Monday, August 28, 2017

SOSIAL MEDIA Dan Banjir Bandang Arus Informasi

RemajaIslamHebat.Com - Dulu orang hanya dapat informasi dari DUNIA DALAM BERITA dan koran-koran lawas. Laporan berita dan bacaan koran menjadi menu harian agar melek informasi. Analisis terhadap berbagai peristiwa dituliskan untuk diajukan ke sidang pembaca, yang tentu saja diseleksi oleh dewan redaksi. Sehingga sebuah tulisan tidak dengan mudah masuk ke ruang publik, karena harus diseleksi terlebih dahulu oleh redaksi, belum lagi juga harus berhadapan dengan subjektifitas pemilik media. Seobjek dan sebagus apapun sebuah tulisan, namun ketika berhadapan dengan subjektifitas kepentingan pemilik media maka akan tersumbat tidak bisa tampil ke publik.
-
Untuk menghadapi sumbatan media mainstream maka hal yang bisa dilakukan adalah dengan juga membuat media mandiri. Dan tentu saja untuk membuat media mandiri dibutuhkan pendanaan. Kekuatan Administrasi pendanaan ini bisa menentukan apakah sebuah media itu bisa menjadi media Nasional bahkan internasional, ataukah hanya menjadi media Lokal saja.
-
Perdebatan, dialog, sharing, opini, analisis, saling sanggah, terjadi begitu renyah di ruang media-media tadi. Karena sifatnya yang eksklusif dimiliki oleh Visi subjektivitas pemilik media, ditambah dengan penyandang dana, jumlahnya media mainstream ini bisa dihitung dengan jari. Dan tidak jarang didapati bahwa media tertentu sudah gulung tikar.
-
Hari ini terjadi lompatan arus informasi yang sangat cepat. Bahkan terjadi BANJIR BANDANG arus informasi. Ini era SOSIAL MEDIA. Dulu untuk mendapatkan informasi diperlukan tenggat waktu beberapa jam bahkan beberapa hari, sekarang hitungan detik bisa kita dapatkan di sosial media. Dulu media hanya satu arah , bahkan disetir dan mendapatkan pengawasan ketat kepentingan rezim, sekarang berjalan sangat dinamis. Bak banjir bandang apapun bisa diterjang.
-
Masalahnya Banjir bandang Arus Informasi era Sosial Media ini seolah membuat masyarakat " kelelep " arus air informasi. Antara arus informasi air comberan, air blumbang, air kali, masuk ke menerjang tubuh masyarakat dengan sangat cepat dan besar. Sehingga masyarakat terseret tenggelam arus air yg bercampur itu. Karena " kelelep " arus informasi ini ia berusaha mengeluarkan air informasi yg menyumbat jalan nafasnya, apapun itu bentuknya. Dengan sentilan di pertanyaan di HP " APA YANG ANDA PIKIRKAN HARI INI ? " Karena kelelep air banjir bandang informasi ini apapun bisa keluar untuk menumpahkan pikirannya. Termasuk tulisan ini.
-
Di atas hanyalah sebuah pemisalan untuk menggambarkan betapa hari ini sangat mudah untuk mengakses sebuah informasi dibanding tahun-tahun yg telah lalu. Disatu sisi adalah euforia setelah lama dikekang dengan tuduhan sumbatan berupa tuduhan subversif, stigma anti ini-itu, sehingga ruang-ruang mengungkapkan pikiran ini sekarang mempunyai tempat yg luas. Disisi lain perlu pendalaman informasi, perlu " Tahqiqul Manath " yang cermat, sehingga orang tidak mudah like n share berita semacam " HEBOH, telah ditemukan Pasukan Dajjal di Pegunugan Anu ", yg semisalnya.
-
Di era banjir bandang arus informasi ini, yg menjadikan seolah serba tahu, serba paham, serba ngerti, ada baiknya kita tidak malu-malu untuk mengatakan " AKU TIDAK TAHU", sehingga membuat kita bisa lebih berhati-hati.

Penulis : Pristian Surono Putro

Sumber:

Fb: Pristian Surono Putro


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!