membandingkan dan merasa kurang beruntung dibanding keluarga lain inilah yang menyebabkan hidup terkungkung dalam ketidak-bahagiaan. Akhirnya tidak lepas merdeka menjadi keluarga bahagia. Padahal seharusnya bersyukur saja apa adanya. Lepaskan diri dari memandang yang lebih tinggi. Biar perasaan plong, merdeka dari penyakit hati.
.
3. Tertib aturan
.
Keluarga yang bebas dari masalah adalah keluarga yang tertib menjalankan disiplin aturan rumah tangga. Ini bukan hal mudah. Bahkan sulit sekali menegakkan aturan di rumah tangga secara disiplin. Ibu-ibu terutama, sering mengeluh dengan kelakuan suami atau anak-anak yang tidak tertib meletakkan barang misalnya. Maklum, yang direpotkan ibu-ibu kalau urusan ini tidak beres. Demikian pula anak-anak yang tidak tertib menjalankan program-program di rumah, seperti jadwal belajar, hafalan, main, dll. Butuh kerjasama dan kesadaran untuk membuat rumah tertata rapi, bersih, nyaman dan membuat betah. Kuncinya adalah disiplin.
.
4. Tidak ada demokrasi
.
Ada yang membangun rumah tangga demokratis, dengan definisi membebaskan anak-anak menentukan sikap, pilihan dan argumen. Rumah tangga muslim tidak seperti itu. Anak-anak bukanlah dibebaskan, tapi diarahkan. Mereka belum punya pengalaman  hidup. Pemahaman juga masih kalah jauh dibanding orangtua. Soal selera mungkin boleh bebas, tapi tidak untuk paradigma berpikir.
.
5. Bebas finansial
.
Siapa yang tidak ingin bebas dari masalah keuangan? Tentu semua punya mimpi ke arah sana. Di mana keluarga tidak lagi terhambat segala pemenuhan kebutuhannya dalam hal materi. Bukan berarti harus kaya raya, tetapi perasaan cukup, qonaah dan bersyukur dengan rezeki yang diberikan, minimal akan membantu perasaan merdeka dari kesengsaraan.
Ditambah lagi pemahaman, bahwa rezeki itu ada takarannya. Masing-masing diberi yang terbaik menurut Allah, bukan yang terbanyak. Karena, rezeki juga ada ujiannya. Kadang yang kelebihan harta pun ujian berupa istidroj. Jadi jangan terkesima bahwa yang lebih, pasti bahagia. Tetapi yang kurang, bersyukurlah agar merasa bebas dari perasaan kurang.
.
6. Bebas dari Dosa
.
Keluarga Muslim yang merdeka adalah yang anggota keluarganya bisa melepaskan diri dari dosa setiap harinya. Ibadah tanpa disuruh. Sedekah tanpa dipaksa. Menjalankan kewajiban dengan senang. Berinteraksi dengan anggota keluarga, kerabat dan tetangga tanpa menimbulkan gesekan dosa. Sulit, pasti. Tapi diusahakan.(kholda)

Sumber:

Fb: Kholda Naajiyah


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!