Tuesday, January 19, 2016

Remaja Hebat : Pejuang Islam

Remaja Hebat : Pejuang Islam




Umat islam abad 20 ini memang banyak yang rusak, terutama remajanya. Banyak remaja muslim yang terjebak dalam pergaulan bebas, seks bebas, Pacaran, kenakalan remaja dan lain-lainnya. Akibatnya, muncul banyak pemberitaan, ada remaja siswi yang nekad aborsi, remaja kena HIV dan lain-lainnya. Semua itu terjadi karena remaja sekarang rusak dan tidak peduli lagi dengan agamanya sendiri.

Remaja Dahulu Hebat-Hebat
Melihat kondisi remaja pada saat ini, mungkin kita akan sulit membayangkan bagaimana remaja hebat yang sesungguhnya. Soalnya, yang kita lihat dengan mata kepala sendiri, justru kerusakan yang amat parah. Untuk mengubahnya, sulit bahkan sangat mustahil terjadi. Akhirnya, gambaran remaja hebat tak lagi bisa kita lihat, kecuali hanya membaca kisah-kisah pemuda jaman dahulu.

Dari kisah sejarah yang kita baca, begitu banyak remaja yang begitu hebat dan mengukir prestasi yang gemilang dalam lembaran demi lembaran sejarah. Imam Syafii misalnya, seorang ulama yang begitu luar biasa. Di umur baru 7 tahun, beliau sudah bisa menghafal Al-Qur’an. Tidak hanya itu, ketika umur beliau 10 tahun, beliau dapat menghafal kitab al- Muwatha, karya Malik bin Anas, murid Imam Az Zuhri. Dalam hal ini Al-Muzanni pernah pernah meriwayatkan dari Syafi’i, katanya:
Aku telah menghafal Al-Qur’an saat aku berumur tujuh tahun dan berhasil menghafal al-Muwatha’ saat berumur sepuluh tahun” (Dr.Tariq Suwaidan.Biografi Imam Syafii. Zaman hal 30)

Selain Imam Syafi’i, masih banyak remaja pada jaman dahulu yang hebat-hebat. Misalnya lagi, Ibnu Taimiyah. Di umur 18 tahun, beliau sudah mengeluarkan fatwa. Usamah bin Zain juga hebat. Ia adalah pemuda tangguh serta senang berjihad di jalan Allah. Di umur 15 tahun, ia mengikuti debut jihad pertamanya pada perang Khandaq, kemudian ia juga ikut berperang bersama ayahnya Zaid Bin Haritsah pada perang Mut’ah. Pada perang itulah, ia menyaksikan ayahnya mati syahid, tapi waktu itu, ia tidak pernah mundur. Ia juga pernah menjadi panglima pasukan untuk melawan pasukan Romawi pada usianya yang ke 18 tahun. Waktu itu, banyak desas-desus yang menyepelekan Usamah sebagai panglima pasukan, maka Umar bin Khattab angkat bicara :
“Wahai sekalian manusia, saya mendengar pembicaraan mengenai pengangkatan Usamah, demi Allah, seandainya kalian menyangsikan kepemimpinannya, berarti kalian menyangsikan juga kepemimpinan ayahnya, Zaid bin Haritsah. Demi Allah, Zaid sangat pantas memegang kepemimpinan, begitu juga dengan putranya, Usamah. Kalau ayahnya sangat saya kasihi, maka putranya pun demikian. Mereka adalah orang yang baik. Hendaklah kalian memandang baik mereka berdua. Mereka juga adalah sebaik-baik manusia di antara kalian.” (lihat http://sobecan.blogspot.com/2015/06/inilah-panglima-perang-termuda-sahabat_26.html?m=1)

Itulah bentuk penghormatan Umar bin Khattab terhadap Usamah Bin Zaid. Umar sangat menyadari bahwa Usamah adalah pemuda hebat dan pantas menjadi panglima pasukan.
Di waktu yang berbeda, tepatnya beberapa abad setelah Usamah bin Zain, pemuda hebat ini menjadi panglima perang, seorang pemuda dikenal dengan nama Sultan Muhammad Al-Fatih sukses merealisasikan bisyarah (kabar gembira) Rasulullah saw pada tahun 1453 yaitu menaklukkan kota Konstantinopel, ibu kota Bizantium. Ia adalah pemuda yang luar biasa kedekatannya pada Allah. Ia juga berhasil mendapatkan predikat pemimpin yang terbaik pada saat umurnya 21 tahun berdasarkan hadits Rasulullah saw :
Sungguh, Konstantinopel akan ditaklukkan oleh kalian. Maka sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan yang menaklukkannya”(HR.Ahmad)(lihat Felix Y. Siauw. Sultan Muhammad Al-Fatih. AlFatih Press. Hal. 5)

Remaja sekarang Vs Remaja dahulu
Setelah tahu rentetan prestasi remaja-remaja diatas, mungkin kita akan menyimpulkan bahwa remaja sekarang tidak ada apa-apanya ketimbang remaja jaman dulu. Remaja dahulu unggul dari segi prestasi. Hebatnya, prestasi mereka sangatlah besar, karena mereka berprestasi dalam perjuangan islam. Prestasi mereka adalah prestasi dunia-akhirat.

Berbeda dengan remaja jaman sekarang, hebatnya hanya pada hal-hal yang tidak berguna. Ada dari mereka yang hebat dalam menggombal cewek, ratusan cewek yang terbius rayuannya, menghafal ribuan lirik lagu, tapi ngafal surah Al Fatihah tidak. Banyak juga dari mereka yang datang ke tempat hiburan seperti karaokean, diskotik dan lain-lain intensif seminggu sekali, tapi tak pernah datang ke mesjid barang satukalipun. Yang parahnya, ada yang bangga menjadi nakal alias preman. Naudzubillah…!!!

Perlu dicatat, bahwa meskipun remaja-remaja pada jaman sekarang banyak yang rusak, tapi bukan berarti tidak ada hebat-hebat dan berprestasi untuk perjuangan islam. Banyak juga kok, remaja-remaja yang dengan ikhlas memperjuangkan islam pada saat sekarang ini. Mudah-mudahan kita menjadi bagian dari mereka.Wallahu alam bish shawab.[]

Ditulis oleh : Hardi Jofandu, Pelajar SMAN 10 KENDARI.