Thursday, August 31, 2017

LOVE LETTER FOR GRADUATION

Oleh : Muhamad Akbar Ali

MENJADI mahasiswa semester akhir,  sedikit rumit di jalani.  Banyak harapan dan tantangan yang menerpa. Baik bermula dari rencana itu sendiri , namun tidak sedikit pula yang datang di luar dugaan.

Bahkan kadang-kadang saya merasa sensitif, saat di lemparkan pertanyaan, Kapan wisuda?  Membuat  saya kaku dan sangat enggan  menjawabnya.

Mengamati terhambatnya jalan mahasiswa semester akhir (termasuk saya) , oleh beberapa hal :

Pertama,  Inkosistensi niat.

Terkadang kita sudah berniat dalam jiwa untuk tekun dan fokus mengerjakanya,  namun saat ada bisikan lingkungan lain, mudah saja termakan rayuanya.  Lambat laun, dan perlahan-lahan kita pergi meninggalkan tugas utama. Sampai pada akhirnya merasa nyaman pada arena baru tersebut.

Kedua : Sosial dan Reduksi.

Kita ketahui, bahwa lingkungan sangat berperan dalam membentuk aktivitas atau karakter seseorang.  Nah,  jika kita sedang bermain dengan tugas akhir (Proposal penelitian atau Skripsi) dan tempat rutin bersosial adalah mahasiswa yang sering mengikuti lomba,  kebanyakan bermain dengan android atau lainya,  maka ini akan berpengaruh besar terhadap misi yang telah di bangun.  Sebab, lingkungan memiliki magnet invisible yang dapat menarik dengan kuat sampai kita benar-benar terjerembab pada arusnya. 

Dua faktor di atas, saya namakan racun sianida bagi mahasiswa akhir. Sangat mematikan gerak,  jika tidak segera menghindari dan menjauhinya. Dan Sianida ini,  sepertinya akan lebih dahsyat efeknya jika di nikmati dan saat rasional di kesampingkan. 

Pada saat itu, maka kita hanya akan terus menjadi penonton oleh mereka yang mengenakan toga.  Atau sekedar mengirim surat cinta untuk wisuda. 

*Mahasiswa semester akhir yang sedang mengejar Gelar S. P

Tulisan lain fb Muhammad Akbar Ali :

ADVICE FOR SELF

Lawan dan perangilah rasa malas.  Atau akan menghancurkanmu (Akbar Hong) 

Tak seorang pun terhindar dari penyakit ini.  Dia merupakan bagian dari fitrah manusia yang padanya pasti hadir dimanapun dan dalam keadaan apapun.

Bahkan termasuk satu dari kesekian yang menyebebkan kegagalan alias tidak sukses.

Jamil Azzaini sang motivator Indonesia menyinggung  ada 3 penyebab seseorang tidak sukses dalam karirnya atau bagi mahasiswa dalam sepak terjang berada di kampus.

Tiga poin tersebut, Pertama  bernama ALASAN. Perhatikan kehidupan orang-orang yang hidup diatas rata-rata, mereka semua menjauhi alasan.

Mereka lebih fokus pada peluang dan solusi dari berbagai kejadian yang terjadi dalam hidupnya.

Alasan ini terkadang datang dalam bentuk pembenaran-pembenaran. Misalnya, “Ya wajarlah dia sukses sebab semua fasilitas tersedia.

Sementara saya hidup dalam banyak keterbatasan, sudah bisa hidup begini saja sudah alhamdulillah.” Ucapan itu terlihat benar dan bijak, padahal terkandung alasan yang melemahkan.

Ketahuilah, alasan itu mematikan kreativitas, membuat pikiran buntu dan membuat hidup Anda semakin kalah dan terpuruk.

Musuh kedua bernama takut gagal. Apakah tidak boleh takut? Boleh dan sangat dianjurkan untuk takut kepada Allah, takut berbuat maksiat, takut makan gaji buta dan sejenisnya.

Namun Anda tidak boleh TAKUT GAGAL. Mengapa? Karena, kegagalan itu pasangan sejatinya kesuksesan.

Tak ada orang sukses yang tak pernah gagal. Bahkan setiap kita pasti punya jatah kegagalan, habiskanlah selagi masih muda.

Jangan sampai kegagalan justru datang di saat kita sudah tak bertenaga karena dimakan usia. Jadikan gagal menjadi pelajaran di dalam kampus kehidupan.

Musuh ketiga bernama malas atau sering menunda-nunda pekerjaan. Saat orang tua minta tolong dengan ringan Anda menjawab, “Entar, bu”.

Saat teman Anda minta tolong ucapan yang otomatis keluar, “Entar, ya.” Saat ada pekerjaan di depan Anda yang terucap, “Entar, ah.”

Apabila kata entar sudah sering terucap secara otomatis dari mulut Anda, itu pertanda salah satu musuh kehidupan sudah mengalahkan Anda.

Segeralah sadar, lawan dan kini giliran Anda memenjarakan musuh yang bernama entar itu. Jangan terbiasa menunda pekerjaan.

“Jangan mudah berkata entar tapi segeralah enter (masuk) dalam pekerjaan Anda,” begitu nasehat orang bijak.

Sumber:

Fb: Muhammad Akbar Ali


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!