Wednesday, August 23, 2017

SAHABAT TA'AT

RemajaIslamHebat.Com - Pagi ini, seseorang mengirimiku sebuah pesan teks, yang berisikan;

Intinya, sahabat itu adalah tempat pulang setelah orang tua. Yang tahu bagaimana dirimu, bagaimana luar-dalam penampilanmu. Yang mengerti seburuk-buruknya dirimu, dan sebaik-baiknya hatimu. Yang terkadang lupa lelah demi mendengar keluh kesahmu, dan kadang lupa bahwa dirinya pun dalam suasana hati yang kelu.

Jangan menjadi beban, jangan pula menjadi tujuan. Tapi jadikan dirimu teman selaras, tanpa tingkatan atas bawah, tanpa ukuran tinggi rendah, juga tanpa lebel lebih baik dan lebih buruk. Baik dirimu maupun sahabatmu, jadilah sebaik-baiknya teman terdekat yang bermanfaat.

Yang bukan sekedar menawarkan kesenangan dunia, tetapi memberi harapan besar untuk akhiratnya juga. Sebab dunia bukan tujuan, melainkan sekedar tempat persinggahan.

Untuk sahabat,
aku takan marah saat kau pergi jalan tanpaku. Akupun takan kesal saat kau makan tanpa mengajaku. Aku juga takan kecewa saat kau bersenang-senang tanpa diriku. Sebab dirimu pun memiliki hidup yang harus berjalan meski tanpa diriku disetiap waktu.

Namun sahabat,
aku akan marah saat kau bersua dimajelis ilmu tanpa ajakan. Aku akan kesal saat kau hadiri pengajian tanpa pesan. Aku juga akan kecewa saat kau menyimpan ilmu akhirat tanpa mengamalkan. Sebab inilah ikrar persahabatan yang ku mau, apapun itu selalu Allah yang didahulukan. Bukankah persahabatan semacam ini akan lebih beralasan.

Dimana hanya akhirat yang menjadikan hati menggebu. Dimana demi niat Lillah belajar Ilmu-Nya kita sering bertemu. Bukan yang sekedar kenal, cocok, lalu selalu bareng. Sebab setelah maut semua akan buyar.

Pun persahabatan tanpa landasan iman tidak akan kekal, sebab asas yang terjalin bukan lagi halal dan haram. Untuk itu jadilah tempat ternyaman untuk sahabat. Dimana didekatmu dia lebih taat, dan kau didekatnya juga demikian. Dengan harapan bersamanya surga jadi tergambarkan. Selamat berusaha menjadi dan mencari, sahabat yang demikian."
(diambil dari fp Tausyiah Cinta)

Bagaimanapun jua, saya setuju dengan apa yang disampaikan tulisan tersebut. Ada firman Allah yang mengatakan,

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.”(QS. az-Zukhruf [43]: 67)

Ketika menafsirkan QS. az-Zukhruf ayat 67 di atas, Imam al-Baghawi rahimahullah menukilkan sebuah kisah yang diriwayatkan oleh Abu Ishaq dari Sahabat yang mulia Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, yang mana beliau mengatakan:

“Ada dua orang mukmin yang saling bersahabat dan dua orang kafir yang saling bersahabat. Ketika salah satu dari orang mukmin tersebut meninggal dunia ia pun berkata:

“Wahai Rabb-ku sesungguhnya si fulan dahulu memerintahkanku untuk berbuat taat kepada-Mu dan kepada Rasul-Mu, dia juga menerintahkanku untuk melakukan amal kebaikan dan menjauhi kejelekan, dia juga mengabarkan kepadaku bahwa suatu saat aku akan bertemu dengan-Mu, (maka) wahai Rabb-ku janganlah Engkau sesatkan dia setelah sepeninggalanku, berilah ia petunjuk sebagaimana Engkau telah memberikan petunjuk kepadaku, serta muliakanlah dia sebagaimana Engkau telah memuliakanku.”

Ketika teman dari orang mukmin tersebut itu meninggal dunia, maka Allah pun mengumpulkan keduanya, dan Allah mengatakan kepada mereka: “Hendaklah kalian saling memuji satu sama lain!.” Kemudian orang mukmin tersebut berkata: “Inilah sebaik-baiknya saudara, sebaik-baiknya sahabat dan sebaik-baiknya teman.”

Adapun ketika salah satu dari dua orang kafir tersebut meninggal dunia, ia berkata:

“Wahai Rabb-ku, sesungguhnya si fulan dahulu melarangku untuk berbuat taat kepada-Mu dan kepada Rasul-Mu, dan ia (justru) menyuruhku untuk berbuat kejelekan dan melarangku dari berbuat kebaikan. Dia juga mengabarkan kepadaku bahwa kelak aku tidak akan pernah bertemu dengan-Mu. Maka orang kafir tersebut berkata: “Inilah seburuk-buruknya saudara, seburuk-buruknya sahabat dan seburuk-buruknya teman.”
(Lihat Tafsir al-Baghawi, karya Syaikh Abu Muhammad al-Husain bin Mas’ud al-Baghawi, cetakan Dar al-Ma’rifah, Beirut 1413 H, Jilid ke-4 halaman 145).

”Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari klamat.”
—Imam Hasan Al Bashri
Wallahu 'alam bis shawab. []

Bandung, 16 Agustus 2017

Sumber:

Fb: Siti Marfuah


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!