Saturday, August 26, 2017

MIMPI SANG PUTRI 7

Oleh : Muhammad Akbar Ali

IBU membungkukan badan, mengarah pada bagian telingaku di ikuti oleh suaranya dengan nada pelan, Anakku sayang sebentar lagi kita akan pulang.

Dokter memberitahu Ibu, pukul empat belas dua puluh lima menit sudah boleh meninggalkan ruangan ini.  Hanya saja dokter berpesan,  agar putri menghindari aktivitas yang menguras tenaga banyak.

Perbanyak istrahat, minum air secukupnya dan perbanyak mengkonsumsi buah-buahan. Kemudian aku memperhatikan ibu yang menyalurkan tanganya kepada laki-laki yang sangat asing bagiku.

Mereka berjabat tangan di selimuti senyum khas ibu dan laki-laki itu yang dari kejauhan telah terlihat menunjukanya. Ia seakan telah mengenal ibu, seumpama laila mengenal majnun. 

Ibu mengenalkan aku padanya. Ia bernama Abdullah Khairul Azzam.  Adalah anak dari Abdullah Khairul Anam, saudara kandung ibu yang bermukim di Jawa Barat,  Jalan Peleiseran Nomor dua belas. 

Rumah mereka tak jauh dari kampus Institut Teknologi Bandung. Kira-kira sepuluh menit berjalan kaki. 

Saat ini Abdullah sedang menyelesaikan program doktornya pada keilmuan Teknik Fisika di Institut Teknologi Bandung.

Saat umur tiga tahun Abdullah pernah tinggal satu rumah denganku. Ia dititip oleh ayahnya sebab masalah keluarga yang menderanya. 

Maka tidak heran ibu sangat mengenal betul Abdullah.  Dan Abdullah telah menggap Ibu seperti orang tuanya sendiri. 

Dia mengabarkan bahwa ayahnya belum sempat menjenguk. Ia ke Mesir oleh tugas dari perusahaan tempat ayah bekerja. Disana sebulan lamanya. Pungkasnya dengan nada polos. 

Aku membaca Istighfar berulang-ulang.  Rasa sakit bagian kepala sesekali datang mendesis. Baru kali ini aku merasakan sakit seperih ini. 

Namun berangsur-angsur hilang dan hampir tidak datang lagi rasa perih itu saat aku menuruti semua perintah dokter. Mulai memakan obat yang terdiri lima jenis, minum air yang cukup,  dan memakan buah-buahan. 

To Be Continued...

*Penulis adalah Mahasiswa Agribisnis, Halu Oleo University.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!