Friday, August 25, 2017

Manajemen Keikhlasan

RemajaIslamHebat.Com - Menjaga keikhlasan di era sosmed dan online ini bukan perkara mudah. Ketika para generasi salaf berjuang keras untuk menyembunyikan amal shalihnya, sebagian "kita" justru memilih mengunggah dan menyebarnya

Aduhai, apakah karena zaman dulu belum ada sosmed, gitu? Tentu saja bukan itu yg menjadi alasannya, Saudaraku
Mereka menyembunyikan amal shalihnya, karena takut sampai jatuh ke dalam riya', yakni beramal shalih ada niatan karena manusia-walaupun sedikit 'niatan' itu menyelisip dalam hati

Akan tetapi, begitulah hebatnya riya'. Ia bisa merusak pahala amal shalih laiknya setitik nila yang merusak susu sepenuh belanga. Memang nila itu hanya setitik, namun efeknya; susu sebelanga bisa tak bernilai

Allah mencampakkan amal shalih yang ada campuran riya' di dalamnya. Subhanallah. Kita tentu ingat betul dalam hadis shahih tentang 3 orang yg dicampakkan amal shalihnya yakni syuhada, ulama & aghniya'. Mengapa sampai demikian? Karena riya', beramal shalih berharap pujian dan sanjungan manusia

Ketika memberikan bantuan, mengisi taklim/kajian, menjenguk si sakit, dan segala tetek bengeknya itu diunggah di media sosial, jangan-jangan, kita hanya dapat 'like', sedangkan pahala 'nol'. Na'udzubillah

Memangnya kenapa sih, kalau amalan itu tidak diunggah? Khawatir tidak akan sampai kepada Allah? Justru amalan yang diunggah itu, bisa menjadikannya 'berhenti' di beranda, dan tidak sampai kepada Allah..

Barangkali diantara 'kita'ada yang bergumam," Aku kan bisa menjaga hati", atau  "Itu kan tergantung niat masing-masing", atau "Lagian siapa tahu setelah saya mengunggahnya, banyak yg terinspirasi melakukannya juga" ,atau malah "Jangan sewot ah', bilang aja nggak mampu"

Sungguh, mengejar keikhlasan di zaman sekarang ini tidak mudah. Godaan untuk menampilkan amal shalih dg dalih agar menjadi contoh, benar-benar menjangkit, padahal bila tidak berhati-hati, bisa menghanguskan pahala.

Jangan sampai, sudah berlelah-lelah, atau beterbangan dari satu kota ke kota lain, dari satu pulau ke pulau lain, bahkan dari satu negara ke negara lain, namun yang diperoleh sekedar 'materi' yg tak seberapa, sedangkan pahala 'nol'

Bahkan ketika menuliskan hal ini, aku pun khawatir; takut ada niatan lain selain menyampaikan kebenaran yakni berburu like/agar viral. Astaghfirullah. Dan jika meneladani seorang Bisyr al Harits yang membatalkan taklim ketika terbesit niatan ingin dipuji atau  Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang menyobek surat yang telah ditulis ketika terbesit niatan selain Allah ketika menulisnya, niscaya tulisan inipun tidak hadir di beranda anda

Maafkan daku, saudaraku
Barangkali tulisan ini agak menggelitik bahkan 'menampar' walau sesungguhnya yg lebih tergelitik atau tertampar itu bukan dirimu, tapi diriku. Ya, nasehat itu lebih tepat tertuju kepada diriku, karena tidak jarang akupun melakukannya; mengunggah sesuatu yg seharusnya tidak perlu diunggah karena merupakan amal shalih yg seharusnya hanya Allah saja yang mengetahuinya

Begitu berat memburu keikhlasan itu, dan sebaik-baik ikhtiar untuk mendapatkannya adalah dengan sekuat mungkin 'menyembunyikan amal shalih ' yang kita lakukan

Allahu A'lam bish-shawab

Marhaban yaa Ramadhan 1438 H

Penulis : Fadlan Al Ikhwani

Editor kata : Hardi Jofandu


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!