Sunday, August 27, 2017

BUKAN KULI BIASA

RemajaIslamHebat.Com - Kalau pengemban dakwahnya takut,  bagaimana dengan umatnya?

Kalau pengemban dakwahnya paranoid, bagaimana dengan umatnya?

Boleh waspada tapi jangan belajar buta.

Boleh hati - hati tapi jangan belajar tuli.

Boleh mencoba ini itu tapi jangan mencoba bisu.

Dakwah itu menyerukan bukan terdiam dan mendiamkan.

Bukankah ini jawaban celoteh kita dulu?
"Ah...belum apa - apalah dibandingkan saudara kita disini.
..masih nyamanlah kita...belum dibuat Allah seperti disana."

Celoteh beberapa tahun lalu.
Dan kini menjadi doa dikabulkan.

Lalu

Apakah gerugi besi itu lebih menyeramkan daripada membiarkan lautan seolah tanpa garam?

Apakah aliran darah lebih menakutkan daripada membiarkan seolah - olah sudah tak ada lagi sawah di negri tercinta?

Semua seolah terhenti hanya karena pengumuman dadakan.
Semua dibiarkan menelan mentah - mentah fitnah media.
Mereka bertanya dimana keberanian kita yang dulu.
Bahkan saat masjid justru dikuasai Yahudi.
Solusi itu hanya berupa kiasan dibungkam.

Apakah kini kabar gembira Rasulullah, bila disampaikan akan berdampak macam - macam?
Lantas kita diam
Lantas kita terdiam dan  membiarkan opini kesana kesini.
Semua seolah dipaksa dibalik tabir saat takbirpun berarti musnahnya masa depan hanya karena selembar surat keputusan.

"Kedzaliman akan terus ada bukan karena banyaknya orang - orang jahat tapi karena diamnya orang - orang baik"
(Ali bin Abi Thalib)

Rasulullah menghadapi para tetangga yang membenci seruannya.
Abu Lahab yang melemparinya dengan kotoran hewan yang baru saja disembelih untuk sesembahan berhala.

Bahkan Bilal bin Rabbah yang hanya seorang budak. Seisi dunia kini tahu bagaimana tersiksanya ditimpa batu ditengah padang pasir yang panas.

Semua dihadapi walau isi Al - Qur'an belum semuanya tersampai.

Lantas
Atas dasar apa kini mega dakwah seolah berbalik kebelakang.
Mega proyek menjadi benda keramat yang harus disembunyikan hanya karena ancaman 6 sampai 20 bahkan seumur hidup menjadi pesakitan.

Dimana praktek area yang dikuasai dan menguasai yang sudah kita lewati?
Dimana iman kepada Qadha dan Qadhar itu?

Maaf...
Rasanya gerugi itu memang menanti kita.
Rasanya samudra lautan berwarna merah itu memang untuk nahkoda dimasa kita.

Maka berbahagialah karena celoteh kita dikabulkan Allah SWT.
Tidak ada yang perlu ditakuti berlebihan.
Hanya perlu berhati - hati.
Janji Allah SWT diatas segalanya.

Belajarlah dari Hanzalah.
Banyak yang menjadi syuhada.
Keberanian menghantarkan jasadnya yang dimandikan para malaikat.

Belajarlah dari Summayyah.
Banyak yang menjadi Shahabiyyah.
Keberanian menghantarkan jasadnya menjadi wanita mujahiddah yang pertama.

Belajarlah dari Juru bicara mu.
Diberbagai negara, terus membongkar bau bangkai yang disimpan didalam rumah mewah.
Sikap tenang dan tak bersembunyi dibalik kelambu membiarkan nyamuk - nyamuk terus menyerang tubuh.

Tetap sampaikan ada apa dengan kebiadaban beradab di bumi mu.
"Hei orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan"
(TQS. Al - Muddatstsir [74] : 1-2)

Jangan cengeng.
Masihkah Allah SWT sebagai sebaik - baik pelindungmu?

Jangan ketakutan tak menentu.
Ini saatnya Raga kau persembahkan untuk mega proyek itu.
Walau statusmu hanya sekedar kuli di mega proyek itu.

Dibalik bangunan hebat.
Terdapat kuli yang tidak sekedar kuat.

Penulis : Nidya Lassari Nusantara


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!