Thursday, August 24, 2017

SURAU INI BENAR-BENAR AKAN ROBOH (Dilema The New Age of Dakwah) (Bag. 1)

Oleh: Lalang Bakti

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarokatu...

Wah udah lama ya saya nggak nulis. Kira-kira udah tujuh purnama lebih kali ya, sampai-sampai ladang gandum dihujani meteor coklat dan gadis cantik berubah jadi kucing dapur xixixixi...  Tapi tenang, saya tidak akan menghilang saat dunia membutuhkan saya... (oke cukup intermezonya)
.
Ditengah hegemoni kemerdekaan negara di umurnya yang ke-72 tahun, sementara tingkat kesejahteraan masyarakat masih mengundang keprihatinan, ditambah lagi dengan krisis di berbagai sektor, pada akhirnya kita dapati bahwa kekacauan di negeri ini belum berakhir.
.
Saat berbagai bentuk kedzaliman tersistem atau indivdual meraja lela. sampai-sampai seorang kekasih tega membakar pacarnya hidup-hidup dengan alasan tak mau bertanggungjawab atas kehadiran jabang bayi hasil hubungan bejat dan nista mereka. Di saat yang sama, seolah-olah tidak ada lagi yang peduli dengan tergerusnya nilai moral dan agama yang terjadi di tengah generasi muda! Kemanakah para orang tua dan guru?
.
Agaknya usaha keras orang tua dan guru di rumah dan sekolah untuk membentuk pribadi yang sholih menemui kesiaan saat menghadapi gempuran budaya rusak barat yang membanjiri otak dan pemikiran generasi muda saat ini. Pasalnya, hedonisme telah lama masuk ke dalam alam bawah sadar melalui lirik lagu dan tayangan tak bermutu. Hingga pada akhirnya generasi muda lebih bangga melafadzkan lagu berlirik cabul "Despacito" dari pada mentadabburi surah al-Kafiruun...
.
Bukan, ini bukan hanya karena kemalasan mereka atau kuatnya godaan syetan dari golongan jin. Namun sekali lagi, ini adalah hasil dari kedzaliman tersistem... ya... saat ini melafadzkan surah al-kafiruun bisa berujung bui hanya karena satu mantra berbunyi "Toleransi".
.
Bagaimana generasi kita tidak rusak, jika orang-orang yang dianggap tokoh lebih menghargai LGBT dibanding perbedaan fiqih?

Bagaimana generasi kita tidak rusak, jika seorang yang dianggap ulama lebih menganjurkan melihat film porno daripada mendengarkan ceramah agama yang dianggap olehnya sebagai ceramah profokatif?

Lalu bagaimana generasi kita tidak rusak, jika seorang yang katanya mentri agama berpesan agar jangan terlalu serius dalam beragama?

Selanjutnya, bagaimana mungkin generasi kita tidak rusak, jika seorang pejabat menganggap bahwa pekerja seks komersial adalah pahlawan keluarga?
.
Maka jangan salahkan, jika kesintingan demi kesintingan akan terus bermunculan, merusak dan melumpuhkan logika para generasi penerus kita!
Maka wajarlah jika "SURAU INI BENAR-BENAR AKAN ROBOH"

to be continue...

Sumber:

Fb: Lalang Bakti

note: gambar diambil dari google
Monggo dishare, semoga bermanfaat


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!