Sunday, August 27, 2017

SEANDAINYA BOLEH BERANDAI-ANDAI

RemajaIslamHebat.Com - Penguasa negeri ini, makin ke sini, kok kebijakannya terlihat makin tak tekendali. Seperti hewan yang disembelih saja, bergerak ke sana ke mari di ujung kematiannya. Apakah ini pertanda bahwa ia pun tengah berda diambang kejatuhan?

Entahlah.
Yang pasti, pilpres dijadwalkan sebentar lagi. Siapa pun pemimpin yang akan duduk berkuasa di negeri ini berikutnya, harus bersiap mewarisi banyak persoalan krusial di seluruh aspek kehidupan. Kemiskinan, kebodohan, gizi buruk, hutang LN yang jatuh tempo, korupsi, narkoba, LGBT dan masih banyak lagi.

Lalu, seandainya saya boleh berandai-andai, saya ingin mengandaikan ide khilafah yang dibawa HTI, tiba-tiba diterima bulat oleh rakyat dan khilafah berdiri di Indonesia, saya punya pertanyaan, bisakah HTI dan khilafah mengatasi seluruh persoalan rumit ini?

Sebentar,
Mungkin kebanyakan dari kita saja yang melihat persoalan Indonesia ini rumit. Padahal jangan-jangan di mata khilafah dan HTI persoalan seperti ini mudah diselesaikan.

Coba anda bayangkan, kalau khilafah berdiri di Indonesia, saya rasa khilafah tak perlu babat hutan untuk membangun infrastruktur, karena infrastruktur sudah ada meski belum 100 persen menjangkau semua. Tapi ada. Jaringan listrik, jalan tol, bandara, pelabuhan, rumah sakit, gedung-gedung perkantoran dll ada, masih bisa digunakan. Yang tidak sesuai dengan konsep khilafah hanyalah penggunaannya yang bersifat komersil dan pelayanannya yang berbayar.

Nah, kalau begitu berarti yang dilakukan khilafah cuma mencabut asas komersilnya saja. Dan itu mudah, tidak rumit.
Wong khilafah tidak punya sponsor di belakangnya yang akan merasa rugi dengan kebijakan itu.

Lain halnya kalau khilafah itu ada sponsor di belakangnya, pasti ia kesulitan untuk mencabut asas komersil ini karena pasti ada yang dirugikan.

Lalu, persoalan SDA yang dikuasai asing dan aseng. Penyelesaiaannya juga mudah, tidak rumit. Wong hanya pengambil alihan hak kepemilikan. Tambangnya tetap bisa beroperasi, karyawannya tidak perlu dipecat.

Begitupun para PNS, guru, dosen dll yang bekerja di berbagai departemen dalam pemerintahan, saya pikir tidak mungkin lah mereka dipecat. Mereka tetap bekerja seperi biasa. Bahkan, mungkin mereka akan lebih bersemangat kerja karena mereka yakin gaji mereka terjamin. Wong SDA nya milik rakyat.

Lalu bagaimana dengan hutang luar negeri? Rumitkah menyelesaikannya? Sepertinya agak rumit.
Khilafah sudah tentu akan menghitung ulang pokok hutang tanpa bunga dan hanya berkomitmen membayar pokoknya saja.

Dari mana dana untuk membayarnya? Para koruptor yang telah terbukti korupsi bisa saja dipaksa mengembalikan sejumlah harta yang dikorupsi.
Bila ia enggan, maka khilafah akan memenjarakannya tanpa batas waktu. Maksudnya, ia hanya akan dilepas setelah menyerahkan sejumlah harta sebesar korupsinya.

Bila dari harta tersebut belum bisa mencukupi pembayaran hutang, khilafah akan menempuh beberapa cara, misalnya menego ulang tempo hutang, menyeru konglomerat muslim memberi pinjaman untuk negara dll yang sesuai syari'at. Agak rumit.

Tapi, akankah umat Islam berdiam diri menyaksikan khilafah mengatasi kerumitan itu?
Saya rasa tidak. Bukankah kita bersama telah saksikan betapa pemurahnya umat Muhammad ini. Kita telah melihat betapa mereka berlomba-lomba menyerahkan harta-harta terbaik mereka dalam aksi bela Islam dan aksi-aksi lainnya. Maka, dalam persoalan ini, saya menduga kuat umat akan melakukan hal yang sama.

Dengan demikian, persoalan rumit ini pun, sepertinya akan mudah diselesaikan oleh khilafah.

Persoalan berikutnya bagaimana dengan asing dan aseng? Mereka adalah pihak yang sangat dirugikan bila khilafah berdiri. Akankah mereka diam?

Saya yakin tidak. Tentu mereka akan mengambil tindakan. Hanya saja, mereka adalah kapitalis sejati. Mereka mengukur hidupnya dengan untung dan rugi secara materi. Mereka pasti akan mengkur terlebih dahulu kekuatan kaum muslimin. Bila kaum muslimin bersatu, satu sama lain saling menopang layaknya saudara sebagaimana persaudaraan yang digambarkan antara kaum anshor dan muhajirin, maka, dihadapan persatuan semacam ini tentu mereka tak akan berani mengambil resiko terlalu jauh.

Tapi begitu ada celah, mereka tentu akan bertindak. Saya melihat inilah kerumitan terbesar yang akan dihadapi khilafah. Tidak mustahil ia menjadi sasaran bersama negara-negara kapitalis. Dan khilafah bisa saja lenyap sesaat setelah kelahirannya.

Namun bisa saja kondisinya seperti ini; ketika khilafah berdiri di Indonesia, tegaknya khilafah seketika disambut di seluruh negeri muslim. Maka bukan hal yang mustahil akan terjadi khilafah spring.

Seluruh negeri-negeri Islam, yang telah jenuh dengan kapitalisme, telah lelah dengan kezaliman masing-masing rezimnya, akan menyambut kedatangan khilafah dan berlomba-lomba menjatuhakan rezim dan bergabung dg khilafah.

Maka, bila kondisi itu terjadi, kapitalisme global sudah pasti akan terhempas dan mati.

Wallahua'lam apa yang akan terjadi.
Tulisan ini hanya sebuah pengandaian tanpa data. Boleh setuju boleh tidak...

Sumber:

Fb: Alif Sholihah


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!