Tuesday, August 29, 2017

Malaysia Versus Indonesia

RemajaIslamHebat.Com - Dalam sebuah diskusi yang dihadiri para pelajar Muslim, saya pernah memantik diskusi dengan sebuah pertanyaan kritis ; " Mengapa Malaysia, Indonesia, dan Brunei Darussalam tidak menjadi satu Negara saja ? Padahal coba lihat peta ada sebagian Negara Malaysia " nemplek di sebagian pulau di Indonesia, bahkan Brunei yg negaranya sak uprit itu itu dalam peta terlihat gabung dengan pulau Kalimantan, Mengapa ?"
-
Para pelajar yang hadir dalam diskusi ini pada merenung sejenak, berpikir lama, seolah menjawab soal fisika yang rumit.
-
Ya karena memang beda penjajah, Indonesia berada dalam jajahan Belanda, sementara Malaysia dan Brunei adalah jajahan Inggris, sementara Timor-Timur jajahan Portugis. Jadi memang tepat analisis geopolitik Mbah Soekarno saat berkonfrontasi di PBB soal Malaysia ini, karena Malaysia adalah " Buatan " Inggris.
-
Saya kalau nemenin anak nonton Upin-Ipin paham kok pembicaraan itu kartun, saya rasakan bahasanya kok sama dgn bahasa Indonesia ya ? Betul-betul-betul ? Cuma yg khas dari pembicaraan orang Malaysia adalah kental huruf " e" nya. Termasuk Brunei. Kalau pas mendengarkan ceramahnya Ustad Abdul Shomad dari Riau, kadang sering logatnya mirip orang Malaysie, betul betul betul ? Dari segi bangsa, juga sudah masyhur bahwa Indonesia Malaysie sama-sama bangsa Melayu, dan kental akan identitas Islamnya. Kalau dikatakan senasib dan seperjuangan kan juga sama-sama dijajah. Lantas apa yg kemudian memisahkan Indonesia dan Malaysia seolah bak musuh bebuyutan ?
-
Disinilah kelihaian Imperialis untuk memcah kesatuan Umat Islam, anda bukan saya, saya bukan anda, padahal anda dan saya sama-sama Muslim, sama-sama bangsa melayu, dan kalau bicara pakai bahasa Indonesia bisa nyambung obrolannya.

Sumber:

Fb: Pristian Surono Putro

Tulisan lain fb: Pristian Surono Putro :

Kecekik
-
Beberapa waktu lalu, ketika sampai Rumah sakit shift Malam, kedapatan seorang pengunjung Rumah sakit yg Kecekik kesulitan nafas, sampai mual muntah. Nah masalahnya pengunjung tadi gak ada yang secara kasat mata mencekik, lha trus siapa yg mencekiknya ? Horor..
-
Singkat cerita, saat di lantai tiga, empunya cerita memberitahu bahwa rasanya ada yang mendorong dari belakang, padahal yg bersangkutan sendiri di dalam lift, dan setelah merasa jatuh terdorong, empunya cerita merasa lehernya tercekik, sampai kesulitan bicara. Horor..
-
Belum sempat naruh tas, beberapa teman minta agar di rukyah orang yg tercekik tadi. Baru tak datangi udah muntah-muntah. Setelah sampai keringetan, yang setiap kali dibacakan ayat-ayat Al Quran rasa tercekiknya semakin keras plus muntah hebat. Setelah 45 menit dirasakan gak ada perubahan, Akhirnya telepon Pak Satpam, kirim ke IGD aja.
-
Barangkali ada yg bisa menjelaskan fenomena ini ? Saturasinya sih normal, dan gak ada tanda-tanda kekurangan Oksigen.

Sumber:

Fb: Pristian Surono Putro


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!