Wednesday, August 23, 2017

Pelajaran dari Krisis Garam

Berita:
✒Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan : Jadi, besok saya akan rapat soal ini.  Jadi, kita mau bikin sentra garam itu di Kupang, nanti kalau jalan kita bikin di wilayah lain.  Ada teknologi vdari BBPT yang bisa bikin garam tidak terpengaruh pada cuaca dan cost-nya lebih rendah. (Republika, Jumat, 4 Agustus 2017; Kemendag Keluarkan Izin Impor Garam).

Komentar Politik:
✒Bukankah sudah lima tahun anomali cuaca berlangsung,  mengapa baru akan menggunakan teknologi ? Sungguh ini cerminan kelalaian pemerintah yang tidak saja menambah derita masyarakat namun juga  sangat memalukan secara politik.  Lemahnya kecepatan berfikir dan kecerdasan politik pemerintah tidak lagi bisa disembunyikan akibat j buruknya visi dan dedikasi.

✒Bagaimana tidak, negeri ini berlimpah potensi sumber daya garam namun puluhan tahun menjadi pengimpor.  Alasannya kualitas garam produksi lokal rendah.  Pada hal semua itu bisa diatasi dengan penggunaan tekhnologi yang cukup sederhana.  Sekarang imporpun ditambah 75 ribu ton dari Australia menjelang panen raya Agustus.  Inilah buah  pahit  penerapan sistem kehidupan sekuler,  khususnya ketika rezim berkuasa mengadopsi mindset  neolib berikut konsep-konsepnya yang  batil.

✒Sungguh jauh berbeda, di bawah naungan khilafah pada abad pertengahan negeri-negeri Islam telah menggunakan berbagai teknologi terkini untuk mengatasi problem cuaca dan alam.  Kecerdasan politik pemerintah, demikian pula dedikasi dan visinya begitu nyata. Produksi berbagai bahan panganpun berlimpah. Keniscayaan manakala  pemerintah mengadopsi mindset  dan konsep-konsep yang sohih dalam mengurusi urusan rakyat  di samping menerapkan Islam secara kaafah dalam bingkai negara khilafah.  Allahu A’lam.

Rini Syafri
Pemerhati Kebijakan Publik.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!