Wednesday, August 30, 2017

Menanamkan Mafahim Uqdatul Kubra

RemajaIslamHebat.Com - Kata psikolog masa remaja adalah masa pencarian jati diri, masa-masa pencarian identitas diri. Masa-masa untuk berpikir dan merenung menjawab pertanyaan penting " SIAPAKAH SAYA ?". Dan islam memberikan JALAN bagi seluruh manusia untuk memecahkan hal ini dengan jawaban sesuai fitrah manusia, rasional, dan menenteramkan hati. Jati diri, identitas diri, Siapakah saya, semua ini terangkum dalam Islam yakni persoalan AQIDAH.
-
Maka kalau kita cermati kitab-kitab awal yang dikaji awal untuk anak-anak muda, pelajar awal, baik itu di madrasah, pesantren, adalah persoalan AKIDAH, bab keimanan. Ya, perkara dasar inilah yang dikaji terlebih dahulu sebelum masuk Bab Fiqih. Coba kita lihat kitab washaya Al Abai Lil abnai, buah karya Syaikh Muhammad Syakir, bab awal-awal adalah mengenal Tuhannya. Dengan seruan khasnya Wahai anakku...
-
Banyak kita merenung mengapa jepang dengan kemajuan ipteknya angka kejadian bunuh dirinya tertinggi di dunia ini, kemudian saling kejar-kejaran angka ini dengan korea selatan, disusul kemudian negara-negara barat. Saat menyimak mbak Erica Goldson, beberapa tahun yg lalu salah seorang siswi terbaik lulusan SMA di Amerika, ia mempertanyakan untuk apa ia hidup ?

Bagaimana dengan pelajar negeri ini ? Saya merasakan ada kecenderungan yg sama bahwa sebagian mereka, sebagian banyakkah ? ( Entahlah, saya belum pernah menghitung ) mengalami kegalauan akan identitas diri serta jawaban untuk apa tujuan apakah ia hidup ? Secara pribadi Setidaknya itulah yg kurasakan saat menginjak putih abu-abu SMA kelas dua. Yang itu baru plong terjawab saat dibangku kuliah putih-putih Kuliah keperawatan ketika salah seorang Aktivis islam mendedahkan panjang lebar siapa saya, untuk apa, dan akan kemana ? Uqdatul Kubra.
-
Gambar di bawah ini adalah salah satu contohnya. Kalau kita mau mendengar, membaca lirik lagu album keluaran perdana Band base jam berjudul MIMPI akan kita dapati lirik lagu yang begitu dalam akan kegalauan identitas diri dan tujuan hidup. Belum lekang juga dalam ingatan seorang cerdas Ignatius Ryan Tumewu yg mencoba bunuh diri dengan menggugat pasal larangan Eutanasia ( suntik mati ) ke mahkamah konstitusi karena si doi mau melakukan bunuh diri suntik mati. Sampai kisah konyol seorang siswa paskibraka sebuah SMA di tasikmalaya yg mencoba membakar dirinya bunuh diri setelah diputus sama pacarnya.

Dan saat berinteraksi dengan pelajar-mahasiswa dalam banyak kesempatan ketika kutanya " untuk apa kamu hidup ?", tidak sedikit diantara mereka kesulitan, dan kebingungan, seolah menghadapi soal rumus fisika yang sulit, mulutnya terbata-bata menjelaskanya. Ada beberapa kisah unik ini aku tulis dalam Buku ku DakwahSekolah DalamAksi ( DS DA ) tentang ini.
-
Ditambah dalam ranah lontaran intelektual, kita dapati seorang remaja belia yg ditokohkan media pendukung bahwa agama adalah warisan, hal ini adalah problem yang lain. Selain problem lain dikalangan remaja dengan geng motor yg sadis, narkoba yg membuat kesadaran amburadul, dan kriminalitas yang membuat kita sedih.
-
Hemmm...tentu ini adalah masalah kita bersama, dan DakwahSekolah DalamAksi adalah solusinya. Apa maksudnya ? Secara reflektif dan ringan saya jelaskan di buku DS DA. Bisa Pesan di  WA/SMS 0857 1277 9910, bisa juga inbox.
-
Wonosobo, 22/06/'17

Tulisan lain di fb Pristian Surono Putro :

Ketika SOSMED Ditutup,

Maka militansi pengemban dakwah akan semakin kuat. Ketika ada rapat maka para GURU akan datang ke rumah para Murid. Kebersamaan akan semakin kuat. Para pengurus akan mendatangi para Guru, komunikasi akan semakin rekat.
-
Koran-koran, Buku, tulisan akan menjadi mainstream menjadi saluran gagasan. Televisi bisa jadi akan menjadi kanal suara rezim, Radio akan kembali marak.
-
Terus berjalan sahabat, selama kita punya MULUT karunia Allah SWT, maka SUARAKANLAH Mabda Islam.
-
Wonosobo-Purwokeeto, 14/07/'17

Sumber :

Fb : Pristian Surono Putro


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!