Thursday, August 31, 2017

Aktivis Tak Tahu Diri

RemajaIslamHebat.Com - Mungkin ada yang mengira bahwa judul di atas adalah makian ? Bukan. Apakah kita kenal sosok Soe Hok Gie ? Saya juga belum pernah kenalan dengan Soe Hok Gie. Lebih tepatnya saya TAHU sosok Soe Hok Gie setelah membaca Buku CATATAN SEORANG DEMONSTRAN, yang diterbitkan oleh LP3ES . Soe Hok Gie adalah sosok aktivis yang mendapatkan tempat istimewa disebagian kalangan aktivis Mahasiswa. Bisa dibilang menjadi idola sebagian aktivis karena keberanian, dan idealismenya yang begitu tinggi dalam pentas pergerakan Mahasiswa Indonesia. Quotenya, tulisannya, kata-katanya, dan catatannya banyak dicopy paste bertebaran disana-sini.
-
Dan sosok Soe Hok Gie inilah adalah contoh Aktivis tak tahu diri. "Tak tahu diri" disini maksudnya adalah ia tak faham untuk apa keberadaan dirinya di dunia ini. Hal ini bisa kita baca dalam catatatan hariannya SOE HOK GIE,CATATAN SEORANG DEMONSTRAN, Dalam catatan hariannya tertanggal 30 Maret 1962, serta syair yang dibuatnya bertanggal 11 November 1969.
-
" Tapi sekarang aku berpikir sampai dimana seseorang masih tetap wajar, walau ia sendiri tidak mendapatkan apa-apa. Seseorang mau berkorban buat sesuatu, katakanlah ide-ide, Agama, Politik, atau pacarnya. Tapi dapatkah ia berkorban buat tidak apa-apa. Aku sekarang tengah terlibat dengan pemikiran ini. Sangat pesimis, dan hope for nothing. Aku tidak percaya akan sesuatu kejujuran dari ide-ide yang berkuasa, aku tak percaya Tuhan.. Tetapi sekarang aku masih mau hidup. Aku tak tahu motif apa yang ada dalam Unconscious mind-ku sendiri. Pandanganku yg agak murung, bahkan skeptis ini pernah dinamakan sebagai destruktif..Tetapi bagaimana bila memang hidup adalah keruntuhan demi keruntuhan ? Apakah kita harus berpaling dari fakta-fakta ini ? Aku kira tidak.., Makin aku belajar sejarah , makin pesimis aku , makin lama makin kritis dan skeptis terhadap apapun. Tapi tentu ada sesuatu motif mengapa aku begini. Memang life for Nothing agaknya sudah aku terima sebagai kenyataan " ( Soe Hok Gie, 30 Maret 1962 ).
-
Setelah tujuh tahun Soe Hok Gie kebingungan akan UNTUK APA HIDUP tampaknya Soe masih dalam kegelisahan yang mendalam. Hal itu bisa kita lihat dalam catatan syairnya tertanggal Selasa 11 November 1969. Saya kutipkan di bawah ini .
-
Ada orang yg menghabiskan waktunya berziarah ke Makkah.
Ada orang yg menghabiskan waktunya berjudi di Miraza.
Tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku.
Berbicara tentang anjing-anjig kita yg nakal dan lucu.
Atau tentang bunga-bunga yg manis di lembah mendala wangi.
Ada serdadu-serdadu Amerika yg mati kena bom di Danang.
Ada bayi-bayi yg mati lapar di Biafra.
Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku.
SETELAH KITA BOSAN HIDUP DAN TERUS BERTANYA-TANYA.
TENTANG TUJUAN HIDUP YANG TAK SATU SETANPUN TAHU.
Mari sini sayangku.
Kalian yg pernah mesra, yg pernah baik dan simpati padaku.
Tegaklah ke langit luas atau awan yg mendung.
Kita tak pernah menanamkan apa-apa, kita tak kan pernah kehilangan apa-apa.
( Soe Hok Gie, Selasa 11 November 1969 )
-
Aku bisa merasakan betapa gelisah dan tersiksanya Soe Hok Gie dalam pencarian tujuan hidup ini. Aku pun pernah merasakan saat menginjak bangku putih abu-abu kelas Dua Sekolah Menengah Atas. Hingga alhamdulillah kegelisahan ini mereda setelah saat mengenyam bangku kuliah tahun ke dua aku dipertemukan Aktivis Hizbut Tahrir Purworejo yg dengan sabar menjelaskan kepadaku tentang JALAN MENUJU IMAN.
-
Membaca catatan hariah Soe Hok Gie ini jadi kepikiran bagaimana dengan kondisi mahasiswa, khususnya kalangan aktivisnya ? Apakah mereka sama gelisahnya tentang soal Tujuan hidup ini ? Dan jawabannya terkonfirmasi saat sepanjang berinteraksi dengan beberapa Mahasiswa.
-
Pernah berkumpul 4 Mahasiswa dari sebuah kampus di Purworejo. Malam hari ba'da isya berkumpul 4 mahasiswa ini disebuah petak rumah kecil. Dalam forum itu aku tanya satu persatu dengan pertanyaan APA TUJUAN HIDUPMU ? UNTUK TUJUAN APA HIDUP DI DUNIA INI ? Dan akan kemanakah setelah kita mati dan kehidupan berakhir ? Jika ada yg menyatakan tujuan hidup adalah ibadah maka seberapa validkah jawaban ini ? Jika ada yg menjawab setelah kehidupan ini berakhir akan ada akhirat maka bagaimana kita membuktikan keberadaan akhirat ini ? Karena yg hadir malam itu adalah mahasiswa Muslim, maka MENGAPA kita Memilih untuk menjadi muslim ?
-
Pertanyaan-pertanyaan dasar ini tampaknya menimbulkan kegelisahan dalam diri mereka. Ya itulah pentingnya memberikan jalan terang kepada mahasiswa muslim termasuk aktivisnya sekalipun tentang AQIDAH AQLIYAH. Harapannya dengan AQIDAH AQLIYAH ini menjadi Aktivis yang Tahu diri.
-
Purworejo, 15/06/'17

Sumber:

Fb: Pristian Surono Putro


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!