Tuesday, August 29, 2017

Kesungguhan Memperhatikan Umat Islam

RemajaIslamHebat.Com - Malam ini saya membaca dua buku yang membahas terkait tema ORIENTALISME. Satu buku ditulis oleh penulis dari Timur Tengah yakni DR.Qasim Assamurai dalam bukunya yang berjudul Al Istisyraaqu Bainal Maudhu'iyyati Wal Ifti'aaliyyah, dan diterbitkan oleh Gema Insani Press dengan judul Bukti² Kebohongan Orientalis, sementara buku lainnya ditulis oleh penulis asal Indonesia, yaitu Mannan Buchari, Lc, dengan judul Menyingkap Tabir Orientalisme yang ditebritkan oleh Penerbit Amzah.
-
Membaca dua buku ini seolah mendapatkan PENDETAILAN data dan menguatkan fakta dari kitab yang Alhamdulillah pernah saya khatamkan dalam halqah bersama Guru yakni ketika mengkaji Kitab Daulah Islam buah karya Syaikh Taqiyuddin An Nabhani. Dalam beberapa bab Kitab Daulah ini membahas serangan misionaris, ghazwul At Tsaqafi, termasuk beberapa sebab kemunduran Umat Islam dalam kaitannya invasi Penjajahan barat ke Negeri-Negeri Islam, baik itu penjajahan dalam aspek pemikiran maupun dalam hal siyasah ( Politik ).
-
Kesan yang saya dapatkan membaca lembar demi lembar dua buku ini, seperti yang tertera dalam judul tulisan ini " KESUNGGUHAN MEMPERHATIKAN UMAT ISLAM ". Ya, Kaum Kafir Penjajah begitu serius memperhatikan umat Islam. Mereka siang-malam dengan penuh perhatian dan kewaspadaan berusaha untuk memperhatikan sepak terjang umat Islam. Mereka bahkan mempelajari bahasa arab, menterjemahkan Al Qur'an, mempelajari Islam dalam aspek Akidah, Syariah, memetakan wilayah geografis Negeri-negeri Islam dan seluruh aspek berkaitan dengan Islam dan Umat Islam.
-
Kesungguhan dalam memperhatikan umat Islam inilah yang oleh Barat secara praktis disebut dengan KAJIAN KETIMURAN alias ORIENTALISME. Lantas apa kepentingan mereka begitu serius Memperhatikan Umat Islam ?
-
Sudah MAFHUM bahwa Umat Islam adalah Umat yang sangat tangguh, kokoh, dan tak terkalahkan. Barat bisa terkencing-kencing ketika berhadapan secara fisik dengan Umat Islam, karena mereka paham semboyan Umat Islam yang membuat bulu kuduk mereka berdiri yakni KEMENANGAN atau Mati Syahid. Kekuatan militer Umat Islam sudah sangat dikenal dunia sebagai tak terkalahkan, dari mulai generasi pertama di Medan Badar, dan berbagai futuhat ( pembebasan ), serta serangkaian tangguhnya Khulafaur Rasyidun sampai para Khalifah setelahnya.
-
Pengalaman Cruside ( Perang Salib ) antara Barat dengan Umat Islam yg terjadi hampir dua abad lamanya memberikan pelajaran berharga bagi Barat. Perang Salib angkatan pertama ( 1096-1099 ) menghimpun 200.000-300.000 pasukan yang dikobarkan oleh Paus Urbanus II dari Vatikan, Roma. Menggabungkan seluruh Ksatria tempur barat, mulai Godfrey De Bouillon, Duke Of Lower Lorraine, Baldwin, Eustace, Robert Duke Of Normandy ( putera William The Conqueror ), Stephen Count Of Chartres, Raymond IV Count Of Toulouse, Hugh Of Vermandois, Bohemund Duke Of Tarentum, adalah nama-nama kesatria tempur barat angkatan pertama Perang Salib. Awalnya Pasukan salib mendapatkan angin segar dengan merebut benteng Nicea dari Umat Islam, mereka juga menguasai Antioch dibawah pimipinan Bohemund, mampu merebut Edesa dibawah komando Badwin, bahkan memporak-porandakan Jerusalem dibawah pasukan King Godfrey De Bouillon.
-
Namun angin segar penjajahan barat  ini hanya sebentar, karena Mujahidin Umat Islam dibawah pimpinan Nuruddin Zanki membebaskan Kembali Edesa ( wilayah irak Utara ), adapun wilayah Antiouk ( syiria Utara ) dibebaskan oleh Mujahidin dibawah Komando Jenderal Al Zahir Baibars. Sementara Jerussalem ( Palestina ) dibebaskan Mujahidin tangguh pimpinan Sultan Shalahuddin Al Ayyubi.
-
Kegagalan angkatan pertama pasukan Salib belum membuat barat putus asa. Maka disiapkan Angkatan pasukan salib ke dua ( 1147-1153 ) atas seruan Paus Augenius dalam Konsili Vezaley ( 1146 ). Atas landasan seruan Paus ini bergeraklah Ksatria tempur King Conrad III dari Jerman, dan King Louis VII dari Perancis. Mereka berusaha untuk menguasai Damaskus, namun GAGAL TOTAL dan dipaksa pulang kandang ketika berhadapan dengan Mujahidin Umat Islam pimpinan Sultan Mas'ud Bin Kalij Arselan.
-
Dua kali kalah berturut-turut ternyata belum membuat kapok barat rupanya. Maka lebih dahsyat lagi mereka merencanakan serangan Pasukan Salib angkatan ke tiga ( 1189-1192 ). Dan tidak tanggung-tanggung seruan Perang ini langsung diserukan oleh dua Paus yakni Paus Gregory VIII dan Paus Clement III. Dan seruang Perang suci ini direspon King Frederick dari Jerman, King Richard The Lion Heart dari Inggris, dan King Philip II dari Perancis. Biaya perang angkatan ketiga ini ditarik dari pajak seluruh warga Eropa dengan propaganda dengan bentuk Pajak " Saladin Titbe ", yakni pajak khusus untuk perang suci ( Cruside ) menghadapi Shalahuddin Al Ayyubi.
-
Dalam pertempuran angkatan ke tiga ini King Frederick dari Jerman tewas, kepemimpinan perang dilanjutkan puteranya Frederick Of Swabia, namun tewas juga ditangan Mujahidin Shalahuddin Al Ayyubi. Pasukan Jerman pulang kandang. King Richard dari Inggris dan King Philip melanjutkan serangan, namun ditengah jalan mereka bersengketa, King Philip memutuskan kembali ke Perancis. Karena Pasukan Umat Islam terlalu tangguh, apalagi setelah ditinggalkan rekannya maka King Frederick Inggris melakukan Gencatan senjata dengan Sultan Shalahuddin Al Ayyubi. Dan King Richard pun kembali ke Inggris.
-
Kekalahan berturut-turut dalam pertempuran militer berhadapan dengan umat Islam ini ternyata belum menyurutkan Barat untuk sekali lagi mencoba memerangi umat Islam secara fisik. Hasilnya dibentuklah Pasukan Salib angkatan ke empat ( 1202-1204 ) yg dipompa semangatnya oleh Paus Inocent III. Berturut-turut Pasukan salib angkatan ke lima ( 1218-1221 ), Pasukan salib angkatan ke enam ( 1228-1229 ), pasukan Salib angkatan ke tujuh ( 1248-1254 ), dan yang terakhir pasukan salib angkatan ke delapan ( 1270-1271 ). Dan dalam setiap pertempuran ini Umat ISLAM selalu di atas angin.
-
Dan puncaknya adalah Penaklukan Konstantinopel pimpinan Muhammad Al Fatih dari Khilafah Utsmaniyah ( 1453 ), dan Juga menaklukkan wilayah Viena ( 1529 ). Dengan penaklukkan ini membuat barat semakin tak berkutik, disamping Barat sendiri mengalami problem internal berupa Kediktatoran Teokrasi , yakni penindasan yang dilakukan oleh Raja dengan legitimasi dari Gerejawan.
-
Hingga Barat Bangkit dengan SEKULARISMEnya, masih terngiang kekalahan beruntun mereka berhadapan dengan Umat Islam secara fisik. Maka saat itu barat mencari cara lain untuk menghadapi Umat Islam. Maka untuk menunjang dalam memenangi perang salib gaya baru Barat melakukan kajian mendalam tentang Islam, mempelajari, mengamati, dan siang malam begitu mempeehatikan beberapa aspek dibalik kekuatan Umat Islam. Maka sejak saat itu terjadi perang dalam bentuk lain yakni berupa Ghazwul fikri ( Perang pemikiran ), Ghazwul At tsaqafi ( perang Tsaqafah ), dan pertarungan politik. Salah satu bentuk keseriusan Barat dalam Perang salib gaya baru ini adalah ORIENTALISME.
-
Mulai saat itu munculah tokoh-tokoh Orientalis semacam, Peter The Venerable ( Teolog Perancis ), Raymond Lull, Snouck Hurgronje, Samuel Zweimer, dan Kenneth Gragg. Selain itu diadakan berbagai macam study ketimuran yang tak lain adalah menaruh perhatian yang tinggi terhadap Islam dan Umat Islam, seperti Sosiete Asiatique ( 1882 ) di Paris, Perancis. Royal Asiatic Society ( 1923 ) di London, Inggris. The American Oriental Society ( 1843 ). The Midle East Institute ( 1946 ) di Washington. Midle East Studies Association, dan berbagai organisasi Orientalis lainnya yang juga bergerak untuk melakukan spionase terhadap Umat Islam.
-
Dan tujuan dari Barat mengupayakan seluruh dayanya dalam KESUNGGUHAN MEMPERHATIKAN UMAT ISLAM ini adalah untuk dalam rangka MEMATIKAN umat Islam. Sehingga Barat dapat merampok Umat Islam dengan mudah baik itu merampok Sumber daya alamnya, merampok wilayahnya, maupun merampok akidah Umat Islam. Sehingga salah satu kesimpulan penting dari hasil MEMPERHATIKAN umat Islam ini adalah " Bahwa musuh Penjajahan Bukanlah Islam sebagai doktrin ritual, Namun musuh penjajahan adalah ISLAM sebagai doktrin Politik ". Lebih jauh lagi setiap upaya untuk menghadirkan Islam sebagai Pengatur seluruh aspek kehidupan termasuk dalam ketatanegaraan harus segera digebug. Termasuk harus segera diberangus setiap adanya gagasan Penyatuan dunia Islam dalam bentuk KeKhilafahan.
-
Untuk mendapatkan data detail tentang ORIENTALISME dua buku ini bisa dijadikan salah satu bacaan awal.

Sumber:

Fb: Pristian Surono Putro


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!