Thursday, August 31, 2017

SURAT UNTUK IBU

Oleh: Wulan Darmanto

Kemarin aku lewat depan rumah kita, bu
Maaf ku tak bisa mampir menjengukmu
Kesibukanku menggunung, ibu
Anak-anakku merengek menantiku
Tak mengapa bila aku sekadar lewat kan bu?

Pastilah kau maafkan aku, anakmu
Karena kutahu betapa luas hatimu
Kau tangisi aku, saat ku dipersunting pria itu
“Jangan sakiti hati anak ibu”
Pesanmu di hari itu
Di hari aku masih merasa jadi anakmu

Kini aku sudah jadi istri, ibu..
Tinggal sendiri, jauh darimu
Aku tidak becus memasak, bu
Tak tahu cara bahagiakan suamiku
Dan aku pun menelfonmu
Tertunduk-tunduk dengar suaramu
Baru kusadari, luasnya ilmumu..

Ibu, aku sudah bisa memasak sekarang
Tapi kami masih mengontrak di rumah orang
Ku telefon kau lagi, ibuku sayang
Mana tahu kau bisa beri kami barang-barang

Oh iya, kehamilanku terus membesar, bu..
Tak lama lagi kau akan terima cucu
Kau senang kan, bu?
Nanti tinggallah dengan kami, anakmu
Bantu aku mengasuh anakku
Aku harus cari uang bu, untuk beli susu
Dan biaya sekolah cucu kesayanganmu

Tinggallah di rumahku, sekalian urus halamanku
Sirami bunga-bunga itu
Hidangkan masakan untuk anak dan menantu
Masa tua yang membahagiakan kan, bu?

Ibu..waktu terus saja berlalu
Anak-anakku tak lagi butuh buaianku
Kau boleh pulang, ibu
Boleh isi waktu dengan mengaji di mesjid itu
Tapi tetap siaga ya bu
Barangkali ada telefon dariku
Minta nasihat ini itu..

Adakah aku lupa mengabarkan padamu, bu?
Soal cucumu yang ayu
Sudah berani minta jadi pengantin baru
Andai kau tahu pilunya hatiku, bu
Ku asuh dia si gadis ayu
Tapi belum genap baktinya padaku
Ada yang lancang merebutnya dariku

Aku menangis di hari pernikahannya
Pesan berderet kepada suaminya
Agar anakku benar-benar ia jaga
Jangan sekali-sekali lukai hatinya

Cucumu itu..tak  pandai jadi istri rupanya, bu
Saban hari ia ganggu aku dengan telefon menggerutu
Keluhkan susahnya jadi calon ibu
Lalu merengek agar aku sedia momong cucu
Dikiranya aku ini pembantu..

Bu..lihatlah diri kita
Sudah sama-sama tua
Tapi mengapa anak tak henti repotkan kita?
Padahal kita tak lagi muda..

Besok kalau aku lewat depan rumah kita lagi..
Kupastikan aku akan mampir menemani
Biar ibu dengar ceritaku tentang rindunya hati
Pada anak perempuanku, yang teganya lupakan diri
Dia kunanti-nanti
Tapi lewat rumahku pun, mampir tak sudi...

Pamulang, November 2015


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!