Thursday, August 31, 2017

Derita Rohingya Derita Kita

RemajaIslamHebat.Com - Telah kudengar kabar dimana saudara kita di Rohingya telah mengalami penganiayaan. Bukan hanya sekali ini namun sudah sering terjadi. Perih, pedih menyayat hati. Itu yang kurarasakan. Mungkin juga dirasakan olEh teman-teman semua. Namun saya semakin berfikir. Lalau bagaimanakah dengan saudara-saudara muslim kita di Rohingya? bukankah ia akan lebih perih, bukankah ia akan lebih sakit, dan bukankan mereka akan lebih tersayat?. Ini bukan sekedar persoalan mereka terluka. Bukan sekedar persoalan mereka disiksa namun lebih dari itu. Yaitu ikatan ukhuwah dan persaudaraan sesame muslim. Bukan hanya itu bahkan persoalan kepeminpinan dan periayahan yang seharusnya ada membantu dan menjadi tempat mereka berlindung.
Ketika saudara kita di negeri lain sedang mengamali pemnyiksaan, pembantaian kita hanya berfikir mari kumpulkan uang untuk membantu. Mari kita belikan pakaian baru. Mari kita berikan obat-obatan. Apakah mereka tidak membuthkan itu? Mereka membuthkan namun akankah itu saja? Atau adakah yang lebih mereka harapkan?
Jika kita diberi pilihan. Memilih manakah kita? Saat kita ditodong pisau oleh penjahat. Apakah kita memilih untuk tidak mengapa dilukai si penjahat itu, dan kemudain meminta diobati, meminta dibelika pakain baru, dan makanan? Atau kita memilih untuk diusir penjahatnya supaya tidak melukai kita. Atau ketika penjahat itu sudah terlanjur melukai kita setidaknya bagaiman caranya supaya si penjahat itu tidak kembali mengulangi aksinya untuk melukai.
Ya, seperti itu pula saudara kita yang ada di Rohingya. Seakan kita hanya bisa melihat mereka disiksa dianiaya tanpa mampu berbuat lebih. Seolah seperti berkata “Sudah tidak apa-apa terluka, nanti kami kirimi obat kog”, “sudah tidak apa-apa diusir, nggak punya pakaian, nanti kami beri pakaian baru dan bagus”, “sudah tidak apa-apa mati, nanti kami kuburkan dan doakan kog”

Allahu robbi betapa lemahnya kami. Hanya uang, obat-obatan, pakaian dan doa yang bisa kami upayakan saat ini. Padahal mereka berharap lebih, kami sebenarya juga berharap penderitaan dan penyiiksaan terhadap mereka itu usai. Namun lagi-lagi, kepada siapa kami meminta pertolongan untuk menghentikan kebengisan ini, kebiadaban ini? Selain meminta pertolongan kepada-Mu. Dan Engkau sebenarnya memberikan petunjuk bagaiamana mengembalikan kemuliaan kaum muslim, meneguhkan kedudukan islam di bumi ini. Engkau memberikan kabar lewat sabda Rosul yang engkau cintai bahwa “ Sesunggunya seorang  pemimpin adalah perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya”
Namun jika kita dapati pemimpin saat ini? Adakah pemimpin yang siap mengerahkan pasukan militernya untuk melawan setiap kebengisan, kebiadaban dan kedzoliman? Manakah? Adakah? Tidak kudapatkan sampai saat ini.
Lalu pemimpin seperti apakah yang mampu menjadi perisai, pelindung bagi umat islam, bagi rakyatnya? Yaitu pemimpin  yang siap menjadikan Allah dan Rosul-Nya adalah yang utama, yang menjadikan pemutus setiap ingin memutuskan perkara dan penyelesaian umat ini. Pemimpin yang mendengarkan sabda Rosul dan melaksanakannya seperti bersiap membela kaum muslim, menjaga darah dan harta kaum muslim “ Sesungguhnya darah kalian, harta benda kalian, kehormayan kalian, haram atas kalian seperti terlarangnya di hari ini, bulan ini dan di negeri ini….”  (HR. Bukhari dan Muslim)

Pemimpin seperti apakah itu? Dalam system apakah itu? Yang benar-benar mau mengurui umat. Yang benar-benar hanya mendengarkan Allah dan Rosul-Nya?

Kutilik sejarah, ternyata memang ada pemimpin seperti itu, memang ada pemimpin yang bersiap membela dan melindungi rakyatanya. Yaitu pemimpi yang memutushkan hokum berdasarkan apa yang Allah dan Rosul-Nya perintahkan. Yaitu para khalifah. Khalifah dalah pemimpin umat. Kepemimpinan satu untuk seluruh dunia dalam system islam yaitu khilafah. Dari mana aku mndapati itu? Kudengar ada seorang khalifah yang rela membela seorang wanita karena diganggu dan tersingkap auratnya. Bayangkan itu persoalan seorang wanita. Khalifah langsung mengerahkan pasukan untuk membelanya? Andai khilafah itu ada pasti dan sudah pasti khalifah akan mnegerahkan pasukan militer terbaiknya untuk membantu saudara-saudarku di Rohingya, sehingga tidak ada tangis ddan kesedihan mereka, tidak ada luka yang mneyayat karena tidak memiliki pemipmin tempat untuk berlindung.
Berharap kita menyadari, pentingnya seorang khalifah dalal system khilafah. Ya, begitulah Allah memebrikan cara bagaiaman supaya persoalan kaum muslim terutama pembantaian, penganiayaan dan kedzoliman dapat dilawan. Wajar jika saat ini kaum musmlim terlunta-lunta. Belum ada pemimpin (khalifah) yang siap membela kita. Ya Allah satukanlah hati kami, kaum muslim. Untuk segera mengembalikan kehidupan islam, menghadirkan khalifah dalam bingkai khilafah
“Dan Dia (Allah) mempersatukan hati merek (orang orang yang beriman)” (QS. Al-Anfal: 63)
Harapan dan doaku sebagai muslimah yang lemah, semoga Allah satukan hati kaum muslim, satukan langkah untuk mengembalikan kehidupan islam hingga tiada lagi terlihat saudara seiman dibelahan bumi manapun terdzolimi. Doaku untukmu saudaru-saudaraku, semoga kekhilafahn kembali, hadirnya seorang khalifah yang bersiap untuk mengerahkan usaha terbaiknya untuk membela umat.

Wallaua’lam
Semarang, 31 Agustus 2017

Penulis : Zuhroh Astie WieAstie

Sumber:

Fb: Zuhroh Astie WieAstie



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!