Monday, August 28, 2017

Dear Parents

Oleh : Hilmi Firdausi

Dear Parents,
Suatu anugerah yang tak terkira, ketika Allah memberikan buah hati kepada pasangan suami istri, disaat banyak pasutri menunggu hingga bertahun-tahun untuk mendapatkan anak, bahkan berobat kesana kemari agar diberi keturunan...maka sungguh, kelahiran buah hati adalah salah satu impian dalam berumah tangga.❤️❤️❤️

Dear Parents,
Sayang seribu sayang, banyak sekali orangtua yang "menyia-nyiakan" buah hatinya, demi mengejar obsesi dan cita-cita dunia, yang pasti tak pernah ada ujungnya.

Dear Parents,
Banyak orangtua hanya menjadikan anak-anak sebagai objek. Mereka banggakan anak-anak dengan segudang prestasi "paksaan" dihadapan kolega dan tetangga, padahal anak-anak menderita, lelah fisik dan mental karena harus ikut les ini dan itu hanya demi mengejar prestasi semu untuk memenuhi syahwat pamer orangtuanya.

Dear Parents,
Dulu pada saat buah hati masih bayi, orangtua rela begadang, mencurahkan kasih sayang penuh waktu, namun dikala mereka beranjak dewasa, orangtua cukup pelit waktu, bahkan untuk sekedar mengajak berbincang atau menyapa buah hati, " hari ini bagaimana sekolahmu? Bagaimana hafalan Qur'anmu ? Ada PR yang sulit, biar sini kami bantu ? " kalimat sederhana yang jarang keluar dari mulut orangtua karena merasa anaknya sudah besar.

Dear Parents,
Jangan salah teknologi, jangan salahkan gadget dan TV. Karena masa ini pasti akan terjadi. Salahkan diri anda karena membiarkan buah hati lebih akrab dengan teknolog dibanding orangtuanya sendiri. Tragis...karena orangtuanya pun sama, lebih cinta teknologi (baca gadget) dibanding mengajak anak-anak bermain di alam terbuka, bermain bola, main karet, main ular tangga, main benteng, main petak umpet, main gobak sodor dsb. Jadilah Orangtua malas, anakpun malas. Orangtua kreatif, anak inovatif. Fair bukan ???

Dear Parents,
Suatu kemustahilan jika orangtua banyak berharap kepada buah hati, tapi enggan memberikan hak-haknya, bukan sekedar materi berkecukupan, anak-anak butuh waktu, butuh kasih sayang, butuh belaian, butuh sapaan, butuh teman curhat, karena masalah kehidupan anak-anak akan terus bertambah, makin kompleks, mereka tidak bisa menyelesaikan sendiri tanpa bantuan. Jika tidak mendapatkan bantuan dari orangtua, bisa jadi mereka akan mencarinya di tempat lain, dengan orang lain yang belum tentu bisa memberi solusi bahkan bisa jadi menjerumuskan. Wal'iyadzubillah

Dear Parents,
Sempatkan waktu bersama mereka ! Luangkan waktu untuk anak-anak anda. Hadirlah pada saat mereka ada masalah. Hadirlah pada saat mereka memasuki masa baligh, pada saat mereka mulai menyukai lawan jenis, pada saat mereka bertanya tentang sexualitas...hadirlah, jangan menjauh, siapkan ilmunya (dengan banyak membaca, banyak cari tau, ikut seminar parenting dsb)... agar mereka dapat informasi yang benar langsung dari orangtuanya, bukan dari teman, atau bahkan tau dari TV dan Internet, sungguh ini sangat berbahaya.

Dear Parents,
Buah hati kita pasti akan dewasa. Butuh teman bicara, apalagi pada saat mereka mengalami peralihan masa, dari kanak-kanak menjadi dewasa, jika orangtua tidak bisa menjadi kawan, jangan salah kalau mereka malah memilih berpacaran, hanya untuk mendapatkan "perhatian, kasih sayang dan tempat curhat yang nyaman". Na'udzubillah

Dear Parents,
Mari bermuhasabah, sudahkah kita menjadi orangtua yang baik ? Jika belum, mari kita berbenah. Sampaikan kepada pasangan kita, anak adalah amanah terbesar dalam hidup, harus dirawat, dijaga dan dididik sepenuh waktu bukan separuh waktu apalagi sisa waktu. Minta maaflah kepada buah hati, berjanji akan berubah, berjanji untuk menjadi orangtua yang lebih peduli, berjanji untuk menjadi guru sekaligus kawan sejati, tempat bersandar, mengadu dan mencurahkan isi hati.

Dear Parents,
Memang mulia bercita-bercita mengantarkan buah hati kita sampai ke gerbang wisuda, S1, S2 bahkan S3...namun akan lebih mulia bercita-cita mengantarkan buah hati sampai ke gerbang Surga, berkumpul bersama Ayah Bundanya, di keabadian penuh kenikmatan. Semoga

Sumber:

FB : Hilmi Firdausi


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!